Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Keterampilan Guru Dalam Pendidikan Agama

Keterampilan Guru Dalam Pendidikan Agama

Ratings: (0)|Views: 238 |Likes:

More info:

Categories:Types, Brochures
Published by: Neris Peri Ardiansyah on Apr 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2010

pdf

text

original

 
Keterampilan Guru dalam Pendidikan Agama Islam 
20 02 2010
Proses pendidikan di desain sedemikian rupa untuk memudahkan peserta didik memahami pelajaran. Hampir semua dari faktor pendidikan operasionalnya dilaksanakan oleh guru. Sebagaielemen penting dalam lingkup pendidikan, keberhasilan pendidikan tergantung ditangan guru. Ditangan pendidik kurikulum akan hidup dan bermakna sehingga menjadi ³makanan´ yangmendatangkan selera untuk disantap menjadi peserta didik.[1]Maka dari itu peran guru haruslebih dimantapkan dalam rangka meningkatkan pendidikan, khususnya pada pembentukan pribadi peserta didik berakhlakul karimah.Menurut DN. Madley (1979) ³Salah satu proses Asumsi yang melandasi keberhasilan guru dan pendidikan guru adalah penelitian berfokus pada sifat-sifat kepribadian guru. Kepribadian guruyang dapat menjadi suri teladanlah yang menjamin keberhasilannya mendidik anak´.[2] Utamanya dalam pendidikan Islam seorang guru yang memiliki kepribadian baik, patut untuk ditiru peserta didik khususnya dalam menanamkan nilai-nilai Agamis, Prof. Dr. Haidar PutraDaulay MA. Mengemukakan salah satu komponen kompetensi keguruan adalah :
³Kompetensi moral akademik, seorang guru bukan hanya orang yang bertugas untuk mentransfer ilmu (Transfer Knowledge) tetapi juga orang yang bertugas untuk mentransfer nilai(Transfer of Value). Guru tidak hanya mengisi otak peserta didik (Kognitif) tetapi juga bertugasuntuk mengisi mental mereka dengan nilai-nilai baik dan luhur mengisi Afektifnya´
.[3] Pelajaran agama islam diberikan kepada peserta didik untuk dapat menghantarkannyamempunyai sikap akhlakul karimah mampu membedakan benar dan salah, memilih sesuatu yang bermanfaat atau sebaliknya merugikan. Menurut Ajang Lesmana tentang pendidikan dalam islammengemukakan bahwa : Pendidikan dalam islam berusaha menumbuhkan kembangkan potensi peserta didik agar dalam sikap hidup, tindakan dan pendekatannya terhadap ilmu pengetahuandiwarnai oleh nilai etik religius.[4] Dalam pandangan islam pendidikan merupakan hal yang dangat utama untuk membentuk manusia berakhlakul karimah. Pendidikan agama islam harus mengembangkan seluruh aspek kehidupan manusia, spiritual dan intelektual, individu dan kelompok, dan mendorong seluruhaspek tersebut ke arah pencapaian kesempurnaan hidup.Pada kongres Dunia II, tahun 1980 tentang konsep dan kurikulum pendidikan agama islammerumuskan bahwa : ³Pendidikan Islam adalah sebagai usaha untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan pribadi manusia secara menyeluruh, akal pikiran, kecerdasan, perasaan dan pancaindera´.[5] Pendidikan agama islam memegang peran sentral karena memproses manusia untuk memilikikeseimbangan religius ± spirit dengan profran ± materi. Islam sangat memperhatikan pendidikandan menganjurkan kepada para pendidikan untuk betul-betul mendidik peserta didik secara baik.Sebab bila peserta didik terbiasa dengan kebaikan maka akan menjadi orang baik pula.
 
O
leh karena itu sangat penting mendidik kepribadian peserta didik dengan memberikan contohketeladanan yang berawal dari diri sendiri. Sesuai dengan keteladanan yang di contohkan olehRasulullah Saw, sebagai guru pertama bagi umat islam. Dan sejalan dengan Firman Allah Swtdalam Q.S. Al ± Ahzab (33) : 21ôs)©9 tb%x. öNä3s9 Îû ÉAqßu «!$# îouqóé& ×puZ|¡ym `yJÏj9 tb%x. (#qã_öt ©!$#tPöquø9$#ur tÅzFy$# tx.sur ©!$# #ZÏVx. ÇËÊÈTerjemahnya :³Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagiorang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebutAllah.[6] Upaya guru pendidikan agama Islam mendidik peserta didik agar menjadi manusia berakhlakulkarimah, adalah tidak lepas dari kepribadian yang dimiliki oleh guru. Yaitu sifat teladan seorang pendidik untuk dapat menjadi panutan dan contoh bagi peserta didik dalam banyak segi. Hal initelah sering ditekankan dalam Islam, dan Rasulullah Saw. Menjadi contoh teladan (UswatunHasanah) pertama.
 Aspek ± Aspek Keteladanan Guru
 Menjadi guru teladan merupakan suatu proses pembelajaran seorang guru untuk mendapatkankesempurnaan dan keridhaan Allah swt dalam ilmu yang di miliki. Secara sederhana menjadiguru teladan adalah kemampuan seorang guru dalam mendapatkan sumber ilmu yang diajarkandengan cara memberdayakan diri agar mendapatkan kebaikan dari sisi Allah swt. Yaitu seorangguru mampu meningkatkan kemampuan fungsi panca indra dan otak, bersinergi dengankemampuan intuisi dan hatinya.[7] Islam menganjurkan kepada para pendidik agar membiasakan peserta didik dengan etika danakhlak Islam karena demikian itu termasuk kaidah yang dibuat Islam untuk mendidik siswa agar interaksi siswa dengan orang lain selalu dibangun diatas akhlak yang mulia. Sebaiknya seorang pendidik banyak belajar tentang hakekat dan makna mendidik, baik dari Al-Quran maupunsunnah Rasulullah saw.Al-Maghribi bin as-said al-maghribi dalam buku bebegini seharusnya mendidik anak,mengemukakan kriteria-kriteria seorang pendidik teladan menurut Al-Quran dan sunnahRasulullah saw adalah sebagai berikut;
y
 
Pemaaf dan tenang;
y
 
Lemah lembut dan menjauhi sifat kasar dalam bermuamalah;
y
 
B
erhati penyayang;
y
 
Ketakwaan;
y
 
Selalu berdoa untuk anak;
y
 
Lemah lembut dalam bermuamalah dengan anak;
y
 
Menjauhi sikap marah ;
 
y
 
B
ersikap adil dan tidak pilih kasih.[8] Mengingat begitu penting guru dalam pendidikan, maka guru dituntut untuk memiliki kriteria ± kriteria yang telah disebutkan diatas. Guru merupakan figur atau tokoh panutan peserta didik dalam mengambil semua nilai dan pemikiran tanpa memilih antara yang baik dengan yang buruk. Peserta didik memandang bahwa guru adalah satu-satunya sosok yang sangat disanjung.Maka didikan dari guru berpengaruh besar dalam memilih andil dalam membentuk kepribadiandan pemikiran peserta didik.[9] Pendidikan atau guru merupakan bagian pendidikan yang langsung berinteraksi dan bertanggung jawab dalam pengolahan sumber daya manusia. Secara langsung mengubah pola pikir danmeningkatkan prosuktifitas peserta didik melalui ilmu yang dikembangkan secara bersama-samadengan komponen pendidikan lain.
O
leh pendidikan dibuat lebih kreatif dalam memecahkan permasalahan peserta didik secara efektif dan efisien. Sehingga secara langsung maupun tidak langsung mampu mendorong kemajuan peserta didik.Maman Faturrohman dalam buku Al-qur¶an pendidikan dan pengajaran. Mengemukakan kondisiIdeal pendidik dan pengajar, antara lain :
y
 
Telah mendapat pendidikan atau pengajaran. Seorang pendidik dan pengajar idealnyaadalah seorang yang telah mendapat pendidikan atau pengajaran sebelum menjadi guru.
y
 
B
enar-benar menguasai ilmu. Seorang pendidikan dan pengajar, idealnya adalah seorangyang benar-benar menguasai ilmu, khususnya ilmu yang akan disampaikan kepada peserta didik. Sudah benar-benar menjiwai ilmu tersebut dan kebenaran ilmu teruji,termasuk oleh orang-orang di sekitar pendidik.[10] Sistem pendidikan disetiap negara adalah sama, termasuk di negara Republik Indonesia.Pendidikan tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu, tapi juga memiliki landasan moral dalammelaksanakan tugas pengabdian sebagai guru.
B
aik dalam maupun luar sekolah, serta dalamkehidupan sehari-hari di masyarakat. Dan ini tentu sangat berkaitan dalam mewujudkan seorang pendidik teladan yang harus mematuhi etika ± etika kependidikan.
B
erdasarkan UUD 1945, pemerintah RI menetapkan kode etik guru sebagai berikut :
y
 
Guru berbakti membimbing peserta didi untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnyayang berjiwa Pancasila.
y
 
Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional
y
 
Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan.
y
 
Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.
y
 
Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnyauntuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.
y
 
Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu danmartabat profesinya.
y
 
Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanansosial.

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Feby Polymorpa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->