UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANGPEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANGDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,Menimbang: a. bahwa setiap orang sebagai makhluk Tuhan Yang MahaEsa memiliki hak-hak asasi sesuai dengan kemuliaanharkat dan martabatnya yang dilindungi oleh undang-undang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun 1945;b. bahwa perdagangan orang, khususnya perempuan dananak, merupakan tindakan yang bertentangan denganharkat dan martabat manusia dan melanggar hak asasimanusia, sehingga harus diberantas;
c.
bahwa perdagangan orang telah meluas dalam bentuk jaringan kejahatan yang terorganisasi dan tidakterorganisasi, baik bersifat antarnegara maupun dalamnegeri, sehingga menjadi ancaman terhadap masyarakat,bangsa, dan negara, serta terhadap norma-normakehidupan yang dilandasi penghormatan terhadap hakasasi manusia;
d.
bahwa keinginan untuk mencegah dan menanggulangitindak pidana perdagangan orang didasarkan pada nilai-nilai luhur, komitmen nasional, dan internasional untukmelakukan upaya pencegahan sejak dini, penindakanterhadap pelaku, perlindungan korban, dan peningkatankerja sama;
e.
bahwa peraturan perundang-undangan yang berkaitandengan perdagangan orang belum memberikan landasanhukum yang menyeluruh dan terpadu bagi upayapemberantasan tindak pidana perdagangan orang;
f.
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksuddalam huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, dan huruf e perlumembentuk Undang-Undang tentang Pemberantasan TindakPidana Perdagangan Orang
;
Mengingat : 1. Pasal 20, Pasal 21, dan Pasal 28B ayat (2) Undang-UndangDasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;2. Undang-Undang ...
Add a Comment
syahrir rasyid]left a comment