Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Petunjuk Jalan

Petunjuk Jalan

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 1,309|Likes:

More info:

Published by: Hidayatullah bin H.Te'an on May 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, ODT, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/16/2010

pdf

text

original

 
Petunjuk Jalan
Sayyid QuthbSaat ini umat manusia sedang berada di tepi juang kehancuran. Bukan karena faktor ancamankehancuran yang menggantung di atas kepala mereka, karena hal itu hanyalah gejala-gejala sakit, bukan sakit itu sendiri. Namun karena kebangkrutannya dalam dunia "nilai-nilai" yang dengannyakehidupan manusia dapat berkembang dengan perkembangan yang sehat, dan meningkat ke arah yanglebih baik. Ha ini amat jelas tampak di dunia Barat, yang tidak lagi dapat memberikan panutan "nilai-nilai" bagi umat manusia. Bahkan ia tidak lagi memiliki justifikasi yang memuaskan bagi dirinyasendiri untuk terus berhak tampil di dunia. Setelah Demokrasi di sana telah berakhir ke dalam suatukebangkrutan, karena ia mulai meminjam --secara perlahan-- dan mengadopsi sistem yang dianut oleh blok Timur, terutama dalam sistem ekonomi! Di bawah nama Sosialisme!Demikian juga halnya dengan blok Timur sendiri. Teori-teori sosial, terutama Marxisme, yang padaawalnya telah membius banyak orang di Timur --juga di Barat-- dengan melihatnya sebagai aliran pemikiran yang mengandung unsur ideologi yang menjanjikan, kini telah amat mundur dari segi'pemikiran', dengan jelas. Sehingga hampir hanya terpusat pada konsep 'negara' dan perangkat pendukungnya. Yang berarti telah amat menjauh dari dasar-dasar aliran pemikiran ini. Secara umum ia bertentangan dengan fithrah manusia dan kebutuhan-kebutuhannya. Sehingga ia hanya dapat hidup dilingkungan sosial yang kacau dan hancur! Atau lingkungan yang sebelumnya dikuasai oleh sistemdiktator dalam waktu yang lama! Bahkan dalam lingkungan sosial seperti itu pun, Marxisme telahmempertontonkan kegagalan material-ekonominya. Seperti yang diperlihatkan oleh Prusia --sebuahcontoh masyarakat yang mengaplikasikan sistem komunisme-- yang mengalami kekurangan bahan pangan, padahal sebelumnya produk pangannya selalu surplus, hingga pada masa kekaisaran sekalipun.Akibanya ia harus mengimpor gandum dan bahan-bahan pangan dari negara lain. Dan menjualsimpanan emasnya untuk membeli bahan pangan yang mereka butuhkan. Hal tersebut terjadi karenakegagalan perkebunan komunis yang mereka laksanakan, dan gagalnya sistem yang mereka anut, yang bertentangan dengan fithrah dasar manusia.Oleh karena itu, umat manusia memerlukan kepemimpinan yang baru!Kepemimpinan orang Barat terhadap umat manusia hampir berakhir masanya. Bukan karena peradabanBarat telah bangkrut secara material, atau melemah dari segi kekuatan ekonomi dan militer. Namun,sistem barat telah berakhir perannya, karena ia tidak lagi memiliki kekayaan 'nilai-nilai' yangmembuatnya layak untuk memimpin.Umat manusia memerlukan kepemimpinan yang mampu mempertahankan dan mengembangkan peradaban material yang telah dicapai oleh umat manusia saat ini, melalui kejeniusan Eropa dalammenciptakan kreasi material, dan mamu memberikan umat manusia nilai-nilai baru yang serius dansempurna --dibandingkan dengan apa yang dikenal sebelumnya oleh umat manusia-- dan denganmanhaj yang genuine, positif dan realistis sekaligus. Islam sajalah yang memiliki nilai-nilai dan manhajtersebut.Kebangkitan ilmu pengetahuan telah menjalankan perannya. Yang dimulai bersamaan dengan erarenaissance pada abad ke enam belas, dan mencapai puncaknya pada masa abad delapan belas dansembilan belas. Namun ia tidak lagi memiliki kekayaan itu lagi.Demikian juga dengan "nasionalisme" yang timbul pada masa itu, dan perkumpulan masyarakat lokal,
 
telah menjalankan perannya selama masa itu. Namun dia juga tidak lagi memiliki kekayaan yang baruuntuk diberikan kepada umat manusia. Kemudian sistem individualisme dan komunisme juga gagal.Maka datanglah masanya bagi Islam dan umat Islam untuk berperan, pada saat umat manusia sedangamat membutuhkan, kebingungan dan mengalami kekacauan. Datanglah masa peran kepemimpinanIslam, yang tidak mengingkari kreatifitas material di bumi, karena ia melihatnya sebagai tugasmanusia, semenjak Allah SWT memberikan amanah kekhalifahan di atas muka bumi kepadanya. Danmenilainya --dengan syarat-syarat khusus-- sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT, dan suatu usahauntuk mencapai tujuan keberadaan manusia di muka bumi ini."Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Al Baqarah: 30"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku."Adz Dzaariyaat: 56datanglah masa berperannya "umat Islam" untuk mewujudkan kehendak Allah SWT dalam pengutusanmereka kepada manusia:"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yangma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah." Ali Imran: 110"Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad)menjadi saksi atas (perbuatan) kamu." Al Baqarah: 143.* * *Tetapi Islam tidak dapat menjalankan perannya kecuali jika ia telah terwujudkan dalam suatumasyarakat, atau umat. Karena manusia tidak mau mendengarkan suatu aqidah yang berisi ajaransemata, yang tidak mempunyai bukti realistis dalam kehidupan nyata. Sementara keberadaan "UmatIslam" bisa dikatakan telah terputus semenjak beberapa abad yang lalu. Umat Islam bukanlah 'tanah'tempat hidupnya Islam. Ia juga bukan. 'bangsa' yang nenek-moyang mereka, pada beberapa abad yanglalu dalam sejarah, hidup dengan sistem Islam. Namun "umat Islam" adalah sekelompok manusia yangkehidupan mereka, gambaran hidup, sistem, nilai dan ukuran-ukuran mereka seluruhnya bersumber dari manhaj Islam. Umat ini, dengan karakteristik seperti ini, telah punah semenjak terputushnya penegakan hukum dengan syari'at Allah dari seluruh muka bumi.Kita harus 'mewujudkan kembali' keberadaan 'umat' ini, sehingga Islam dapat menjalankan perannyayang ditunggu-tunggu dalam memimpin manusia, sekali lagi.Kita harus 'membangkitkan' umat itu, yang telah tertutupi oleh perjalanan berbagai generasi, pandanganhidup, kondisi yang selalu berubah, sistem-sistem yang beragam, yang tidak memiliki hubungan samasekali dengan Islam, juga dengan manhaj Islam. Meskipun tetap ada mengklaim bahwa ia masih berdiridalam apa yang dinamakan dengan 'Dunia Islam'!Aku mengetahui bahwa jarak antara usaha untuk 'membangkitkan' dengan masa penyerahan 'tampuk kepemimpinan' itu masih jauh sekali. Karena umat Islam telah punah dari 'wujud'nya dan dari'pandangan mata' semenjak lama. Sementara kepemimpinan manusia telah dipegang oleh pemikiranlain, bangsa lain, pandangan hidup yang lain, dan dengan bentuk yang lain, dalam masa yang lama.Kreatifitas Eropa pada masa itu telah menciptakan kekayaan yang besar dalam bentuk 'ilmu pengetahuan', 'budaya', 'sistem' dan 'produk material'. Ini adalah capaian yang besar, yang membawamanusia ke puncaknya. Sehingga untuk menggantikan peran tersebut tentulah tidak mudah. Apalagi
 
apa yang dinamakan dengan 'dunia Islam' hampir bisa dikatakan masih kosong dari capaian-capaianseperti itu! Namun demikian, meskipun kondisinya demikian, kita tetap harus menguasakan 'kebangkitan Islam',sejauh apapun jarak yang merentang antara usaha pembangkitan dengan masa penyerahan tampuk kekuasaan kepemimpinan manusia. Usaha untuk membangkitan Islam kembali adalah langkah pertamayang tidak mungkin diabaikan!* * *Agar usaha kita ini menjadi jelas, pertama kita harus mengetahui --dengan pasti--kemampuan-kemampuan umat ini untuk memimpin manusia. Agar kita tidak salah menilai unsur-unsurnya yangdiperlukan dalam usaha pembangkitan yang pertama.Umat ini, saat ini, tiak mampu --dan ia tidak dituntut-- untuk mengajukan suatu kemajuan luar biasadalam bidang kreasi material, yang membuat orang lain menjadi tunduk, dan mampu mendesakkankepemimpinan internasionalnya dari sisi ini. Kejeniusan Eropa telah mendahului kemajuan dalam bidang ini dalam bentuk yang amat maju dan luas. Sehingga diperkirakan, dalam beberapa abadmendatang, kemajuan materialnya belum ada yang dapat menandinginya!.Oleh karena itu, kita harus menengok sisi lainnya! Yaitu sisi yang dibutuhkan dan tidak dimiliki oleh peradaban ini!Ini tidak berarti bahwa kita menafikan kreatifitas material. Karena merupakan suatu kewajiban bagikita untuk mengusahakan capaian dalam bidang itu. Namun bukan suatu capaian yang kita andalkanuntuk maju menjadi pemimpin umat manusia pada era kontemporer ini. Yang kita usahakan capaidalam bidang itu adalah sekadar kemampuan dasar yang dibutuhkan bagi keberadaan kita. Demikian juga sebagai kewajiban yang diharuskan oleh 'weltanschauung Islam", yang memberikan amanahkekhalifahan di atas muka bumi kepada manusia, dan mejadikan hal itu --dengan syarat tertentu--sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT, serta sebagai usaha untuk mewujudkan tujuan keberadaanmanusia.Dengan demikian, kita harus mengajukan sisi lain --selain kreatifitas material-- dan itu tidak lain adalah"'aqidah" dan "manhaj" Islam yang memberikan kemungkinan bagi manusia untuk mempertahankancapaian kejeniusan materialnya, di bawah pengawasan konsep yang memenuhi kebutuhan fithrahmanusia dan kreatifitas material. Juga kita harus mengusahakan terlebih dahulu agar aqidah sertamanhaj itu terwujudkan dalam kelompok manusia, atau dengan kata lain dalam masyarakat Islam.* * *Dunia saat ini, seluruhnya hidup dalam "kejahiliahan", dari segi dasar yang menjadi landasan pokok unsur-unsur kehidupan dan sistem-sistemnya. Kejahiliahan yang sama sekali tidak tergoyahkan olehkemudahan-kemudahan yang dihasilkan oleh capaian-capaian material dan produk kreatifitas yangmengagumkan ini!Kejahiliahan ini berpijak pada pelanggaran terhadap kekuasaan Allah SWT di atas muka bumi,khususnya adalah tentang Uluhiyah, yaitu al Hakimiah (otoritas kekuasaan). Mereka menisbahkanotoritas kekuasaan ini kepada manusia. Sehingga sebagian dari mereka menjadikan sebagian yang lainsebagai tuhan. Bukan dalam bentuk primitif yang sederhana, yang dikenal dalama kejahiliahan zamanlampau, namun dalam bentuk klaim keberhakkan menciptakan pandangan hidup, nilai-nilai, hukum,undang-undang, sistem dan institusi yang steril dari manhaj Allah SWT bagi kehidupan ini, dan dalamhal yang tidak diizinkan oleh Allah SWT. Padahal, penistaan "umat manusia" secara umum yang terjadi pada sistem Komunisme, serta kezaliman yang menimpa "individu" dan bangsa-bangsa yang dilakukanoleh kekuasaan kapital dan kolonial dalam sistem "Kapitalisme", semua itu adalah hasil dari

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Nabila34 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->