Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Si Penakut dan Naga Tua

Si Penakut dan Naga Tua

Ratings: (0)|Views: 73|Likes:
Published by Achmad Hidayat
Sang naga heran mendengar ocehan si pemuda, “Siapa yang ingin memakanmu? Aku hanya makan buah-buahan dan sayur-sayuran. Aku amat heran! Di dunia ini ternyata ada ksatria yang ceroboh dan penakut sepertimu.”
Sang naga heran mendengar ocehan si pemuda, “Siapa yang ingin memakanmu? Aku hanya makan buah-buahan dan sayur-sayuran. Aku amat heran! Di dunia ini ternyata ada ksatria yang ceroboh dan penakut sepertimu.”

More info:

Published by: Achmad Hidayat on May 16, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2014

pdf

text

original

 
Si Penakut dan Naga Tua
Suatu ketika hiduplah seekor naga tua. Naga itu berpikir “Aku kini sudah tua. Hidupku tinggalsebentar lagi. Sebelum mati, aku ingin melakukan kebaikan.” Naga tua itu lalu turun dari guapersembunyiannya di gunung dan memulai perjalanannya untuk berbuat kebaikan.Di tengah perjalanan, naga itu melihat seorang pemuda sedang berlatih pedang. Namun,pemuda itu sangat lemah dan tidak trampil. Pedangnya terayun tak tentu arah dan berkali-kalimemukul kepalanya sendiri. Tiba-tiba pemuda ini melihat naga tua itu. Ia menjadi sangatketakutan.“Na… naga! Jangan mendekat! Atau kutebas tubuhmu dengan pedang ini!” bentaknya dengansuara bergetar. Karena heran, naga tua itu semakin mendekati si pemuda. Si pemuda semakinketakutan. Ia lari pontang panting sampai kakinya tersandung batu dan jatuh terjerembab.Karena merasa tak berdaya si pemuda mulai menangis.“Hukh…hukh…, jangan makan aku! Aku tidak enak dimakan…”Sang naga heran mendengar ocehan si pemuda, “Siapa yang ingin memakanmu? Aku hanyamakan buah-buahan dan sayur-sayuran. Aku amat heran! Di dunia ini ternyata ada ksatria yangceroboh dan penakut sepertimu.”Mendengar itu si pemuda menghentikan tangisnya. “Benarkah kau tidak akan memakanku?”Sambil mendesah naga tua menjawab, "Tidak, aku tidak akan memakanmu. Aku sudah tua.Hidupku tak akan lama lagi. Aku ingin melakukan kebaikan. Nah, ceritakanlah siapa kau?”“Namaku Avarell. Di antara pemuda desa, akulah yang paling lemah, ceroboh, dan penakut. Akusering diejek warga desaku. Akhirnya aku memutuskan untuk menjadi ksatria supaya tidak adalagi yang mengejekku. Tapi lihatlah keadaanku. Aku ternyata memang Avarell bodoh yangpengecut. Hukh… hukkh…,” sambil terisak-isak Avarell menjelaskan.“Hm, aku mengerti. Baiklah aku akan membantumu menjadi seorang ksatria pemberani. Ayoikutlah aku mengembara,” ujar naga tua itu iba.Akhirnya Avarell dan naga tua itu bersahabat. Di tengah perjalanan, mereka melihat seorangkakek tua dirampok segerombolan pemuda berbadan besar.“Lihatlah Avarell ! Tugas pertama sebagai seorang ksatria sudah menantimu. Tolonglah kakek tuaitu,” gumam si naga tua.“Tidak! Aku takut!” sahut Avarell gemetaran.“Majulah! Jangan pengecut!” naga tua mendorong Avarell.Avarell terhuyung-huyung masuk ke tengah keramaian. Para pemuda itu membentaknya, “Heh!Mau apa kau?! Minggir sana!”“Le…le… lepaskan dia. Ja.. ja… jangan merampok!” Avarell ketakutan.“Apa?! Lucu sekali kata-katamu!” para pemuda itu terbahak-bahak. Mereka memukul Avarell.Kemudian kembali memukuli kakek malang itu. Avarell sangat kesakitan, namun ia tidak tega jikasi kakek terus dipukuli. Dengan sekuat tenaga ia menerobos kerumunan pemuda itu danmelindungi si kakek tua dengan badannya. Para pemuda memukuli Avarell habis-habisan namunia tak peduli. Ia terus melindungi si kakek sampai pingsan.Ketika Avarel jatuh pingsan, naga tua keluar dari persembunyiannya. Para pemuda bengis itulangsung lari pontang panting ketakutan. Naga tua itu lalu mengobati Avarel dan kakek tua itu.Diusapnya Avarel sambil bergumam, “Bagus Avarell! Kau mulai berjiwa ksatria.”Setelah siuman, mereka melanjutkan perjalanan kembali. Sepanjang perjalanan mereka seringbertemu penjahat dan perampok jahat. Pengalaman ini membuat Avarell semakin trampil bermain

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->