Di Afrika yang kering dipakai sustem ini, terasisasi dipakai untuk distribusi air.
[sunting] Pengalaman Penerapan Jenis Irigasi Khusus
[sunting] Irigasi Pasang-Surut di Sumatera, Kalimantan, dan Papua
Dengan memanfaatkan pasang-surut air di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Papuadikenal apa yang dinamakan Irigasi Pasang-Surat (Tidal Irrigation). Teknologi yangditerapkan di sini adalah: pemanfaatan lahan pertanian di dataran rendah dan daerahrawa-rawa, di mana air diperoleh dari sungai pasang-surut di mana pada waktu pasang air dimanfaatkan. Di sini dalam dua minggu diperoleh 4 sampai 5 waktu pada air pasang.Teknologi ini telah dikenal sejak Abad XIX. Pada waktu itu pendatang di Pulau Sumateramemanfaatkan rawa sebagai kebun kelapa. Di Indonesia terdapat 5,6 juta Ha dari 34 Hayang ada cocok untuk dikembangkan. Hal ini bisa dihubungkan dengan pengalamanJepang di Wilayah Sungai Chikugo untuk wilayah Kyushu, di mana di sana dikenaldengan sistem irigasi
Ao-Shunsui
yang mirip.
[sunting] Irigasi Tanah Kering atau Irigasi Tetes
Di lahan kering, air sangat langka dan pemanfaatannya harus efisien. Jumlah air irigasiyang diberikan ditetapkan berdasarkan kebutuhan tanaman, kemampuan tanah memegangair, serta sarana irigasi yang tersedia.Ada beberapa sistem irigasi untuk tanah kering, yaitu:
•
(1) irigasi tetes (drip irrigation),
•
(2) irigasi curah (sprinkler irrigation),
•
(3) irigasi saluran terbuka (open ditch irrigation), dan
•
(4) irigasi bawah permukaan (subsurface irrigation).Untuk penggunaan air yang efisien, irigasi tetes[3]merupakan salah satu alternatif. Misalsistem irigasi tetes adalah pada tanaman cabai.Ketersediaan sumber air irigasi sangat penting. Salah satu upaya mencari potensi sumber air irigasi adalah dengan melakukan deteksi air bawah permukaan (groundwater) melalui pemetaan karakteristik air bawah tanah. Cara ini dapat memberikan informasi mengenaisebaran, volume dan kedalaman sumber air untuk mengembangkan irigasi suplemen.Deteksi air bawah permukaan dapat dilakukan dengan menggunakan Terameter.
[sunting] Pengalaman Sistem Irigasi Pertanian di Niigata Jepang
Sistem Irigasi Pertanian milik Mr. Nobutoshi Ikezu di Niigata Prefecture. Di sini terlihatadanya manajemen persediaan air yang cukup pada pengelolaan pertaniannya. Sekitar 3km dari tempat tersebut tedapat sungai besar yang debit airnya cukup dan tidak berlebih.