Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
57Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB II. Dasar Teori

BAB II. Dasar Teori

Ratings: (0)|Views: 1,238 |Likes:
Published by Wsarah01

More info:

Published by: Wsarah01 on Apr 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2013

pdf

text

original

 
BAB II. DASAR TEORI
2.1.Bumdle Adjustment 
Prinsip
 Bundle adjustment 
adalah menghubungkan secara langsung sistemkoordinat foto ke sistem koordinat peta/tanah tanpa melalui tahap orientasi relatif dan absolut. Secara metematis, persamaan
 Bundle adjustmen
dapat diekspresikansebagai persamaan transformasi conform 3D.
 AM  a
=
Persamaan 2.1. Persamaan
 Bundle adjustment 
a : Posisi titik p dalam system koordinat petak : faktor skalaA : Posisi pusat proyeksi kamera (Prespectif Center)M : Posisi titik p dalam sisitem koordinat fotoPrinsip
bundle
adalah menggunakan inverse persamaan di atas yangdimodifikasi untuk menunjukan koordinat foto dan merupakan fungsi darikoordinat peta, sebagaimana ditunjukan oleh persamaan berikut :3
 
=
ZZ X  X kc y y x x
00
Pada persamaan tersebut, jika baris ke-1 dan baris ke-2 dibagi dengan baris ke-3 maka akan diperoleh persamaan kesegarisan (
collinear equation
).Persamaan kesegarisan menunjukan bahwa posisi sebuah titik di permukaan bumi,di foto, dan di pusat proyeksi kamera terletak pada satu garis lurus. Persamaankesegarisan tersebut mengandung 6 parameter yang belum diketahui (ω, φ, κ, Xo,Yo, Zo) dan merupakan persamaan non linear, sehingga perlu dilenearkan denganmenggunakan deret Taylor.2.2.
Centroid 
2.2.1
Stiker (
 Retro reflectif Target 
)
Prinsip Australis menggunakan warna sasaran dalam bentuk 
 grayscale
untuk mengenal pasti ukur lilit sasaran dalam pixsel.
Grayscale
menggunakan nilai dari 0 hingga 256 yaitu warna kelabu. Setiap pixelyang berada dalam bentuk ini mempunyai nilai kecerahan bermula darinilai 0 (hitam) ke 255 (putih). prinsip ini untuk mengenalpasti sasaran4
 
adalah berdasarkan perbesaran nilai
 grayscale
antara sasaran denganwarna latarbelakangnya. Bahan
retro-reflektif 
selalu digunakan dalamkerjakerja fotogrametri kerana bahan ini dapat memantulkan cahaya lebihterang dari latarbelakangnya. Secara teorinya bahan ini bolehmemantulkan cahaya 2000 kali lebih terang dari bahan putih yang bernyala (Clarke & Wang, 1998). Gambar 1.a menunjukkan sasaran yangmenggunakan bahan
retro-reflektif 
dimana Gambar 1.b menunjukkansasaran yang menggunakan kertas putih biasa 
Gambar 2.1a. Sasaran
dari retro-reflektif 
Gambar 2.1b
Sasaran dari kertas
2.2.2
Centroid 
(Titik Tengah)
1.
Defenisi
Centroid 
Secara umum centroid adalah pusat masa suatu objak. Dalamfotogrametri terutama pada
close-range
fotogrmetri menggunakan
retroreflektif target 
sebagai sasaran,
centroid 
dapat didefinisikan sebagai titik tengah dari
retro reflektif target 
yang dipasang pada objek yang diteliti.(
Clark et al, 1993
)
Gambar 2.2
Centroid 
jika diperbesar 
Target yang terekam pada gambar yang dihasilkan dari pemotretansetelah diperbesar tidak hanya terdiri dari satu pixel saja melainkan banyak  pixel dan target tidak memmiliki tepi yang jelas biasanya tepinya halusdan sedikit blur. Oleh karena itu, titik tengah dari target harus berupakoordinat atau posisi yang dapat ditentukan dengan metode
centriod.
2.
Penentuan
Centroid 
5

Activity (57)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dina Rachmayati liked this
Rozu Ros liked this
Lutfi Laudza'i liked this
Ana Rizka liked this
Eki F Amarrulloh liked this
Ditta Sesparini liked this
Ana Rizka liked this
Ana Rizka liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->