Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
25Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Budidaya Walet

Budidaya Walet

Ratings: (0)|Views: 3,126 |Likes:
Published by 531183
Penjelasan tentang hal-hal yang terjadi di dalam budidaya walet.
Penjelasan tentang hal-hal yang terjadi di dalam budidaya walet.

More info:

Published by: 531183 on Apr 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2012

pdf

text

original

 
Budi Daya“Burung Walet” 
Sumber :http://duniawalet.com/index.phpduniawalet.com
 
Sarang Walet di Tinggal Pergi 
Haji Iwan, saat mengontrol gedung waletnya di lingkungan pasar Kota Palangkaraya, sedikitmengernyitkan dahi. Ia dengan serius mengamati beberapa sarang walet di atas rukonya. Jaritelunjuknya menunjuk ke papan sirip. Lalu jarinya menunjuk ke lantai. Sesaat kemudian, jarinyaditempelkan di kening. Dahi haji muda ini berkerut. Matanya menatap saya. Bibirnya terkatup. Tapisaya paham, ia hendak bertanya tentang sesuatu. Tentang kasus sarang yang ditinggal pergi walet.Saya lalu menjelaskan secara rinci dan detail. Haji gaul ini mengangguk tanda mengerti. Iwanadalah anak ke 3 Bp H. Abdul Gafur, pemain walet number one di Palangkaraya. Karena prestasikerja saya, di tahun 2005 lalu saya dan keluarga mendapat bonus umroh ke tanah suci bersamakeluarganya.Sarang ditinggal pergi, adalah fenomena yang acap terjadi pada sebuah gedung walet. Burung waletyang hendak membikin sarang, umumnya akan melalui observasi terlebih dahulu. Walet akanmemilih tempat yang menurutnya aman dan nyaman. Jika walet sudah memutuskan satu tempattertentu, maka segera ia membangun sarangnya secara perlahan-lahan. Tetapi kenapa sarang yangtelah dibangunnya ditinggal pergi ? Kadang kita melihat leletan liur walet di papan sirip ataufondasi sarang yang tidak diteruskan. Pada papan sirip lain kadang kita melihat juga sarang waletyang sudah jadi, tapi tak ada penghuninya. Ini bisa diketahui karena di bawahnya tidak terdapatkotoran walet. Atau jika ada kotoran, namun sudah kering. Saya menyebut sarang tersebut sebagaisarang tidak aktif. Ada sarangnya tak ada burungnya. Tandanya, tak ada kotoran di lantai.Ada beberapa penyebab, antara lain pertama: Papan sirip yang semula kering, namun karena terjadikebocoran pada dak/ plafon, lalu rembesan airnya membasahi bidang papan sirip. Walet lalu akan pindah ke papan sirip lain. Sirip yang basah akan membuat daya rekat liur walet menjadi berkurang.Walet merasa tidak aman membangun sarang di tempat basah Walet kuatir kekuatan sarangnyatidak tahan lama dan mudah lepas. Kedua : Ada kemungkinan salah satu pasangan mati, sehinggawalet harus mencari pasangan baru dan memilih tempat baru. Ketiga : Walet terganggu karena ada predator, misalnya tikus, tokek, cicak, atau kecoak. Walet kurang nyaman lagi, atau bahkanterancam jiwanya. Keempat, bisa juga karena faktor kelembapan ruangan/ gedung yang semula,misalnya 85 % karena air yang ada di kolam/ baknya kering, akhirnya kelembapan turun menjadi 50%, sehingga ruangan menjadi kering. Walet merasa tak nyaman lagi membikin sarang di tempatkering. Air liurnya susah keluar dari tenggorokannya. Kelima, bisa juga karena twiter di papan siripmati, atau sound system suara rekaman walet rusak sehingga tak ada bunyi suara walet. Padagedung baru, bukankah walet masuk gedung karena ada suara rekaman walet? dan walet menginapkarena ada suara elektronik itu ? Jika suara tak ada lagi, walet akan pindah ke gedung yang ada bunyi suara walet, meskipun hanya berupa rekaman.Masih ada penyebab lain sehingga walet pindah tempat bahkan pindah gedung lain meski sudahmembikin sarang. Seperti dialami member saya di Subang-Jawa Barat. Yaitu, ia menyemprotkancairan perangsang/ parfum walet di papan-papan sirip dan pada dinding gedung sesuai advis dari penjualnya. Tujuannya agar populasi walet bertambah banyak. Tapi yang terjadi justru sebaliknya,sebagian waletnya kabur pindah ke gedung lain.
 
Sarang Burung Walet Berjamur 
Kasus sarang berjamur sering kita temui, terutama pada gedung walet yang rata-rata sudah berusia 4tahun ke atas dengan populasi walet yang lumayan padat. Saya sering menerima keluhan dari beberapa member yang mengalami kasus tersebut. Berbagai cara sudah dilakukan, namun sarangtetap berjamur. Warna sarang tidak putih lagi, melainkan kehijau-an. Harga sarang ini menjadi jatuhatau murah. Jika sarang berjamur dimasukkan ke dalam sebuah kotak bok, bercampur dengansarang yang tak berjamur, maka dalam waktu sekitar 12 jam, sarang yang semula tidak berjamur,akan terkontaminasi dan ikut tertulari jamur Warna sarang yang semula putih, ikut kehijauan..Jamur yang tumbuh di sarang walet memang menjadi problem tersendiri. Hari ini sarang berjamur dipanen, 1 bulan lagi, sarang baru mulai terkena jamur lagi. Demikian seterusnya. Capek deh. Apasaja penyebab sarang walet berjamur? Antara lain penyebabnya
 
 pertama : Banyaknya kotoran waletdi lantai yang jarang dibersihkan, dimana populasi walet di gedung tersebut sangatlah padat. Jikakotoran walet jarang membersihkan, bisa dibayangkan, tiap hari akan selalu bertambah kotoranwalet yang menumpuk di lantai. Gedung walet yang jarang dibersihkan pasti akan menimbulkandampak negative. Jika kelembapan gedung tersebut mencapai 90 % , maka sudah pasti amoniak yang terkandung pada kotoran walet tersebut akan naik ke papan sirip. Di gedung walet yangkotorannya jarang dibersihkan, pasti udara di dalamnya akan kotor bahkan sangat kotor. Jika kitamasuk ke dalam gedung seperti ini, haruslah pakai masker karena baunya yang sangat menyengat.Kadang mata kita juga terasa pedih.Jamur akan mudah tumbuh di tempat yang kotor dan lembab. Pada kotoran apa saja, baik itukotoran ayam, sapi, kambing, babi, dll jika berada di tempat yang terlindung dengan kondisilembab, pasti dalam waktu tidak lama akan tumbuh jamur. Tidak terkecuali di gedung walet yangkotor akan memudahkan jamur berkembang biak. Benih jamur yang tak kelihatan mata ini lamakelamaan akan naik ke papan sirip, ke dinding gedung, ke plafon, dan pasti akan mengenai sarang.Sarang walet adalah media yang penuh nutrisi yang membuat spora jamur cepat berkembang biak.Sebab kedua : Gedung walet yang minim atau tanpa fentilasi udara, akan menyebabkan udara dalamruangan tidak dapat ber-sirkulasi secara baik. Sehingga udara yang kotor akibat debu-debu yangditimbulkan oleh kotoran walet yang menumpuk, akan menyebabkan sarang walet terkena dampak kotornya. Tanda sarang walet terkena dampak, warna sarang kuning keruh. Jika tidak segera diantisipasi, kelak, sarang akan berjamur.Jadi, kesimpulanya, sarang berjamur diakibatkan oleh sebuah gedung walet yang populasinyawaletnya sangat banyak, dimana kotoran walet jarang dibersihkan. Gedung tersebut juga sedikitatau bahkan tidak berfentilasi, sehingga udara kotor dalam gedung tidak bisa keluar. Faktor kelembapan gedung yang tinggi menjadi pendorong yang sangat kuat sehingga udara kotor terusnaik ke langit-langit ruang/ plafon sehingga mempercepat tumbuhkan jamur di plafon-papan sirip-dan sarang.Bagaimana cara mengatasinya? Tidak lain dengan membersihkan secara rutin kotoran walet. Jika populasi walet dalam gedung tersebut sangat padat, dibersihkan tiap haripun tidak masalah, asaldilakukan sebelum jam 12 siang. Usahakan sirkulasi udara bisa berganti secara normal dengan caramenambah fentilasi udara. Atau jika tidak memungkinkan (karena gedung walet berupa ruko yang posisinya terjepit) bisa meng gunakan ex house fan. Cara ini dilakukan agar udara kotor terhisapkeluar dan berganti dengan udara baru yang bersih.

Activity (25)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yazid Tasmian liked this
Yoga Lesmana liked this
Reza Fahlifi liked this
havis_tj200678 liked this
Karyono St liked this
Pangeran Tidung liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->