Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
87Activity

Table Of Contents

A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan;
D. Signifikansi penelitian
E. Kajian Pustaka
F. Kerangka Konseptual
KERANGKA KONSEPTUAL
G. Metodelogi
A.Lokasi dan Keadaan Geografis
B. Penduduk Dan Latar Belakang Sejarahnya
Tabel : Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
NO. Lapangan Usaha TH. 2004 TH. 2005
C. Kehidupan Sosial dan Keagamaan
1. Kehidupan Sosial
NO Agama yang dianut Prosentase
Tabel Lembaga Pendidikan Agama
NO Nama Tingkat Pendidikan Jumlah Jumlah Murid
A. Sejarah dan Perkembangan Pondok Pesantren
Pesantren di Banten
B. Kondisi dan Tipelogi Pondok Pesantren
Kecamatan Cilegon
Ponpes Kiyai Pendiri Tahun Jumlah Santri
4. Ashohabah KH. Mastur Hanan 1969 130 orang
Kecamatan Ciwandan
3. Miftahul Huda KH.Abdul Hadi 1974 170 orang
7. Al- I’Anah KH. Hasun Alihan 1970 190 orang
Kecamatan Purwakarta
3. Bani al-Qamar KH.Hasbullah 1998 175 orang
Kecamatan Citangkil
Ponpes Kiyai Pendiri Tahun Jumlah santri
Kecamatan Cibeber
2. Annahdliyyin KH. Chaerudin R.1985 265 orang
5. Bani Lathif KH. Abdul Lathif1950 154 orang
Kecamatan Gerogol
Ponpes Kiyai Pendiri Tahun Jumlah Santri
2. Al-Munawwaroh KH. Hilman Isma’il1998 110 orang
Kecamatan Jombang
Kecamatan Pulomerak
Ponpes Kiyai Pendiri Tahun Jumlah santri
C. Tradisi dan Nilai-Nilai Pondok Pesantren
A. Peran Pendidikan
B. Peran Sosial Kemasyarakatan
C. Peran Spiritual Keagamaan dan Dakwah
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran-Saran
DAFTAR PUSTAKA
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PONDOK PESANTREN TRADISIONAL

PONDOK PESANTREN TRADISIONAL

Ratings: (0)|Views: 19,805|Likes:
Published by JAMRIDAFRIZAL
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Nusantara. Dalam sejarah perkembangannya pondok pesantren memiliki peranan yang sangat besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Pondok pesantren telah membuktikan eksistensi dan kiprahnya menjadi dinamisator dalam setiap proses perjuangan dan pembangunan bangsa. Kiprahnya tidak hanya sebatas sebagai lembaga pendidikan, namun juga merupakan lembaga perjuangan, lembaga sosial, ekonomi, lembaga spiritual keagaman dan dakwah.
Sejarah perjuangan masyarakat Banten khusunya tidak bisa dilepaskan dari peran-peran lembaga pondok pesantren. Eksistensi pondok pesantren di Banten menampakan peranannya dalam berbagai peristiwa sejarah sosialisasi Islam bahkan dalam transformasi kekuasaan di Banten. Koinsidensi pondok pesantren dalam berbagai peristiwa tersebut menjadikan Banten menjadi salah satu pusat kekuasaan Islam di Nusantra yang memiliki ciri keislaman yang kuat “fanatik”. Pondok pesantren dengan kiyai sebagai tokohnya menjadi pioneer dalam berbagai aspek kehidupan di Masyarakat, khususnya di daerah Banten dan sekitarnya
Seiring dengan terjadinya perubahan sosial dan modernisasi di segala bidang salah satunya modernisasi di bidang pendidikan, sudah barang tentu berpengaruh terhadap keberadaan lembaga pendidikan Islam tradisional seperti pondok pesantren. Di samping itu juga Banten dan Cilegon khusunya dijadikan sebagai kota Industri, di mana mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari keberadaan industri, baik sebagai karyawan, pedagang dan jasa. Dengan kondisi demikian maka secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap eksistensi, dinamika dan peran pondok pesantren tradisional khusunya di Kota Cilegon.
Untuk itu penelitian ini bermaksud mengetahui kondisi demikian secara mendalam dan komprehensif tentang bagaimana eksistensi dan peran pondok pesantren tradisional dalam pembangunan masyarakat kota Industri, dengan menggunakan pendekatan sosiologis dan historis. Adapun metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan pengumpulan data dan analisa data.
Dengan meneliti enam pondok pesantren tradisional di Kota Cilegon dapat disimpulkan bahwa pondok pesantren tradisional masih tetap eksis di Kota industri ini dengan jumlah yang berimbang dengan pesantren kombinasi, dengan kiyai sebagai figur sentral pesantren yang tetap menjadi pioneer dan rujukan bagi kehidupan masyarakat sekitarnya khusunya dalam bidang keagamaan dan kemasyarakatan , di samping itu pondok pesantren tetap memiliki peran yang besar bagi pembangunan masyarakat di Kota Industri di antaranya ; peran pendidikan, peran dalam bidang sosial dan keagamaan, peran dalam bidang dakwah dan spiritual.


Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Nusantara. Dalam sejarah perkembangannya pondok pesantren memiliki peranan yang sangat besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Pondok pesantren telah membuktikan eksistensi dan kiprahnya menjadi dinamisator dalam setiap proses perjuangan dan pembangunan bangsa. Kiprahnya tidak hanya sebatas sebagai lembaga pendidikan, namun juga merupakan lembaga perjuangan, lembaga sosial, ekonomi, lembaga spiritual keagaman dan dakwah.
Sejarah perjuangan masyarakat Banten khusunya tidak bisa dilepaskan dari peran-peran lembaga pondok pesantren. Eksistensi pondok pesantren di Banten menampakan peranannya dalam berbagai peristiwa sejarah sosialisasi Islam bahkan dalam transformasi kekuasaan di Banten. Koinsidensi pondok pesantren dalam berbagai peristiwa tersebut menjadikan Banten menjadi salah satu pusat kekuasaan Islam di Nusantra yang memiliki ciri keislaman yang kuat “fanatik”. Pondok pesantren dengan kiyai sebagai tokohnya menjadi pioneer dalam berbagai aspek kehidupan di Masyarakat, khususnya di daerah Banten dan sekitarnya
Seiring dengan terjadinya perubahan sosial dan modernisasi di segala bidang salah satunya modernisasi di bidang pendidikan, sudah barang tentu berpengaruh terhadap keberadaan lembaga pendidikan Islam tradisional seperti pondok pesantren. Di samping itu juga Banten dan Cilegon khusunya dijadikan sebagai kota Industri, di mana mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari keberadaan industri, baik sebagai karyawan, pedagang dan jasa. Dengan kondisi demikian maka secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap eksistensi, dinamika dan peran pondok pesantren tradisional khusunya di Kota Cilegon.
Untuk itu penelitian ini bermaksud mengetahui kondisi demikian secara mendalam dan komprehensif tentang bagaimana eksistensi dan peran pondok pesantren tradisional dalam pembangunan masyarakat kota Industri, dengan menggunakan pendekatan sosiologis dan historis. Adapun metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan pengumpulan data dan analisa data.
Dengan meneliti enam pondok pesantren tradisional di Kota Cilegon dapat disimpulkan bahwa pondok pesantren tradisional masih tetap eksis di Kota industri ini dengan jumlah yang berimbang dengan pesantren kombinasi, dengan kiyai sebagai figur sentral pesantren yang tetap menjadi pioneer dan rujukan bagi kehidupan masyarakat sekitarnya khusunya dalam bidang keagamaan dan kemasyarakatan , di samping itu pondok pesantren tetap memiliki peran yang besar bagi pembangunan masyarakat di Kota Industri di antaranya ; peran pendidikan, peran dalam bidang sosial dan keagamaan, peran dalam bidang dakwah dan spiritual.


More info:

Published by: JAMRIDAFRIZAL on Apr 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2013

pdf

text

original

You're Reading a Free Preview
Pages 4 to 37 are not shown in this preview.
You're Reading a Free Preview
Pages 41 to 69 are not shown in this preview.
You're Reading a Free Preview
Pages 73 to 119 are not shown in this preview.

Activity (87)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Adam Tsany liked this
Yatri Rahmayanti liked this
Abdul Kholiq Nz liked this
pretender liked this
Ahmad Syaifudin liked this
Ratna Dewi liked this
Fitri Ciprut's liked this
zolhas liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->