Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
57Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Contoh Proposal PTK

Contoh Proposal PTK

Ratings: (0)|Views: 2,873 |Likes:
Published by jackson_ville223538

More info:

Published by: jackson_ville223538 on Apr 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2013

pdf

text

original

 
Posted on Januari 11, 2008 by Pakde sofaA. Judul PenelitianPenggunaan Pendekatan Pragmatik dalam Upaya Meningkatkan KeterampilanBerbicara bagi Siswa SMPN 3 Tarakan Kalimantan Timuroleh Yones PB. Bidang KajianPenelitian ini meliputi Bidang Kajian sebagai berikut:1 Keterampilan Berbicara dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP.2 Pendekatan Pragmatik dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP.C. PendahuluanSalah satu aspek keterampilan berbahasa yang sangat penting peranannya dalamupaya melahirkan generasi masa depan yang cerdas, kritis, kreatif, dan berbudayaadalah keterampilan berbicara. Dengan menguasai keterampilan berbicara, pesertadidik akan mampu mengekspresikan pikiran dan perasaannya secara cerdas sesuaikonteks dan situasi pada saat dia sedang berbicara. Keterampilan berbicara jugaakan mampu membentuk generasi masa depan yang kreatif sehingga mampumelahirkan tuturan atau ujaran yang komunikatif, jelas, runtut, dan mudahdipahami. Selain itu, keterampilan berbicara juga akan mampu melahirkangenerasi masa depan yang kritis karena mereka memiliki kemampuan untuk mengekspresikan gagasan, pikiran, atau perasaan kepada orang lain secara runtutdan sistematis. Bahkan, keterampilan berbicara juga akan mampu melahirkangenerasi masa depan yang berbudaya karena sudah terbiasa dan terlatih untuk berkomunikasi dengan pihak lain sesuai dengan konteks dan situasi tutur pada saatdia sedang berbicara.
 
Namun, harus diakui secara jujur, keterampilan berbicara di kalangan siswa SMP,khususnya keterampilan berbicara, belum seperti yang diharapkan. Kondisi initidak lepas dari proses pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah yang dinilai telahgagal dalam membantu siswa terampil berpikir dan berbahasa sekaligus. Yanglebih memprihatinkan, ada pihak yang sangat ekstrim berani mengatakan bahwatidak ada mata pelajaran Bahasa Indonesia pun siswa dapat berbahasa Indonesiaseperti saat ini, asalkan mereka diajari berbicara, membaca, dan menulis oleh guru(Depdiknas 2004:9).Sementara itu, hasil observasi empirik di lapangan juga menunjukkan fenomenayang hampir sama. Keterampilan berbicara siswa SMP berada pada tingkat yangrendah; diksi (pilihan kata)-nya payah, kalimatnya tidak efektif, strukturtuturannya rancu, alur tuturannya pun tidak runtut dan kohesif.Demikian juga keterampilan berbicara siswa kelas VII-A SMPN 3 Tarakan,Kalimantan Timur. Berdasarkan hasil observasi, hanya 20% (8 siswa) dari 40 siswayang dinilai sudah terampil berbicara dalam situasi formal di depan kelas.Indikator yang digunakan untuk mengukur keterampilan siswa dalam berbicara, diantaranya kelancaran berbicara, ketepatan pilihan kata (diksi), struktur kalimat,kelogisan (penalaran), dan kontak mata.Paling tidak, ada dua faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat keterampilansiswa dalam berbicara, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Yang termasuk faktor eksternal, di antaranya pengaruh penggunaan bahasa Indonesia dilingkungan keluarga dan masyarakat. Dalam proses komunikasi sehari-hari,banyak keluarga yang menggunakan bahasa ibu (bahasa daerah) sebagai bahasapercakapan di lingkungan keluarga. Demikian juga halnya dengan penggunaanbahasa Indonesia di tengah-tengah masyarakat. Rata-rata bahasa ibulah yangdigunakan sebagai sarana komunikasi. Kalau ada tokoh masyarakat yangmenggunakan bahasa Indonesia, pada umumnya belum memperhatikan kaidah-kaidah berbahasa secara baik dan benar. Akibatnya, siswa tidak terbiasa untuk berbahasa Indonesia sesuai dengan konteks dan situasi tutur.
 
Dari faktor internal, pendekatan pembelajaran, metode, media, atau sumberpembelajaran yang digunakan oleh guru memiliki pengaruh yang cukup signifikanterhadap tingkat keterampilan berbicara bagi siswa SMP. Pada umumnya, gurubahasa Indonesia cenderung menggunakan pendekatan yang konvensional danmiskin inovasi sehingga kegiatan pembelajaran keterampilan berbicaraberlangsung monoton dan membosankan. Para peserta tidak diajak untuk belajarberbahasa, tetapi cenderung diajak belajar tentang bahasa. Artinya, apa yangdisajikan oleh guru di kelas bukan bagaimana siswa berbicara sesuai konteks dansituasi tutur, melainkan diajak untuk mempelajari teori tentang berbicara.Akibatnya, keterampilan berbicara hanya sekadar melekat pada diri siswa sebagaisesuatu yang rasional dan kognitif belaka, belum manunggal secara emosional danafektif. Ini artinya, rendahnya keterampilan berbicara bisa menjadi hambatanserius bagi siswa untuk menjadi siswa yang cerdas, kritis, kreatif, dan berbudaya.Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa pengajaran bahasa Indonesia telahmenyimpang jauh dari misi sebenarnya. Guru lebih banyak berbicara tentangbahasa (talk about the language) daripada melatih menggunakan bahasa (usinglanguage). Dengan kata lain, yang ditekankan adalah penguasaan tentang bahasa(form-focus). Guru bahasa Indonesia lebih banyak berkutat dengan pengajarantata bahasa, dibandingkan mengajarkan kemampuan berbahasa Indonesia secaranyata (Nurhadi, 2000).Jika kondisi pembelajaran semacam itu dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin keterampilan berbicara di kalangan siswa SMP akan terus berada padaaras yang rendah. Para siswa akan terus-menerus mengalami kesulitan dalammengekspresikan pikiran dan perasaannya secara lancar, memilih kata (diksi) yangtepat, menyusun struktur kalimat yang efektif, membangun pola penalaran yangmasuk akal, dan menjalin kontak mata dengan pihak lain secara komunikatif daninteraktif pada saat berbicara.Dalam konteks demikian, diperlukan pendekatan pembelajaran keterampilanberbicara yang inovatif dan kreatif, sehingga proses pembelajaran bisa berlangsung

Activity (57)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Aditya Wicaksana liked this
Ferdi Nuriansyah liked this
Heris Ihfa added this note
thank u......
Ida Supriyati liked this
Ichael Rizal liked this
Dava Ara liked this
Ida Khan liked this
Linkda Lin liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->