Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
59Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pornografi dan Dampaknya

Pornografi dan Dampaknya

Ratings: (0)|Views: 6,357 |Likes:

More info:

Published by: Hidayatullah bin H.Te'an on May 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as ODT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2013

pdf

text

original

 
May 7th, 2008
Pendahuluan
Indonesia terkenal sebagai negara yang sopan, ramah dan religius. Ternyata gelaran itu hanyaomong kosong! Kita menempati rekor sebagai negara terkorup dengan tingkat pendidikan 112 dari 176negara didunia. Kini kitapun menempati rangking kedua sebagai negara paling memberikan kebebesan pornografi di dunia.Ketua Presidium Aliansi Masyarakat Anti-Pornografi dan Pornoaksi, Dra Hj Juniwati T MasjchunSyofwan (hidayatullah.com) mengungkapkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pornografi diIndonesia merupakan urutan kedua di dunia setelah Swedia. Kondisi ini dipicu karena hasil keuntungandari penayangan pornografi melalui media cetak dan elektornik lebih besar dari usaha dagang padaumumnya, sehingga orang makin tergiur untuk melakukannya demi mendapatkan keuntungan sesaat,”Sementara itu para penentang pornografi di Indonesia saat ini menghadapi kapitalisme tingkat tinggi,sementara tayangan porno dan gambar-gambar porno malah menjadi budaya yang premisif dandampaknya sangat luar biasa terhadap moral dan budaya bangsa. Lebih parahnya ada gambar-gambar  porno yang diberikan secara gratis ke sekolah- sekolah dengan tujuan merusak moral generasi muda.Sangking sudah permisifnya dan rancunya masalah pornografi ini ada pihak yang pro terhadap pornografi malah menilai bahwa pelarangan terhadap berbagai tayangan pornografi telah melanggar HAM, padahal HAM juga ada kaitannya dengan kewajiban dan setiap orang juga harus ingat hak oranglain. 
Pengertian
Pengertian pornografi dan pornoaksi kini menjadi sengketa, seolah sudah tidak jelas mana yang hak dan benar. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya karena mendefinisikan sesuatu berdasarkan akaldan rasa semata tanpa melibatkan standar penentu kebenaran, yaitu agama.Pengertian menurut sosiologis pornografi tidak terlepas dari pengertian kebiasaan atau adat. Pengertianini menjadikan aurat menjadi berubah-ubah sesuai dengan siatuasi dan kondisi.Menurut agama menampakan dada bagian atas wanita di muka umum adalah biasa dan lumrah bahkanseni, tetapi jelas terlarang menurut Islam. Menurut fakta antropologis terlihatnya aurat adalah bagiandari budaya gerak dan budaya manusiawi. Koteka misalnya adalah fakta budaya yang perludilestarikan, demikian pula dengan goyangan tari tayuban atau goyangan dangdut gaya “inulfluensa”adalah nilai-nilai budi daya kreasi manusia.Menurut psikologis setiap wanita adalah bersifat instingtif untuk menunjukkan lekuk tubuh, gemulaitubuh dan bangga akan kecantikannya, dan itu katanya adalah wajar dan kebutuhan psikologisnyademikian. Namun semua defenisi dan pengertian di atas bertentangan dengan syariat.Pertanyaannya apakah mau mengikuti defenisi sosiologis, antropologis dan psikologis yang boleh jadi bertentangan dengan pengertian Pencipta manusia, alam dan kehidupan yang maha tahu, ataukahmengikuti defenisi ulama syareat Allah?Sebagai seorang muslim wajib untuk mendahulukan pengertian sesuatu (semisal aurat dan pornografi)menurut syariat dan bukan dengan selainnya sebagaimana qoidah mengatakan:
 
 
ىعرشلا يلدلبُد ُّ يقتلا ءياو فا ف  ُ صا 
 Hukum asal perbuatan dan perkarabenda terikat oleh dalil syariat (Islam”
 Tidak ada perbuatan yang bebas dari syari’at demikian juga berkatian dengan penggunaankebendaan
هطخسا م  ر َّ شلا ناو ه ُ لا ضا م  ر َ يخلا نا 
“Sesungguhnya sesuatu dikatakan kebaikan adalah apa yang diridhoi Allah, dan apa yang dikatakankeburukan adalah apa yang Allah membencinya”
Tidak ada definisi perbuatan baik atau buruk kecuali dari defenisi syar’i, bukan pendapat akal(apalagi akal orang yang anti syareat) ataupun adat:
ُرشلا هح ّ  م ه َّ قلاوُرشلا ه ّ  م حلا نا 
Sesungguhnya sesuatu dikatakan terouji adalah apa yang terpuji menurut syara‘, dan apa yang dikatakan tercela adalah apa yang tercela menurut syariat (islam)”
 Tidak ada definisi terpuji atau tercela kecuali dari defenisi syar’I, bukan pendapat akal ataupunmenurut umumnyaPengertian pornografi tidak terlepas dari makna Aurat, yakni bagian tubuh manusia yang harusditutupi (tidak boleh kelihatan), kemaluan, organ-organ seks. Sedangkan erotisme berarti berkenaandengan seks dan rangsangan birahi. Dari dua batasan tersebut, maka pornografi, pornoaksi danerotisme, sangat terkait erat dengan pamer aurat dan rangsangan birahi.Banyak pihak mempertanyakan batasan aurat dan erotisme tersebut, terutama dari kalangan orang yangyang awam atau pura-pura awam terhadap nilai-nilai Islam, atau mereka yang menjadikan standar atau barometer banyak hal dengan rasio atau otak (rasionalis) dan rasa (hedonis) tentu saja menjadi tidak  jelas alias kabur, karena pikiran dan perasaan manusia tidak sama. Sesuatu yang dinilai baik oleh pikiran dan perasaan seseorang belum tentu baik menurut pikiran dan perasaan orang lain. Islamsebagai agama Allah telah memberi batasan yang jelas tentang aurat, khususnya aurat wanita yaknisekujur tubuh kecuali wajah dan tangan sampai pergelangan sepeti dinyatakan Nabi Saw kepada St.Asma binti Abi Bakar dalam riwayat Abu Dawud.Bahkan dalam hadits riwayat Muslim, Nabi Saw mengultimatum, orang yang berbaju tapi auratnyakelihatan, misalnya karena kainnya yang tipis atau kainnya yang minim, mereka kelak di akhirat
 
termasuk kelompok orang yang masuk neraka, bahkan tidak akan mencium wangi surga.Dalam Al-Qur’an surat al Baqarah 204-205 Allah mengingatkan hancurnya sebuah tatanan ummat,yang dilakuan oleh kaum munafiq atau Islamophobia antara lain melalui pengrusakan wanita (
 Al- Hartsa
) dan generasi muda (
 An-Nasla
).
Peranan Media bermahzab Hedonis
Pornografi berkembang lebih dahsyat ketika ia menjadi komoditas dan industri hiburan dan rekreasi.Dengan dalih kebebsan dan ekspresi mereka membuat berbagai tayangan dan model hiburan yangmengekploitas seks mulai dari seks anak-naka, hingga kartun dan juga humor seks. Hal ini dapat kitasaksiakn dalam berbagai iklan, sinetron, film, musik, lawak, nyanyian dan tarian. Semuanya secaraseempak mengeklpoistasi seks sebagai media katarisis dorongan syahwat.Media ini digerakkan oleh kaum kapitalis bermahzab hedonis yang materialistik. Suatu saat tertentumereka menyangkan kegiatan bermoral semata-mata demi kucuran uang melalui rating pemirsa. Namun hampir sebagian besar acara tayangan hiburannya tidak mampu mencegah ekploitasi seks.Dengan dalaih kreativitas dan seni atau dengan dalih kebebasan dan persaingan media mereka jor- joran menyayangkan (maaf!) pantat di depan kamera. Mereka baru berhenti setelah didemo, dirusak atau dimaki-maki oleh massa. Suatu sikap bebal yang keterlaluan.Pornografi sudah sangat meresahkan padahal negara ini berdasarkan Pancasila dan berketuhanan yangdilengkapi dengan hukum adat, agama, dan aturan di dunia. Upaya menghentikannya pun juga tidak gampang, sebab ada produser yang membuat program seperti itu walaupun tayangan seperti itu telahdiredam oleh Komunitas Anti Pornografi di Jakarta.Secara moral, tanggung jawab seorang produser atau penayang dituntut agar memilih tayangan yangterbaik bagi masyarakat, sebab pornografi tidak saja merusak moral juga kepribadian dan dampak lainnya adalah menimbulkan berbagai penyakit akibat pergaulan bebas. Lebih jauh menurut agama
definisi pornografi itu sudah jelas adalah segala sesuatu gambar dan visualisasi yang diarahkan untuk merangsang nafsu seksual sementara aksi pornografi adalah gerakan-gerakan melalui tarian dan penampilan kesenian lainnya yang merangsang munculnya nafsu seksual 
.“Pemerintah bersama DPR memang dapat saja melahirkan UU pemberantasan tindak pidana pronografiitu namun kalau a peran masyarakat tidak mengawasi pelaksanaan UU tersebut, kaum borjuis, hedoniskapitalis materialis akan berjuang habis-habisan mengeksploitasi ghairah bawaan yakni insting seskual.Meski kegiatan pornografi dan pronoaksi terbilang sangat parah, media TV bahkan secara sengajamenampilkan beberapa acara yang sangat identik dengan seks dan erotisme.Ada kecenderungan kuat para Sutradara film, produsen iklan, pemimpin media mengeksploitasi auratwanita sebagai bagian yang sangat mencolok untuk menarik perhatian yang ujung-ujungnya mengeruk keuntungan materi, dengan mengabaikan tanggung jawab moral.Manusia diciptakan oleh Allah dengan naluri kecintaan kepada harta, kecintaan lelaki kepada wanita,dan sebaliknya, seperti diisyaratkan dalam QS. Ali Imran 14. Manusia juga ditakdirkan punya musuhyang sangat berbahaya yang akan menjerumuskannya ke lembah kehinaan dan kenistaan, baik di duniaterutama di akhirat, yakni syetan atau iblis, syetan berusaha menggunakan harta dan wanita sebagai alatmemenuhi target dan obsesinya memperbanyak teman di neraka kelak.Dalam hadits riwayat At-Tirmidzi Nabi Saw mengingatkan bahwa wanita ketika menghadap dan ataumembelakangi sering dijadikan alat syetan untuk menggoda kaum lelaki. Sementara cara mendapatkanharta, menggunakannya dan menahan kewajiban yang harus dikeluarkan dalambentuk zakat, infaq, dansedekah, merupakan strategi lain untuk menjerumuskan manusia.

Activity (59)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ai Siti Rahmah liked this
amskum@yahoo.com liked this
amskum@yahoo.com liked this
apaapaapa101010 liked this
Elin Iok liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->