termasuk kelompok orang yang masuk neraka, bahkan tidak akan mencium wangi surga.Dalam Al-Qur’an surat al Baqarah 204-205 Allah mengingatkan hancurnya sebuah tatanan ummat,yang dilakuan oleh kaum munafiq atau Islamophobia antara lain melalui pengrusakan wanita (
Al- Hartsa
) dan generasi muda (
An-Nasla
).
Peranan Media bermahzab Hedonis
Pornografi berkembang lebih dahsyat ketika ia menjadi komoditas dan industri hiburan dan rekreasi.Dengan dalih kebebsan dan ekspresi mereka membuat berbagai tayangan dan model hiburan yangmengekploitas seks mulai dari seks anak-naka, hingga kartun dan juga humor seks. Hal ini dapat kitasaksiakn dalam berbagai iklan, sinetron, film, musik, lawak, nyanyian dan tarian. Semuanya secaraseempak mengeklpoistasi seks sebagai media katarisis dorongan syahwat.Media ini digerakkan oleh kaum kapitalis bermahzab hedonis yang materialistik. Suatu saat tertentumereka menyangkan kegiatan bermoral semata-mata demi kucuran uang melalui rating pemirsa. Namun hampir sebagian besar acara tayangan hiburannya tidak mampu mencegah ekploitasi seks.Dengan dalaih kreativitas dan seni atau dengan dalih kebebasan dan persaingan media mereka jor- joran menyayangkan (maaf!) pantat di depan kamera. Mereka baru berhenti setelah didemo, dirusak atau dimaki-maki oleh massa. Suatu sikap bebal yang keterlaluan.Pornografi sudah sangat meresahkan padahal negara ini berdasarkan Pancasila dan berketuhanan yangdilengkapi dengan hukum adat, agama, dan aturan di dunia. Upaya menghentikannya pun juga tidak gampang, sebab ada produser yang membuat program seperti itu walaupun tayangan seperti itu telahdiredam oleh Komunitas Anti Pornografi di Jakarta.Secara moral, tanggung jawab seorang produser atau penayang dituntut agar memilih tayangan yangterbaik bagi masyarakat, sebab pornografi tidak saja merusak moral juga kepribadian dan dampak lainnya adalah menimbulkan berbagai penyakit akibat pergaulan bebas. Lebih jauh menurut agama
definisi pornografi itu sudah jelas adalah segala sesuatu gambar dan visualisasi yang diarahkan untuk merangsang nafsu seksual sementara aksi pornografi adalah gerakan-gerakan melalui tarian dan penampilan kesenian lainnya yang merangsang munculnya nafsu seksual
.“Pemerintah bersama DPR memang dapat saja melahirkan UU pemberantasan tindak pidana pronografiitu namun kalau a peran masyarakat tidak mengawasi pelaksanaan UU tersebut, kaum borjuis, hedoniskapitalis materialis akan berjuang habis-habisan mengeksploitasi ghairah bawaan yakni insting seskual.Meski kegiatan pornografi dan pronoaksi terbilang sangat parah, media TV bahkan secara sengajamenampilkan beberapa acara yang sangat identik dengan seks dan erotisme.Ada kecenderungan kuat para Sutradara film, produsen iklan, pemimpin media mengeksploitasi auratwanita sebagai bagian yang sangat mencolok untuk menarik perhatian yang ujung-ujungnya mengeruk keuntungan materi, dengan mengabaikan tanggung jawab moral.Manusia diciptakan oleh Allah dengan naluri kecintaan kepada harta, kecintaan lelaki kepada wanita,dan sebaliknya, seperti diisyaratkan dalam QS. Ali Imran 14. Manusia juga ditakdirkan punya musuhyang sangat berbahaya yang akan menjerumuskannya ke lembah kehinaan dan kenistaan, baik di duniaterutama di akhirat, yakni syetan atau iblis, syetan berusaha menggunakan harta dan wanita sebagai alatmemenuhi target dan obsesinya memperbanyak teman di neraka kelak.Dalam hadits riwayat At-Tirmidzi Nabi Saw mengingatkan bahwa wanita ketika menghadap dan ataumembelakangi sering dijadikan alat syetan untuk menggoda kaum lelaki. Sementara cara mendapatkanharta, menggunakannya dan menahan kewajiban yang harus dikeluarkan dalambentuk zakat, infaq, dansedekah, merupakan strategi lain untuk menjerumuskan manusia.
Add a Comment
forgethiroleft a comment