Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
1
Realitas Upah Buruh Industri
Perserikatan Kelompok Pelita Sejahtera(PKPS)OlehTua Hasiholan Hutabarat, M.SiDidukung Oleh:Oxfam NovibNetherlandMedan, 2006
 
2
K
ata Pengantar Lembaga
Persoalan-persoalan perburuhan yang terjadi di tingkat lokal maupun nasionalsemakin lama cenderung semakin kompleks. Mulai dari hak-hak normatif yang kerapdilanggar oleh pengusaha dengan perlindungan yang minim dari pemerintah, kebebasanberserikat yang tidak sepenuhnya terjamin dan pengekangan hak-hak sosial politik, maupunketidakpastian nasib buruh sebagai dampak penerapan liberalisasi pasar tenaga kerja menjadirealita sehari-hari yang harus dihadapi oleh buruh.Tanggapan pemerintah sendiri terkait persoalan-persoalan yang dihadapi oleh buruhtersebut sangat minimal dibandingkan perhatian yang diberikan kepada strategi dan langkah-langkah pembangunan ekonomi maupun penciptaan iklim investasi. Beban dan tekanan yangdihadapi oleh buruh malah dianggap sebagai salah satu faktor penghambat ataupunpengganggu masuknya investasi dan pertumbuhan ekonomi.Salah satu alat yang digunakan oleh pengusaha dan pemerintah dalam rangkamenjaga pemulihan dan pertumbuhan ekonomi adalah menerapkan sistem pengupahan yangmendukung sistem yang dibangun oleh pemerintah. Sistem pengupahan tersebut kita kenalsebagai upah minimum. Walaupun sebenarnya sistem tersebut sekaligus sebagai jaringpengaman bagi buruh, pada kenyataannya upah minimum kurang berkontribusi terhadapkesejahteraan buruh, karena beban yang diterima oleh buruh tidak sesuai denganproduktivitas ataupun hasil yang dinikmati oleh pengusaha.Kepentingan pemerintah terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, pengusahadengan akumulasi modalnya dan buruh dengan hak-hak dasarnya tersebutlah yang terusmenerus menjadi polemik setiap tahun. Pertarungan kepentingan tersebut tentunya berjalansecara tidak seimbang akibat ketimpangan kekuatan antar pihak tersebut. Walaupun tersediasebuah institusi yang seakan-akan mendemokratiskan proses penentuan upah, tetap sajamemposisikan buruh sebagai korban dari pemberlakuan sistem pengupahan.Penelitian ini adalah bagian dari strategi membuka ketimpangan pengupahan yangada. Perserikatan Kelompok Pelita Sejahtera (PKPS) sebagai sebuah organ yangberkonsentrasi pada penguatan buruh maupun serikat buruh merasa berkewajiban untuk mengungkap sistem pengupahan yang selama ini dianggap menindas buruh. Semua pihak nantinya setelah membaca hasil penelitian ini akan menilai bagaimana proses penindasanberlangsung melalui pemberlakuan sistem pengupahan dan konsep upah minimum.
 
3
Perserikatan Kelompok Pelita Sejahtera (PKPS) sebagai sebuah organisasi nonpemerintah yang bergerak di bidang perburuhan dalam posisi ini mencoba menjadiintelektual organik bagi kepentingan buruh. Salah satunya adalah dengan melakukan studi-studi yang bermanfaat bagi proses perubahan sosial dengan tujuan membongkar sistem yangmenghisap, menindas dan tidak adil terhadap komponen rakyat marginal.Medan, Jumat 23 Februari 2006
D
IREKTUR
E
KSEKUTIF
PKPSS
AHAT
L
UMBANRAJA
 
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • More From This User

    Notes
    Load more