Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dosa-dosa Besar

Dosa-dosa Besar

Ratings:

4.88

(8)
|Views: 2,441 |Likes:

More info:

Published by: Hidayatullah bin H.Te'an on May 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as ODT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

 
Dosa-dosa Besar
Syekh M. Mutawalli Sya'rawiBismillah. Tidak ada tempat meminta pertolongan kecuali kepada-Nya. Segala puji bagi Allah. tidak ada pujian kecuali bagi-Nya. Aku memuja-mujiMu wahai Rabb-ku, sebagaimana Engkau ajarkan kamicara memuji-Mu. Dan salawat serta salam semoga selalu disampaikan kepada makhluk-Nya yangterbaik, sayyidina Muhammad.Waba'du: Allah SWT berfirman:"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamumengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil)dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)". An Nisaa: 31Ayat ini adalah adalah salah satu dari delapan ayat, yang dikatakan oleh Ibnu Abbaas r.a. sebagai berikut: "di dalam surah ini [surah an Nisaa] terdapat delapan ayat yang menjadi pangkal kebaikan bagiumat ini, sepanjang siang dan sepanjang malam". Ayat-ayat itu dimulai dengan firman Allah SWT:"Allah hendak menerangkan (hukum syari'at-Nya) kepadamu". (An Nisaa: 26)"Dan Allah hendak menerima taubatmu". (An Nisaa: 27)"Allah hendak memberikan keringanan kepadamu ". (An Nisaa: 28).Selanjutnya:"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamumengerjakannya".Kata "ijtinab" bukan bermakna "tidak melakukan sesuatu [kemaksiatan]", namun ia bermakna "tidak mendekatkan diri kepada faktor-faktor yang dapat mendorong seseorang melakukan sesuatu perbuatan[kemaksiatan]". Dengan berlaku seperti itu, seorang individu muslim dapat membentengi dirinya darigodaan nafsu dan kemaksiatan.Ayat-ayat yang mulia tadi menjadi pangkal kebaikan bagi masing-masing individu umat Islamsepanjang hari-hari yang ia lewati. Karena ayat-ayat tadi memberikan batasan-batasan dan ranjau-ranjau yang harus diperhatikan oleh individu Muslim saat ia melakukan pilihan bagi ayunanlangkahnya, sehingga ia tidak terjerumus ke dalam pilihan yang bodoh yang tidak berpedoman padamanhaj Allah. Seandainya manusia diciptakan sebagai makhluk "mekanik" tanpa dibekali kemampuanuntuk melakukan pilihan pribadi, niscaya manusia akan terbebaskan dari beban untuk menentukan pilihan langkah itu.Beban berat manusia timbul dari sikap arogansinya karena memiliki kemampuan lebih dari sekalianmakhluk Allah yang lain. Kelebihan manusia itu adalah potensi akalnya, yang memberikannyakemampuan untuk menentukan pilihan terhadap alternatif-alternatif yang tersedia di hadapannya.Sementara makhluk-makhluk lain yang diciptakan Allah, terbentuk sebagai makhluk yang telahterprogram secara total oleh Allah, tanpa diberikan kemampuan untuk melakukan pilihan. Dan puasmenjadi makhluk yang mengalir di horison koridor yang telah dibentangkan oleh Allah SWT baginya.Kita mengetahui bahwa Allah SWT berfirman:
 
"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akanmengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amatzalim dan amat bodoh". Al Ahzaab: 72.Manusia telah menzhalimi dirinya ketika ia memilih untuk memegang kendali pilihan bebas dirinyasaat menghadapi godaan syahwat atau saat menghadapi kehendak manhaj Allah SWT. Sementaramakhluk-makhluk yang menundukkan dirinya kepada pilihan Allah, tidak menghadapi masalah sepertiini.Seluruh makhluk selain manusia, hidup mengalir secara mekanis berdasarkan kehendak Allah, danterbebas dari kesalahan melakukan pilihan bagi dirinya. Kemudian, ayat-ayat tadi memberikaninformasi yang menenangkan manusia; yakni sekalipun manusia suatu kali pernah melakukan pilihanyang bodoh, sehingga melanggar kehendak dan ketentuan Allah, namun Allah berkehendak untuk memberikan cahaya penerang baginya yang menuntutnya dalam mengarungi kehidupanya,memberikan kesempatan baginya untuk bertaubat kepada Allah, dan memberikan keringanan baginyaatas kesalahan dan kekeliruan yang telah ia lakukan.Allah SWT berkehendak, jika manusia menjauhkan dirinya dari faktor-faktor yang dapat mendekatkandirinya dari dosa-dosa besar, niscaya Allah SWT akan memberikan balasan bagi tindakannya itudengan menganugerahkannya penghapusan dan pengampunan dosa-dosa kecilnya. Seluruh berita tadimemberikan ketenangan bagi jiwa manusia, sehingga ia tidak berputus asa saat ia terlanjur melakukan pilihan yang bodoh dan melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan Allah. Di sini, Allah SWTmenjelaskan bahwa: "Aku adalah Pencipta-mu, dan Aku mengetahui bahwa engkau lemah, karenaengkau menghadapi pilihan dua titian jalan, kedua titian jalan itu menggodamu untuk memilih salahsatunya. Yaitu titian jalan taklif 'beban' Allah yang mengandung kebaikan bagimu, dan pahala yangmenunggu di ujung jalan itu. Hal ini menggoda dan mendorongmu untuk meniti jalan ini. Dan adatitian jalan syahwat dan kenikmatan yang instan. Ini juga menggodamu untuk memilihnya".Ketika kedua jalan itu saling tarik menarik dalam diri manusia, maka saat itulah timbul kelemahandalam dirinya. Oleh karena itulah Allah SWT menjelaskan: "Aku memaklumi apa yang terjadi padadirimu itu, karena hal itu adalah hasil logis akibat adanya potensi pilihan bebas yang engkau miliki itu.Dan Aku-lah yang telah memberikan potensi itu kepadamu".Allah SWT saat menganugerahkan kepada manusia, sang makhluk yang berkuasa atas makhluk lain didunia ini, potensi untuk melakukan pilihan bebas itu; akan amat senang jika manusia datang dan bersimpuh di hadapan Rabb-nya dengan sepenuh hati dan kesukarelaan dirinya. Karena terdapat perbedaan secara diametral antara makhluk yang telah diprogram untuk tunduk kepada Allah SWT dan berjalan mengalir sesuai ketetapan yang telah dibuat oleh Allah SWT; sehingga makhluk seperti initidak diberikan sipat sebagai kekasih Allah; dengan makhluk yang diberikan pilihan bebas untuk tunduk atau tidak, dan untuk taat dan tidak. Oleh karena itu, dengan potensi kemampuan manusia untuk melakukan pilihan bebas itu, Allah SWT menghendaki manusia untuk tunduk kepada-Nya sesuaidengan kehendak hatinya secara jujur, dan memilih untuk taat kepada Allah SWT dengan dorongankeimanannya itu."Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamumengerjakannya".Di sini, seakan-akan Allah SWT menjelaskan tentang beban-beban hukum yang telah diembankan-Nyakepada manusia; seperti menjaga diri dari mencemarkan nama baik orang lain, menjaga diri darimemakan harta orang lain dengan cara yang diharamkan, menjaga diri dari membunuh manusia dan
 
sebagainya; dengan penjelasan sebagai berikut: "Saat menghadapi suatu kenyataan yangmengecewakan [seperti terlanjur mengerjakan suatu dosa kecil, misalnya], hendaknya kalian tidak  bersikap putus asa, karena Aku akan menutupi dosa-dosa kecil kalian jika kalian meninggalkan dosa-dosa besar: ibadah shalat ke ibadah shalat yang lain adalah menjadi penghapus dosa-dosa kecil yangterlanjur dilakukan di antara keduanya, shalat jum'at ke shalat jum'at yang berikutnya menjadi penghapus dosa-dosa kecil yang terlanjur dilakukan di antara kedua masa itu, dan dari satu ibadah puasa Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menjadi penghapus bagi dosa-dosa kecil yang terlanjur dilakukan pada masa di antara keduanya. Namun dengan syarat kalian tidak terus menerus melakukandosa-dosa kecil itu. Mengapa? Karena saat engkau melakukan sesuatu perbuatan dosa kecil, bayangkanlah jika tiba-tiba engkau meninggal dunia sebelum sempat beristighfar dan bertaubat atasdosa itu. Oleh karena itu, janganlah engkau berkata: "aku akan lakukan dosa [kecil ini] dan nantinyaaku akan beristighfar dan bertaubat". Hal itu tidak terjamin dapat dilakukan olehmu, pada saat yangsama engkau juga seperti sedang mengejek Tuhan-mu."Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya,niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil)"... yakni dosa-dosa kecil, AllahSWT berfirman: "niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil)". Dan sepertitelah kami katakan: pengertian kata "al kufr" adalah "as satru" 'penutup', artinya Allah SWT akanmenutupi dosa-dosa kecil itu. Dan makna Kami akan menutupinya artinya, Kami tidak akanmemberikan hukuman atasnya. Istilah "takfiir" bermakna menghilangkan siksa atasnya. Sedangkanistilah "ihbaath" bermakna menghilangkan dan menggugurkan pahalannya.Jika seseorang melakukan sesuatu perbuatan dosa kecil yang membuat dia berhak dijatuhi hukuman,namun ia meninggalkan dosa-dosa besar, maka Allah SWT akan menutupi dan menghapuskanhukuman itu dari dirinya. Sedangkan jika seseorang melakukan amal kebaikan, namun Allah SWTtidak menerima amalnya itu, maka berarti Allah SWT tidak memberikan pahala atas amal itukepadanya. Dengan demikian, istilah "takfiir" --seperti telah kami katakan tadi-- adalah menghilangkanhukuman. Sementara istilah "ihbaath" bermakna: menghilangkan balasan pahala. Seperti terdapatdalam firman Allah SWT."Maka mereka itulah yang sia-sia amalannya". (Al Baqarah: 217).Artinya, mereka tidak mendapatkan pahala atas amal kebaikan yang mereka lakukan itu; karena saatmereka mengerjakan amal kebaikan itu, mereka tidak meniatkannya untuk Allah SWT, Yang akanmemberikan pahala atas amal mereka itu. Namun mereka meniatkannya untuk mendapatkan pujian darimanusia. Oleh karena itu, Nabi Saw bersabda:"Engkau mengerjakan amal perbuatan itu untuk mendapatkan pujian manusia, dan pujianitu pun telah engkau dapatkan [sehingga engkau tidak lagi berhak mendapatkan pahala dariAllah SWT]".Engkau mengerjakan amal kebaikan itu untuk mendapatkan pujian manusia, dan pujian itu telahengkau dapatkan. Misalnya masyarakat memuji: "engkau adalah orang yang amat dermawan". Ataumereka berkata: "hebat sekali, engkau telah membangun masjid". Dan mereka juga membaca spanduk yang tertulis saat peresmian masjid itu, bahwa engkaulah yang telah menyumbang bagi pembangunanmasjid itu.Allah SWT berfirman:"Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu(bagaikan) debu yang berterbangan". (Al Furqaan: 23).

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
alexsahudi liked this
Khairiel Imam liked this
ct_yummy liked this
phantomchuky liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->