Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
35Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Content Penerapan Model Siklus Belajar 5E Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 8 Malang Tahun Ajaran 2008 2009

Content Penerapan Model Siklus Belajar 5E Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 8 Malang Tahun Ajaran 2008 2009

Ratings: (0)|Views: 2,958|Likes:
Published by Afry Albarn

More info:

Published by: Afry Albarn on Apr 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/02/2013

pdf

text

original

 
 1
BAB IPENDAHULUANA.
 
Latar Belakang Masalah
Penelitian ini dimulai dari observasi lapangan berupa wawancara denganWakasek SMPN 8 Malang (Bapak Darmo, S.Pd) pada tanggal 19 November2008. Informasi yang diperoleh bahwa SMPN 8 Malang sudah menggunakankurikulum KTSP pada semua tingkatan kelas. Pembelajaran IPA dilaksanakandengan model IPA terpadu dalam pengertian IPA diajarkan oleh seorang guru,namun demikian secara isi, fisika, biologi dan kimia masih diajarkan secarasendiri-sendiri. SMPN 8 menggunakan
moving class
. Wawancara yang keduadilakukan dengan guru IPA kelas VIII A SMPN 8 Malang (Ibu Riyati, S.Pd) yangdalam penelitian ini berperan sebagai guru mitra. Informasi yang diperoleh bahwaketika mengajar fisika guru menggunakan langkah-langkah pembelajaran sebagaiberikut. Guru menjelaskan materi, siswa mendengarkan; guru mencatat ringkasanmateri di papan tulis, siswa mencatat; guru memberi contoh soal hitungan, siswamenyalin; dan guru memberi tugas, siswa mengerjakan LKS. Jika tugasmengerjakan LKS tidak selesai, tugas itu dijadikan PR untuk diperiksa padapertemuan berikutnya. Metode demonstrasi sesekali dilakukan untuk memperkuatpenjelasan materi. Metode eksperimen tidak selalu bisa dilakukan. Alasannya,SMP VIII hanya memiliki satu ruang laboratorium dan kelas VIII A hanyamendapat jatah di laboratorium seminggu 1 kali pertemuan (2 jam pelajaran)diantara 3 kali pertemuan ( 6 jam pelajaran). Guru berpendapat bahwapelaksanaan metode eksperimen secara terus menerus banyak menemui kendala.Kendala itu adalah terbatasnya penggunaan ruang laboratorium. Kendala lainnyaadalah anggapan guru bahwa metode eksperimen menghabiskan waktu sehinggakhawatir materi tidak terselesaikan. Tidak selesainya materi dalam satu semesterakan berpengaruh pada penumpukan materi di semester berikutnya. Hal ini akanmenambah beban belajar siswa. Beban materi yang terlalu berat akan mengganggukesuksesan siswa dalam menempuh ujian akhir semester untuk penentuankenaikan kelas. Intinya guru masih dominan menggunakan pendekatan produk daripada pendekatan proses, karena guru menganggap bahwa siswa yang sukses1
 
 
 
 2menempuh UNAS adalah sasaran akhir pembelajaran dan sekaligus harapanorangtua murid. Menurut guru mitra, hambatan yang ditemui dalam meningkatkankualitas pembelajaran IPA adalah terbatasnya buku pegangan siswa, terbatasnyaruang laboratorium dan waktu yang terbuang akibat perpindahan siswa ketika
moving class
. Hambatan-hambatan itu menyebabkan guru tidak bisa bebasmemilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran.Obervasi dilanjutkan dengan mengamati langsung pembelajaran yaitupada hari Kamis, tanggal 24 November 2008 di kelas VIII A. Siswa sedangbelajar IPA (fisika) topik usaha dan energi. Guru telah memilih metodepembelajaran yang mengarah pada pemberdayaan siswa. Guru membagi siswadalam kelompok-kelompok untuk menunjang pembelajaran kooperatif. Gurumemilih metode eksperimen dengan panduan LKS. Dalam pelaksanaannyaternyata masih terdapat masalah-masalah yang menghambat tercapainya tujuanpembelajaran. Setelah alat dibagikan, untuk beberapa lama siswa tampak tidak melakukan aktivitas apapun. Siswa kurang mampu memahami petunjuk praktikum yang ada di LKS. Siswa juga kurang terampil dalam merangkai alatdan menggunakan alat ukur. Beberapa kelompok yang mulai bekerja, pekerjaanhanya didominasi oleh satu atau dua orang siswa saja. Sementara itu beberapasiswa yang lain tampak kurang antusias. Sebagian diantara mereka hanya diamdan pasif, bahkan ada beberapa siswa yang memain-mainkan alat praktikum.Akibatnya guru sering memberikan peringatan agar siswa lebih bersemangat danserius dalam mengerjakan praktikum. Adanya peringatan-peringatan itumenyebabkan suasana belajar siswa cenderung tegang. Guru juga seringmemberikan instruksi di tengah-tengah siswa melakukan kegiatan untuk meluruskan langkah-langkah kegiatan praktikum. Pada akhir kegiatanpembelajaran, guru meminta kelompok membacakan jawaban atas pertanyaanyang ada di LKS. Selanjutnya guru menjelaskan teori fisika yang berkaitandengan usaha dan energi sekaligus menarik kesimpulan. Gambaran suasanabelajar di atas menunjukkan bahwa siswa kurang termotivasi dalam belajar.Kemampuan psikomotorik siswa berkenaan dengan pelaksanaan praktikum jugamasih perlu ditingkatkan.
 
 3Selanjutnya peneliti menggali data prestasi siswa VIIIA. Data prestasisiswa yang berhasil diperoleh adalah data hasil ulangan umum. Penelitiberkesempatan mengoreksi ulangan umum IPA semester satu tahun pelajaran2008/2009 . Data selengkapnya yang diperoleh adalah sebagai berikut. Jumlahsoal IPA sebanyak 40 item, terdiri atas 20 soal fisika dan 20 soal biologi. Bentuk soal pilihan ganda dengan 4 option. Nilai tertinggi 52,5
,
nilai terendah 25,0 dannilai rata-rata 33,25. Ditinjau dari KKM SMP 8 yaitu 75,0 prestasi belajar di ataskurang memuaskan. Prestasi belajar siswa selama proses pembelajaran kurangmemuaskan. Hal itu tercermin dari tidak tercapainya tujuan pembelajaran olehsiswa. Berdasarkan hasil tes lisan pada akhir pembelajaran, hanya sebagian kecilsiswa yang mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan.Sebagai pelengkap observasi awal, peneliti membagikan angket danmelakukan wawancara dengan beberapa siswa. Berdasarkan anket diperoleh databahwa 60,5 % siswa menyenangi pelajaran fisika. Sebanyak 82,3 % siswamenginginkan fisika diajarkan secara eksperimen dan hanya 56,7 % siswamenyukai fisika diajarkan dengan metode ceramah. Berdasar wawancara denganbeberapa siswa diperoleh informasi bahwa sebenarnya siswa menginnginkansuasana belajar fisika yang tidak terlalu tegang. Mereka ingin guru memberikanselingan cerita atau humor. Mereka juga mengungkapkan bahwa selama inipelajaran fisika lebih sering diajarkan dengan diterangkan kemudian mengisi titik-titik pada LKS, sementara itu praktikum dilakukan dengan frekuensi yangterbatas. Berdasar wawancara ini terungkap pula bahwa siswa rata-rata hanyamemiliki satu buku fisika yaitu LKS. Mayoritas siswa tidak memiliki buku paketatau buku referensi lain. Apabila diperlukan buku paket, siswa meminjamdiperpustakaan saat pembelajaran berlangsung dan dikembalikan begitu pelajaranselesai.IPA(Fisika) meliputi dua hal yaitu IPA(fisika) sebagai produk dan IPA(Fisika) sebagai proses. Produk IPA(Fisika) terdiri atas fakta, konsep, prinsip,prosedur, teori, hukum dan postulat. Ditinjau dari proses dimaksudkan segalakegiatan yang dilakukan dan sikap yang dimiliki para ilmuwan untuk menghasilkan produk IPA (Wartono, 2002:131). Fakta yang diperoleh dariobservasi di SMP 8 kelas VIIIA di atas semakin menguatkan bahwa

Activity (35)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rahmach Siti liked this
zmagrib liked this
Agustina Tina liked this
Ivan Is liked this
Ekok Ec liked this
Dina Pratama liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->