Dalam Islam diperbolehkan berkumpul, membuat perkumpulam, lembaga dengan tujuan suci yakniuntuk kebaikan.” Tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan Taqwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran
Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya
.
”
”Help ye one another in righteousness and piety, but help ye not oneanother in sin and rancour: fear Allah: for Allah is strict in punishment.
QS AL Maidah : 2.5.Merdeka cari penghidupanBoleh –boleh saja cari rezeki untuk dirinya, anaknya, istrinya, saudaranya, kerabatnya, tapi dengan carayang halal, jangan MONOPOLI.”Apabila telah ditunaikan sholat maka bertebaranlah kamu dibumi. Carilah karunia Allah, dan ingatlahAllah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung ” QS Al Jumuah : 10.
“ And when the Prayer is finished, then may ye disperse through the land,and seek of the Bounty of Allah: and celebrate the Praises of Allah often(and without stint): that ye may prosper.”
6.Merdeka memilih tempat tinggalBoleh saja memilih tempat tinggal untuk diri, keluarganya, yang menurutnya sesuai , lingkungan ,kenyamanan, keamanan, peluang mencari rezeki dll.
“O ye who believe! enter not houses other than your own, until ye haveasked permission and saluted those in them: that is best for you,in order that ye may heed (what is seemly
).
QS An Nur : 27.
” Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum minta izin dan memberi salam kepada penghninya.
Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.
” QS An Nur : 27.
Kerja yang Ikhlas
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Dalam meniti kehidupan di jaman serba modernsekarang ini banyak tantangan yang perlu dihadapi. Banyaknya problem hidup yang menderasetiap manusia, bisa kecil, besar, ringan, namun juga ada yang merasakan terlalu berat.Barangkali ada sebagian kecil golongan manusia mempunyai atau mengalami bebagai permasalahan hidup Entah yang berkaitan dengan duniawi atau berkaitan dengan kepentinganakherat. Permasalahannya sekarang adalah dari sisi mana kita memandang/memikirkan permasalahan itu?Segala sesuatu yang kita kerjakan hendaklah kita landasi dengan mengharap ridho, barokah dari Allah SWT.,bukan asal beberbuat, atau sekedar bekerja, mengerjakan sesuatudengan harapan tercapainya tujuan sesaat, untuk duniawi saja. Mestinya, dalam kita bekerja,melakukan sesuatu pekerjaan ada rencana…. Tujuan …. Untuk apa….. untuk siapa ….dst. Yanglebih utama adalah kepentingan dunia tercapai dan untuk akherat dapat diraih, Allah akanmemberinya segera di dunia. Siapapun orangnya, mau orang muslim, kafir,orang baik, orang jahat sekalipun, Allah akan memberi rezeki/permintaannya selama di dunia.
Dalam QS. Al-Isra’18
“
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), Maka kami segerakan baginya didunia ….”
Jika dengan amal perbuatannya hanya mengharapkan dunia saja dan tidak menginginkan pahalaakherat, Allah akan memberikan di dunia sesuai dengan yang dikehendaki.Tapi ingat, Segala sesuatu yang kita kerjakan hendaklah bertujuan kita melaksanakankewajiban –kewajiban kita penuh dengan keikhlasan, mengharap ridho-Nya, barokah-Nya,sehingga kita tetap dapat untuk dunianya juga dapat pahala untuk akheratnya. Amal perbuatankita yang ikhlas akan diterima Allah, imbalanya adalah surga, sebaliknya dapatnya hanyaneraka jahanam. Mari kita semangatkan kembali, kerja dengan ikhlas, mengharap ridho-Nya, barokah-Nya, dan janganlah disertai dengan riya’(pamer) dan sum’ah (cari tenar/popularitas)QS. Hud: 15-16 artinya “15. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia denganSempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.16. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang Telah merekausahakan di dunia dan sia-sialah apa yang Telah mereka kerjakan”.[714] Maksudnya: apa yangmereka usahakan di dunia itu tidak ada pahalanya di akhirat.