Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
137Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Imobilisasi pada Geriatri dan berbagai komplikasinya

Imobilisasi pada Geriatri dan berbagai komplikasinya

Ratings: (0)|Views: 4,955 |Likes:
Published by Sari Mustikaningrum

More info:

Published by: Sari Mustikaningrum on Apr 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2013

pdf

text

original

 
LAPORAN KELOMPOK BLOK XXII GERIATRISKENARIO 3
IMOBILISASI PADA LANSIA DAN BERBAGAI KOMPLIKASINYAOleh:Kelompok 13
Anisa Nindiasari G0007038Ari Revianto G0007040Ariesia Dewi C. G0007042Berty G0007044Billy Joe G0007046Brigitta Devi A. H. G0007048Sari Mustikaningrum G0007154Shabrina Nur Zidny G0007156Sisilia Fitria Purnaningrum G0007158Sunarto G0007160Titisari Khoiria Qodriani G0007162
Nama Tutor: Dra. Endang Sahir, M.Sc., A. And.PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARETSURAKARTA2010
 
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah
Imobilisasi didefinisikan sebagai keadaan tidak bergerak atau tirah baringselama lebih dari 3 hari, dengan gerak anatomik tubuh menghilang akibat perubahanfisiologik. Imobilisasi merupakan salah satu masalah yang cukup besar di bidanggeriatri yang timbul sebagai akibat penyakit atau masalah psikososial yang diderita. Diruang rawat inap geriatri RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta pada tahun 2000didapatkan prevalensi imobilisasi sebesar 33,6% dan pada tahun 2001 sebesar 31,5%(Setiati dan Roosheroe, 2007).Imobilisasi dapat menimbulkan komplikasi yang akan memperberat kondisi pasien, memperlambat proses penyembuhan, serta dapat menyebabkan kematian. Olehkarena itu, penting bagi para mahasiswa kedokteran untuk memahami berbagai halmengenai imobilisasi dan komplikasi yang ditimbulkannya. Penulisan laporan inidiharapkan dapat membantu penulis dan mahasiswa kedokteran pada umumnya untuk memahami berbagai aspek yang menjadi tujuan pembelajaran dalam blok geriatridengan skenario sebagai
trigger 
.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, didapatkan rumusan masalah :1.Perubahan-perubahan apa saja yang terjadi pada usia lanjut?2.Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan imobilisasi pada usia lanjut?3.Apa saja komplikasi yang timbul pada pasien imobilisasi?4.Bagaimana mekanisme timbulnya dekubitus pada usia lanjut?5.Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan timbulnya dekubitus pada usia lanjut?6.Bagaimana patofisiologi timbulnya gejala dan tanda yang terjadi pada pasien?7.Bagaimana interpretasi hasil pemeriksaan fisik, laboratorium, dan rontgen pasien?8.Apa indikasi diberikannya terapi oksigenasi, antibiotik dan terapi cairan pada pasien?9.Bagaimana upaya penatalakanaan dan pencegahan penyakit pasien?10.Rehabilitasi medik apa yang diberikan pada pasien?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan laporan ini antara lain :1.Memperoleh informasi yang akurat tentang status kesehatan geriatri.
 
2.Melakukan pemeriksaan klinis pada geriatri.3.Menyusun data dari gejala, pemeriksaan fisik prosedur klinis dan pemeriksaanlaboratorium.4.Melakukan penatalaksanaan kasus penyakit geriatri5.Merancang manajemen penyakit geriatri.6.Merancang tindakan pencegahan penyakit geriatri dengan mempertimbangkanfaktor pencetusnya.
D. Skenario
Seorang wanita geriatri usia 80 tahun dibawa anaknya ke IGD RS Moewardikarena hanya tidur-tiduran saja selama 2 minggu ini. Sejak 5 hari yang lalu, penderitasulit buang air besar (BAB) dan makan hanya sedikit. Pasien kemudian dirawat di rumahanaknya, pasien semakin tampak lemas dan tidak mau makan sama sekali. Pasien batuk 3 minggu yang lalu. Batuk berdahak, tidak berdarah, tidak demam, dan tidak didapatkannyeri dada. Kemudian sejak satu hari yang lalu, pasien gelisah dan tampak bingung.Dari hasil pemeriksaan didapatkan GCS 7, E3M2V2, tekanan darah 120/70mmHg,
respiration rate
(RR) 30 kali per menit, suhu (T) 36°C,
heart rate
(HR) 108 kali per menit. Pada pemeriksaan paru sebelah kanan didapatkan ronkhi basah kasar, suaradasar bronkial, dan fremitus raba meningkat. Tampak luka pada punggung bawah berukuran 4 x 5 cm dengan dasar luka kemerahan. Skor Norton 9. Hasil pemeriksaanlaboratorium : Lekosit 7.500. Foto thoraks menunjukkan kesuraman homogen pada parusebelah kanan.Di UGD diberikan oksigenasi, antibiotik dan terapi cairan. Kemudian dirawat diruang perawatan geriatri dengan medikasi dan kasur dekubitus. Direncanakan konsul kerehabilitasi medik.
E. Hipotesis
Pasien dalam skenario mengalami imobilisasi dengan komplikasi berupadekubitus dan pneumonia.

Activity (137)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
pipimseptiana liked this
Tiara Ledita liked this
Tiara Ledita liked this
Muhar Randi liked this
Naff Like Zai liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->