Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Awal Januari 2010

Awal Januari 2010

Ratings: (0)|Views: 727 |Likes:
Published by Identitas Unhas

More info:

Published by: Identitas Unhas on Apr 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2013

pdf

text

original

 
identitas
Penerbitan Kampus Universitas Hasanuddin
Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat
CM Y K NO 719 l TAHUN XXXVI l EDISI AWAL JANUARI 2010
 jendela
 Alih-alih membuat daerah resapanair sebagai kampus percontohan,pembuatan waduk oleh Unhas malahmeresahkan warga yang tinggal disekitar lokasi.
Pembangunan WadukResahkan Warga
proyek ini mengatakan, pembangunansaluran air dan waduk sudah diperhitung-kan dengan matang. Unhas memilikipermasalahan kekurangan air setiapmusim kemarau. Apalagi, saat ini AsramaMahasiswa (Ramsis) belum difungsikan.Karena tidak adanya persediaan air bersih.“Jika menggunakan jasa PerusahaanDistrik Air Minum (PDAM), perhitungan-nya adalah air sebanyak 1200 m
3
akan habisdalam waktu 2-3 jam perhari,” tutur Lawa-lenna. Sementara itu, Warga Jalan Sejatimasih mempertanyakan kejelasan waduk ini. Menurut mereka, pembangunanwaduk yang dimulai pada Agustus 2009lalu itu tak pernah dibicarakan sebelumnyadengan warga.H Ali Mantong (53), salah seorang wargaJalan Sejati mengatakan tidak pernah adakoordinasi dari pihak pengelola proyek.“Mereka cuma menunjukkan gambarmengenai saluran air yang akan dibangun,”katanya sambil menunjuk saluran besaryang dialiri air limbah dari Rumah SakitWahidin Sudirohusodo.Tidak hanya H Ali Mantong yang merasarisau. Tapi sekira 15 rumah yang ber-hadapan langsung dengan bendungan.Salah seorang perwakilan warga sempatmenemui Rektor Unhas untuk mem-bicarakan masalah ini. Menurutnya wargasudah memberikan solusi terhadap masa-lah tersebut. “Kami sudah mengajukanusulan, yakni bronjong
 
(tanggul yangdisusun oleh batu,
 red 
) dinaikkan, danpengadaan pompa air supaya air yangberada di Jalan Sejati dialirkan ke danaudi Kera-Kera sebagai danau resistan,”
Waduk Unhas:
Beberapa anak bermain di sekitar Waduk Unhas Tamalanrea, Minggu (17/1). Warga di sekitar area itu khawatir akan jebolnya waduk yangdibangun pada daerah pemukiman.
Laput:
MEMILIKI
akreditasi adalah kewajiban yangharus dipenuhi oleh setiap perguruan tingginegeri maupun swasta. Jika sebuahperguruan tinggi tidak memiliki akreditasi,maka keberadaannya tak akan diakui olehDirektorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
 Akreditasi,Sebuah Cerminan Prestasihal 7Simak Berita Terbaru di
www.identitasonline.net
H
ujan lebat yang terusmengguyur Makassar sejak Minggu malam (6/01),meresahkan warga Jalan SejatiTamalanrea, Kompleks Unhas. Pasalnya disekitar lokasi perumahan terdapat sebuahwaduk yang bisa jebol sewatu-waktu.Apalagi jika debit air terus bertambah.Jika hal itu terjadi, maka tak ayal lagiperumahan warga akan jadi korban. Disebelah waduk itu, terdapat sebuah rumahyang bisa saja terkena dampak langsung jika waduk ini jebol. Akibatnya, 10 orangpenghuni rumah tak bisa tidur nyenyak selama musim penghujan ini.Waduk sedalam dua meter ini rencana-nya akan difungsikan sebagai penampungdan penyambung aliran menuju SungaiTallo, ketika debit air meningkat di atasdua meter. Selain itu, limbah dari RumahSakit (RS) Wahidin Sudirohusodo akandialirkan ke waduk ini, setelah melaluiInstalasi Penyaringan Air Limbah (IPAL).Waduk itu kemudian akan dijadikansebagai tempat penampungan sementaradan sebagai tahap awal perencanaanpembangunan Instalasi Pengolahan Air(IPA). Air dari tiga danau Unhas akandibuatkan pipa untuk disambungkanmenuju tangki yang ada di workshop.Kemudian dilakukan pengolahan air olehIPA. Sayang, kurangnya dana membuatpembuatan waduk itu terhenti di tengah jalan. “Belum rampungnya pengerjaanproyek ini disebabkan oleh kurangnyadana yang disediakan,” papar Drs Jursum,Kepala Bagian Perlengkapan Unhas.Prof Dr Ir Lawalenna M Eng, perancangtambahnya pada
 Identitas
.Mengenai air yang merembes ke rumahwarga, Lawalenna ketika ditemui diKantor Jurusan Teknik Sipil memintawarga tetap bersabar. “Kita minta agaraliran air jangan ditutup supaya air yangdi waduk tidak tinggi. Kemarin dananyatidak cukup, cuma Rp 8 miliar. Pertenga-han 2010 akan ada tambahan dana Rp 2miliar,” terang Lawalenna.Jika pembuatan waduk ini memang telahdiperhitungkan matang-matang, semes-tinya tak perlu ada hal yang meresahkanwarga. Musim hujan baru saja datang. Jikapengerjaan waduk masih harus menunggupertengahan tahun, rasanya terlalu lamawarga harus menyimpan keresahan. Jikatak segera ditanggulangi, bukan tak mung-kin waduk setengah jadi itu akan benar-benar jebol.Permasalahan yang ditimbulkan pem-buatan waduk ini tak hanya itu. Sumuryang berada disekitar saluran air sekarangtercemar. Indikasinya adalah air yangberbau dan sudah berwarna. Air dari sumursudah tidak bisa lagi dipakai memasak seperti dulu.Air yang dipakai memasak nasi akanmenyebabkan nasi basi di keesokan hari.Warga juga sudah tidak berani mengon-sumsi air sumur. “Kami takut meminumair itu, karena sudah tercemar limbah,”ungkap salah seorang warga yang tak ingin disebut namanya. Padahal, sumurtersebut menjadi sumber air utama bagiwarga jika kemarau tiba.
Tra, Mai /Nay
   I   D   E   N   T   I   T   A   S   /   M   U   H   S   Y   U   K   R   I
PENGADAAN
Laboratorium Geokomputasi2004 silam bermuara pungutan dana padamahasiswa. Hingga awal tahun ajaran 2009/2010 pihak jurusan tidak mengetahuinya.
Misteri di BalikPungutan Dana di Geologihal 5Renovasi Perpustakaan,Keberadaan Buku Dipertaruhkan
KURANGNYA
koordinasi antara fakultas danpengelola perpustakaan FIB, berbuahrusaknya buku referensi, saat renovasiSeptember 2008. Bak jatuh tertimpa tangga,buku referensi pun disinyalir dijual ke tukangloak.
hal 11
 
GRAHAMEDIA Peduli Pelajar 2010
SPESIAL DISKON
Khusus untuk
 SEMUA PELAJAR
*dengan memperlihatkan kartu pelajar dan member card Grahamedia.
 
NO 719
l
TAHUN XXXVI
l
EDISI AWAL JANUARI 2010
identitas
2
tajuk 
identitas
diterbitkan Universitas Hasanuddin berdasarkan STT Departemen Penerangan RI No: 012/SK/Dirjen PPG/SIT/1975/tanggal 20 Januari . ISSN:0851-8136. Beredar di lingkungan sendiri (nonkomersial)
 
Ketua Pengarah:
Idrus A Paturusi
 
Wakil Ketua Pengarah:
Nasaruddin Salam
 
Anggota Pengarah:
Dadang Achmad Suriamiharja, Wardihan Sinrang, Dwia Aries Tina Pulubuhu
Penasehat Ahli:
Ishak Ngeljaratan, Atja Razak Thaha, SM Noor, Aidir Amin Daud, M Darwis, Husain Abdullah, Sapri Pamulu, Sukriansyah S. Latief
 
Ketua Penyunting:
M. Dahlan Abubakar
 
KetuaPenerbitan:
Fajar S Juanda
 
Penyunting Pelaksana:
Muh. Iqbal Jafar
Koordinator Liputan:
Rasdiana Rustam
 
Staf Litbang:
Ahmad Yani Hasti
 
Staf Penyunting:
Hidayat Doe, Sindbad Okstanza Y, M Thamrin,Yunita Dewi Masitoh, Syamsul Marlin
 
Reporter:
Asri, Aniswati Syahrir, Firmansa, Hardianti, Shaela Mayasari
 
Fotografer:
Muh Syukri
 
Artistik dan Tata Letak:
Armansyah Rachim(Koordinator), Kun Agung Sumarmo
 
Sekretaris:
Naiman Malik
(Non aktif)
 
 
Bendahara:
Icha Dian Nurcahyani
 
Iklan/Promosi:
Haryati Harnang (Koordinator), Hadrianti D Lasari
 
Sirkulasi:
Saimun
 
Tim Supervisor:
Maqbul Halim, M Arifuddin, Jupriadi, Dahlan, Amiruddin PR, Muchlis Amans Hadi, Muh Ishak Zaenal, Sayid Alwi Fauzy, Arif Fuddin Usman, Gunawan Mashar, Rasyid Al Farizi,Ahmad Khatib Syamsuddin, Munandar Kasim, Abdul Haerah, Supa Atha`na, Dahlan
 
Alamat Penerbitan
: Kampus Unhas Tamalanrea, Gedung UPT Perpustakaan Lt 1 Jalan Perintis KemerdekaanKM 10, Telp (0411) 589899, Fax 510088-Telex 71179, Makassar 90245. Website: www.identitasonline.com, E-mail: identitas.unhas@kompascyber.com
 
Tarif Iklan:
(Hitam/Putih) Rp 250 mm/kolom(Mahasiswa), Rp 500,- mm/kolom (Umum), (Warna) Rp 500,- mm/kolom (Mahasiswa), Rp 1000,- mm/kolom (Umum).
Redaksi identitas menerima tulisan berupa opini, esai, cerpen, puisi, ringkasan skripsi,/tesis/disertasi/penelitian & karikatur. Pihak redaksi identitas berhak mengedit naskah sepanjangtak mengubah nilai/makna tulisan. Tulisan yang termuat mendapat imbalan secukupnya (sebulan setelah terbit bisa diambil).
sms inbox 
karikatur 
Bila anda memiliki informasi,harapan, dan saran mengenaikondisi Unhas silahkan kirim smske nomor:
 
08991525659
dari pembaca
dari redaksi
Assalamu Alaikum Wr WbSEBELUMNYA
terimaksihkepada identitas yang bersediamemuat surat saya ini. Saya maumenanyakan tentang
green house
yang ada di Fakultas Pertanian.
Green house
yang ada di fakultassudah tidak terlihat seperti
greenhouse
yang sebenarnya. Padahal
green house
itu masih dipakaiuntuk kepentingan praktikum.Mohon penjelasanya.
Mahasiswa Fakultas Pertanianangkatan 2008TanggapanSEBENARNYA
 
Green House
diFakultas Pertanian itu ada tujuh.Empat yang ada di sampingfakultas dan tiga yang lainya ituada di
 Eksfarm
. Dua
Green House
yang ada di
 Eksfarm
itu baru sajadiperbaiki. Sementara dua yangada di fakultas itu menurut paraahli pertanian sudah tidak layak pakai. Posisinya pun tidak cocok untuk 
Green House
. Namun, untuk meruntuhkan atau merenovasi-nya butuh izin dari Menteri Keua-ngan. Kalaupun ada mahasiswayang masih memakainya, karenamahasiswa itu sendiri yang ma-las. Kami sudah menyediakan
Green House
di
eksfarm
tapi masihada saja mahasiswa yang praktek dan penelitian disana. Kami jugatidak bisa membatasi dosen yangmenganjurkan untuk melakukanpraktek di sana.
Dr Ir Salengke MScPembantu Dekan II FakultasPertanian
Green House 
Pertanian,Masih layak atau tidak?
04115235xxx
BPK
DEKAN FAK TEKNIK sysebagai org tua mau bertax apapengumpulan pd mlm hari ygdilakukan para senior pd mabadibenarkan.
 
085255546xxx
Kenapa
Unhas Fak Farmasimenerbitkan 2 jenis ijazah padakonsentrasi lab. Kesehatan
08524265xxx
Buku
perpus Unhas diganti yglbih baru dong.. hampir smuabuku tdk brmutu.
ADAKAH
korelasi antara demokrasi dengan kesejahteraan rakyat disebuah bangsa? Kalau ada,bagaimanakah sistem demokrasi itudibangun? Mampukah bangsa Indonesia mewujudkannya di tengaheuforia demokrasi yang terjadi saat ini? Pertanyaaan itu tampaknyapenting diajukan dalam seminar internasional yang digelar olehpascasarjana Unhas pada Kamis (14/01).Dimana dalam acara akbar itu, Mahathir Muhammad hadir sebagaikeynot speaker yang akan membahas “Demokrasi untuk KesejahteraanRakyat.” Kehadiran Mahathir selaku pembicara tunggal didasarkanpada pengalaman empiris kalau Malaysia – di masa rezim Mahathir –kehidupan ekonomi rakyat Malaysia berkembang lebih baik. Ekonomimasyarakat pribumi melayu bisa tumbuh seiring dengan pengangkatanderajat dan hak ekonomi kaum minoritas yang ada di negeri jiran tersebut.Meski secara politik pemerintahan Mahathir tak sedemokratis Indo-nesia sekarang. Malah, kepemimpinan Mahathir dianggap sedikitdiktataor. Lantas yang jadi tanda tanya, demokrasi macam apa yangdimaksud serta yang dijalankan oleh Mahathir itu sendiri? Terlepas darisemua penjelasan serta pembahasan model demokrasi Malaysia, istilahdemokrasi selalu dipertentangkan maknanya, apakah merujuk padademokrasi liberal (barat), demokrasi lokal atau demokrasi ala sosialis.Semua mengklaim demokrasi dengan embel-embel tertentu.Konsep demokrasi idealnya merujuk pada kedaulatan rakyat yangbersifat utuh, rakyat menjadi berdaulat secara politik, ekonomi, socialbudaya dan bahkan hukum. Namun, jika melihat pada prosesdemokratisasi yang terjadi saat ini, demokrasi kita baru sebatasdemokrasi politik yang procedural, permukaan dan kulit belaka. Itupunprosesnya dimanipulasi dan dibajak oleh elite politik menjadi sebatasarena pertarungan pengaruh, kepentingan, dan kekuasaan individualdan kelompok tertentu.Konsep demokrasi seolah tidak mensyaratkan terciptanyakesejahteraan rakyat. Demokrasi dimaknai hanya sebatas keterbukaan,kebebasan politik dan pemilu belaka. Lebih dari itu, misalnya, hak-haksocial ekonomi rakyat digadaikan hanya untuk kepentingan elite politikdan partai politik saja. Produk serta proses hukum yang berlangsunghari ini pun, yang kita harapkan berpihak pada keadilan dan kepentinganrakyat masih jauh dari harapan dan realitas.Akibatnya, demokrasi yang kita rajut selama ini tidak mensejahterakanserta berpihak pada rakyat secara umum. Kedaulatan sesungguhnyabaik politik, ekonomi, hukum hanya dinikmati oleh kaum elite, berduitdan penguasa. Pada dasarnya rakyat sama sekali tidak berdaulat,meski secara politik ada kebebasan yang dinikmati oleh rakyat.Akan tetapi jika ditelaah lebih dalam, kebebasan yang selalu ditudingkebablasan, sesungguhnya bukanlah kebebasan sejati yang termaktubdalam sebuah kedaulatan. Kehendak dan aspirasi rakyat masihdirekayasa, disetir dan digerakkan oleh kepentingan sekelompok elitedan penguasa. Jika itu yang terjadi, sekali lagi, demokrasi kita tidakakan mensejahterakan rakyat Indonesia. Kedaulatan rakyat selamanyaakan tersandera oleh kepentingan elite dan penguasa yang jugaberkolaborasi dengan para kapitalis asing.Akibatnya konsep demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untukrakyat dalam sebuah pemerintahan menjadi kambing hitam lantaranpraktek demokrasi para elite dan penguasa yang tidak demokratis ituhanya menambah keterpurukan, kemunduran dan instabilitas politik.Pada konteks inilah, presiden Susilo Bambang Yodoyono taksepantasnya hanya mengimbau pihak akademisi – dalam hal ini forumrector - untuk mendefenisikan ulang demokrasi yang berlangsung ditanah air. Semestinya imbauan itu juga diarahkan pada kelompok elitedan jajaran bawahnya untuk memaknai demokrasi secara utuh sehinggabisa berdemokrasi sekaligus berpolitik hanya untuk kedaulatan rakyat,bangsa dan Negara.Sebaik apapun metodologi demokrasi yang dirancang nantinya paraakademisi, jika pelaku-pelaku politiknya – elite dan penguasa - tidakmengedepankan kepentingan dan kedaulatan rakyat di atas kepentinganpribadi dan kelompok, demokrasi Indonesia tidak akan mensejahterakan,malah memiskinkan, menyengsarakan dan mengacaukan sistemketatanegaraan kita.Oleh karena itu, kontribusi dan peran semua elemen masyarakattermasuk mahasiswa dibutuhkan untuk mengawal dan mengontrolpraktek-pratek demokrasi para elite kita. Peran ini tentunya tidak sebataspada saat pesta demokrasi digelar (pemilu), namun lebih dari itu perilakudan kebijakan pemerintah harus terus dikawal untuk mewujudkankedaulatan rakyat baik dari segi ekonomi, politik, hukum dan socialbudaya.
Demokrasi dan Kesejahteraan
Salam identitas!WAKTU
terus bergulir, tahun 2009 barusaja berlalu dan kini kita melangkah ketahun 2010. Begitu pula dengan identitas,pengurus periode 2009 telah menga-manatkan kami untuk menahkodaiidentitas di tahun ini. Maka tak salah demimenghadapi tahun tantangan ini kamipengurus baru harus berbenah.Raker adalah salah satu bentuk pem-benahan di awal tahun. Pada raker inikami mengevaluasi segala kekurangan diperiode kemarin dan berharap dapatmenyusun kembali agenda keredaksiandengan lebih baik pada periode 2010.Tentunya itu semua demi pembacaidentitas. Kami berharap dengan adanyaraker dapat menjadi bahan evaluasi bagiarah pemberitaan identitas yang lebihbersifat membangun dan membawaperubahan, tentunya perubahan yanglebih baik.Ya, hidup ini penuh dengan kerikil-kerikil tajam yang selalu siap menjadipenghambat demi mencapai suatu tujuan.identitas juga mengalami hal serupa. Diawal kepengurusan, kami harus bisaterbit dengan kondisi kru yang belummaksimal. Maklum beberapa kru kamiharus pulang ke kampung halaman,menjenguk kondisi orang tua yangsedang sakit. Tak hanya itu ada juga kruyang sementara praktek belajar lapangdi daerah. Tapi itu tak menjadi soaluntuk mengurungkan niat kami dalammenyajikan berita.Alhamdulillah pada edisi perdana inikami berhasil menghimpun informasidan menyajikan berita tetantang pem-buatan waduk di Jalan Sejati yangresahkan warga, penerapan PK BLUrupanya tak menjamin lancarnyapencairan dana UKM, evaluasi DO limasemester, indikasi penjualan bukurefernsi di Perpustakaan FIB danpungutan dana laboratorium diGeologi. Tak lupa pula, untuk edisi kaliini kami mengangkat tema laputtentang pentingnya Akreditasi bagiUnhas beserta jurusan/program studi.Selamat membaca!
Red
Berbenah di Awal Kepengurusan
IDENTITAS/ ILHAM AM
Rapat Kerja:
Kru identitas terlihat serius mengikuti rapat kerja memasuki tahunkepengurusan periode 2010, Selasa (12/1).
 
NO 719
l
TAHUN XXXVI
l
EDISI AWAL JANUARI 2010
identitas
3
opini
P
ersoalan kerusakan lingkungan menjadi bagianyang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakatmoderen saat ini. Pemanasan global adalahsalah satu contoh persoalan yang sangat seriusyang harus dihadapi. Karena dampak akhirnya adalahkepunahan makhluk hidup di atas dunia.Di sampng itu masih banyak isu kerusakan lingkunganlain yang mengancam kehidupan manusia modern danekosistemnya. Mulai dari banjir, tanah longsor, kepunahanspesies-spesies ekonomis dan ekologis penting, degradasidaya dukung lahan dan perairan, menipisnya sumber air,polusi di darat, laut dan udara oleh bahan pencemarberbahaya dan lain sebagainya. Tidak kalah pentingnyaperkembangan kehidupan modern juga mengikis carapandang alami masyarakat timur dalam memanfaatkandan mengelola lingkungannya.Akar persoalan kerusakan lingkungan itu oleh kalanganintelektual seperti, Capra (2002) Fisikawan, Naes (1989)penggagas
Deep Ecology 
, Fox (1990) penggagas
Transpersonal Ecology 
, ditenggarai berakar padaparadigma emperisme Baconian yang diperkaya olehgagasan Cartesian-Newtonian yang reduksionis-mekanistik dalam memahami makro dan mikrokosmosalam semesta. Empirisme induktif dalam metode ilmiahyang digagas Francis Bacon tidak hanya memisahkanantara obyek dan subyek peneliti. Tetapi juga mengubaharah ilmu pengetahuan dari upaya untuk mencari kearifanmenjadi upaya untuk menaklukkan dan menguasai alamdemi kepentingan manusia (Capra 2002).Gagasan antroposentrik ini kemudian diperkuatgagasan Rene Descartes tentang
“Cogito ergo sum”,
saya berfikir, maka saya ada. Gagasan itu selain salahdalam tataran logika juga mengimplikasikan bahwa pikiranmenjadi lebih kuat dari materi (tubuh,
red 
) danmembawanya kepada padangan yang menyatakanbahwa akal dan materi merupakan dua hal yang terpisahdan berbeda secara mendasar.Selanjutnya pemisahan ini membentuk suatu gagasanbahwa alam semesta merupakan sesuatu sistemmakanis, yang terdiri dari benda-benda terpisah yangdapat direduksi menjadi kepingan-kepingan materi dasar.Dengan sifat-sifat dan interaksinya dianggap sangatmenentukan semua fenomena alam. Pandanganreduksionis-deterministik Descartes ini kemudian diperkuatNewton yang mereduksi fenomena fisik hanyalah sebagaikonsekuensi gerak partikel benda, yang disebabkan olehkekuatan grafitasi yang saling tarik menarik (Capra 2002).Padangan Newtonian ini semakin memperkuat metaforaCartesian tentang alam semesta sebagai mesin alroji.Secara umum Bacon, Descartes dan Newton telahmengagas suatu trilogi yaitu pengusaan, pemisahan danpematerian – reduksinis-mekanistik – alam sebagaikarakter
science 
. Oleh karena itu hanya dengan trilogiitulah suatu gagasan atau metode dianggap ilmiah.Pada akhirnya trilogi itu menjadi semacam
worldview 
atau pandangan dunia yang tidak hanya berpengaruhpada ilmu-ilmu eksakta seperti fisika, kimia, dan biologi.Tetapi lebih dari itu, pandangan dunia ini telah menyeruak jauh pada berbagai bidang ilmu seperti, sosiologi, psikologi(Capra 2002) bahkan ilmu agama.Penafsiran agama, terutama agama Ibrahimi atau yangdikenal dengan agama samawi ditenggarai telah“tercemar” oleh trilogi di atas (White 1967 dan Toynbee1972). Hal ini terutama didasarkan pada kenyataan, dalamketiga kitab suci agama Ibrahimi itu memuat doktrin
Imago Dei 
. Doktrin ini menyebutkan, manusia diciptakan sebagaicitra Tuhan. Pandangan ini bagi White dan Toynbeedinilai sangat antroposentrik. Terutama ketika dikaitkandengan ayat-ayat tentang penaklukan manusia atas alamsemesta.Tulisan ini akan mendiskusikan “jalan alternatif” sebagailandasan dalam memahami teks-teks kitab suci, terutamakitab Suci Al Quran. Dengan cara yang tidak emperis-antroposentrik, sebagaimana yang dikehendaki Al Quran(QS:2:2, 3 & 4). Sehingga spirit keagamaan bisadihindarkan dari penafsiran yang tidak tepat. Di sampingitu tulisan ini ingin menawarkan spirit suci agama, sebagaipandangan dunia dalam pemanfaatan dan pelestarianlingkungan.
Monoteisme sebagai dasar pengelolaanlingkungan
Kepercayaan terhadap Kemahaesaan Tuhan ataumonotesime sering disebut sebagai pandangan duniatauhid dalam teks-teks agama Islam. Pandangan duniatauhid dapat didefinisikan sebagai konsepsi yangkomprehensip tentang alam semesta dan kehidupanmanusia, yang didasarkan pada nilai-nilai bahwa hanyaada satu keberadaan yaitu Allah sebagai Kausa Prima.Prinsip tauhid atau monoteisme inilah yang akandielaborasi dalam tulisan ini. Karena ia mempunyai potensiuntuk menjadi sejenis paradigma yang dapatmenggantikan paradigma Cartesian-Newtonian yang telahmenunjukkan kemampuan destruktifnya terhadaplingkungan.Pengajaran agama khususnya Islam, berdasarkansumbernya dapat dibagi menjadi dua, yaitu sumber yangberasal dari periwayatan (
naqliyyah 
) dan intelektual(
aqliyyah 
). Pengajaran yang berdasarkan periwayatanadalah seluruh pengetahuan yang disebarluaskan darigenerasi awal yang tidak diperoleh melalui pengfungsiansecara maksimal pikiran manusia. Sebaliknya pengajaranintelektual adalah seluruh pengetahuan yang secara prinsipdapat diperoleh oleh kesadaran intelek manusia, tanpabantuan generasi terdahulu dalam mentransmisi wahyu(Chittick 2000).Tauhid yang merupakan penegasan bahwa tidak adatuhan selain Allah dan karena hanya Allah-lah yangmerupakan wujud absolute, adalah contoh yang gamblangdari pengetahuan Intelektual. Pengetahuan ini dapatdiperoleh manusia tanpa melalui pengajaran yang bersifatperiwayatan. Hal ini karena pengetahuan tentangkeabsolutan keberadaan Allah merupakan anugerahkepada manusia ketika ia mengfunsikan akal sehatnya.Peryataan seorang muslim terhadap keberadaan Tuhanatau yang dikenal dengan syahadah, penyaksian bahwaAllah adalah wujud absolut, berimplikasi pada prosespenyerahan diri kepada diri yang absolut yaitu Tuhan.Hal ini karena eksisten-eksisten yang lain selain eksistensiyang absolut adalah eksistensi reflektif, yang bergantungpada eksistensi absolut, sebagai kausa prima.Secara logis hal ini bisa dipahami melalui relasi sebabakaibat. Sebab tidak mungkin bergantung pada akibat,bahkan sebaliknya akibatlah yang bergantung secaraeksistensial kepada Sebab. Karena Tuhan sebagai Sebabdari segala sebab dan merupakan Eksistensi Absolut.Maka seluruh eksistensi selain-Nya adalah eksistensiyang bergantung atau berserah diri kepada-Nya. Dengandemikian penyerahan diri kepada Tuhan yang Esabukanlah proses yang dogmatis berdasarkan pengetahuanriwayat. Tetapi ia merupakan pengetahuan yang hadirbersamaan dengan kemaujudan manusia dan seluruheksistensi yang lain.Oleh karena hubungan antara Eksistensi Tuhan daneksistensi alam semesta merupakan hubungan yangreflektif dengan Tuhan sebagai Kausa Prima. Maka antaraTuhan dan alam semesta dan antar komponen alamsemesta merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.Hal ini tidak mengimplikasikan bahwa eksistensi alamsemesta sama dengan Eksistensi Tuhan sebagaimanayang disalah-pahami oleh kaum monisme.Secara sederhana kalangan filosof Islam seperti SadraAl Muta’allihin, Maestro Filsafat Transendental (
Hikmah Al-Mutaaliyyah 
) menggambarkan, relasi Tuhan dan Alamsemesta seperti hubungan cahaya putih yang dilewatkanpada sebuah prisma yang akan menghasilkan pendaranberbagai warna. Tuhan dianalogikan sebagai cahayaputih dan warna-warni yang direfleksikan adalah berbagaiesksistensi alam semesta.Selanjutnya menurut Sadra, masing-masing eksistensiitu memiliki tingkat eksistensi yang berbeda-bedatergantung kekuatannnya masing-masing. Semakinbanyak esensi yang dikandung suatu eksistensi, makasemakin rendah tingkat intensitas dan kesempurnaannya.Begitu juga sebaliknya (Rahman 1975). Semakin uniksuatu eksistensi, maka semakin tinggi kedudukannyadalam tingkat gradasi eksistensinya dan itulah yang disebutdalam teks-teks agama sebagai manusia sempurna (InsanKamil) atau Citra Tuhan (
Imago Dei 
).Penyaksian yang kedua dalam pandangan dunia tauhidatau monoteisme yaitu penyaksian adanya Nabi sebagaimanusia yang mempunyai citra gradasional Tuhan yangtertinggi dibandingkan dengan seluruh eksisten-eksistenyang lain. Oleh karena itu para Nabi adalah orang-orangyang telah mengalami sejenis penyingkapan rohani (
spiri- tual disclosure 
) melalui proses transformasi spiritual,dalam bahasa Al Quran disebut mi’raj. Penyaksian inimenunjukkan, kehadiran para Nabi atau orang-orang suciadalah wakil Tuhan, guna mengingatkan kembali anugerahtauhid yang inheren dalam diri manusia.Untuk menjadi manusia transendental yang keberadaanreflektifnya adalah sebagai citra Tuhan, upaya pengingatanmerupakan upaya penting untuk mentransformasimanusia yang masih mentubuh (
profan 
) dan belumsepenuhnya menyadari konsepsi monoteisme yanginheren di dalam dirinya. Seluruh proses “belajar menjadimanusia” pertama kali tergantung pada bagaimanamengingat Keabsolutan Tuhan dan selanjutnya tergantungpada pengingatan yang aktif dan bebas terhadapNya(Chittick 2000).Selanjutnya syahadah kenabian juga merupakankonsepsi tentang manusia suci yang kepadanyapengelolaan alam semesta menjadi tanggungjawabnya.Penyerahan pengelolaan alam kepada manusia suci inisebagai rangkaian logis bahwa ia merupakan eksistensigradasional yang paling tinggi dan meniscayakankehampaan campur tangan dari eksistensi gradasionallainnya yang lebih rendah.Pengelolaan dalam padangan dunia monotesimemerupakan bagian dari proses pembimbingan alamsemesta untuk kembali menyadari posisinya dan yangakan kembali kepadaNya. Oleh karena itu konsepsiteks-teks agama tentang “ditaklukkannya” alam semestauntuk manusia harus dipahami dalam konteks syahadahkedua, yaitu penyaksian adanya manusia suci yangmerupakan citra Tuhan. Sebagai citra Tuhan yangmerupakan eksistensi gradasional tertinggi, Nabi tidakdimungkinkan secara logis melakukan kesalahan ataukerusakan.Dalam bahasa Al Quran Nabi disebut sebagai manusiayang telah dan sedang mengalami pensucian dari segala jenis kesalahan (QS:33:33). Sebagaimana Tuhan yangtidak melakukan kesalahan atau kerusakan, makamanusia suci sebagai citra Tuhan juga tidak melakukankesalahan atau kerusakan. Oleh karenanya prosespengaturan atau pengelolaan alam tidak dilimpahkankepada eksisten-eksisten reflektif, kecuali kepada merekayang telah mentransformasi dirinya menjadi citra Tuhan(QS:24:55;QS:21:105) atau dalam bahasa Tu Wei-Mingdisebut sebagai manusia yang telah mensurga (Chittick2000).Prinsip-prinsip pandangan dunia monotesime di atastidak hanya dapat mengantikan dualisme Cartesian-Newtonian tentang persoalan jiwa dan tubuh, antarasubyek dan obyek. Tetapi juga memberi landasan ontologis-epistemis tentang sesuatu yang bersifat metafisik danfisik serta relasi antara mikro dan makrokosmos yangmerupakan satu kesatuan organik. Tidak seperti metaforaCartesian-Newtonian yang menganggap alam semestasebagai mesin besar yang deterministik, padangan duniamonotesime memahami bahwa alam semesta merupakanbagian eksistensi reflektif yang selalu bergerak dan olehkarena itu hidup menuju pada titik kesempurnaan dibawahbimbingan Tuhan.Disamping itu pandangan dunia monoteismemenyediakan gagasan hirarkial dinamis tentang alamsemesta. Gagasan ini memahami bahwa alam semestasekalipun merupakan satu kesatuan yang utuh danorganik, tidak menepis kenyataan hirarkis di dalamnyayang berbeda dengan pandangan kaum
deep ecology egaliter 
(Griffin 2003). Hirarki itu dalam pandangan duniamonoteisme bukan suatu yang determistik-meterialistik.Tetapi merupakan sesuatu yang dinamis dantransendental. Suatu peringkat-peringkat atau
maqam 
yangdicapai dengan mengaktifkan intelektualitas yangmentauhid yang inheren dalam kehadiran setiap eksistensireflektif di bawah bimbingan Tuhan melalui manusia sucisebagai citra-Nya.Dengan demikian pandangan dunia monoteismemenyediakan konsepsi ontologis-epistemis tentang alamsemesta yang organik-dinamik. Disamping itu ia jugamenawarkan konsepsi aksiologis tentang prosesbagaimana menjadi citra Tuhan. Dalam pandangan duniamonoteisme hanya manusia citra Tuhanlah yangmempunyai kemampuan sempurna dalam mengelolahalam semesta. Karena mereka bukan hanya telahmengenal (
ma´rifat 
) atau mengalami
spiritual disclosure 
tetapi juga telah “lebur” (fana) atau terserap oleh SangMaha Pengelolah alam semesta, Allah Rabb Al-‘Alamin.
* Penulis adalah Ekotoksikolog dan SekretarisJurusan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan danPerikanan Unhas
Monoteisme: “Jalan AlternatifPengelolaan Lingkungan
Oleh : Khusnul Yaqin
ILUSTRASI/ KUN AGUNG S
Bagi pembaca identitas yang ingin memasukkan opini padarubrik opini di identitas,dapat memenuhi syarat sebagai berikut
:
- Panjang naskah sebaiknya dua halaman- spasi satu- ukuran12, dan
- Font 
 
Times New Roman.

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ulhye Chan liked this
Nur Huda Stie liked this
SyafrudinSabirin liked this
syifa fauzia liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->