Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
60Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Hubungan Antara Cara Penggunaan Ilmu Dengan Kaidah Moral

Makalah Hubungan Antara Cara Penggunaan Ilmu Dengan Kaidah Moral

Ratings: (0)|Views: 4,093 |Likes:
Published by janggeng
MAKALAH
HUBUNGAN ANTARA CARA PENGGUNAAN ILMU DENGAN KAIDAH MORAL
MAKALAH
HUBUNGAN ANTARA CARA PENGGUNAAN ILMU DENGAN KAIDAH MORAL

More info:

Published by: janggeng on Apr 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/03/2013

pdf

text

original

 
MAKALAHHUBUNGAN ANTARA CARA PENGGUNAAN ILMUDENGAN KAIDAH MORAL
 Disusun sebagai salah satu tugas semester satu mata kuliah Filsafat Ilmu
Disusun Oleh :
Fahrul Effendi 
PROGRAM PASCASARJANA KEPENDIDIKANPRGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKANUNIVERSITAS MULAWARMANSAMARINDA2010
 
1
BAB IPENDAHULUANA.
 
Latar Belakang
Ilmu dan moral adalah dua kata yang memiliki makna berbeda namunsebenarnya kedua makna kata tersebut saling melengkapi dan berhubungan eratdengan kepribadian seseorang. Sejak saat pertumbuhannya, ilmu sudah terkaitdengan masalah moral. Ketika Copernicus (1473—1543) mengajukan teorinyatentang kesemestaan alam dan menemukan bahwa "bumi yang berputar mengelilingi matahari" dan bukan sebaliknya seperti yang dinyatakan dalamajaran agama maka timbullah interaksi antara ilmu dan moral (yang bersumber  pada ajaran agama) yang berkonotasi metafisik. Secara metafisik ilmu inginmempelajari alam sebagaimana adanya, sedangkan di pihak lain terdapatkeinginan agar ilmu mendasarkan kepada pernyataan-pernyataan (nilai-nilai) yangterdapat dalam ajaran-ajaran di luar bidang keilmuan (nilai moral), seperti agama.Dari interaksi ilmu dan moral tersebut timbullah konflik yang bersumber  pada penafsiran metafisik yang berkulminasi pada pengadilan inkuisisi Galileo pada tahun 1633. Galileo oleh pengadilan agama dipaksa untuk mencabut pernyataan bahwa bumi berputar mengelilingi matahari.Ketika ilmu dapat mengembangkan dirinya, yakni dari pengembangankonsepsional yang bersifat kontemplatif disusul penerapan-penerapan konsepilmiah ke masalah-masalah praktis atau dengan perkataan lain dari konsep ilmiahyang bersifat abstrak menjelma dalam bentuk konkret yang berupa teknologi,konflik antarilmu dan moral berlanjut. Seperti kita ketahui, dalam tahapan penerapan konsep tersebut ilmu tidak saja bertujuan menjelaskan gejala-gejalaalam untuk tujuan pengertian dan pemahaman, tetapi lebih jauh lagi bertujuanmemanipulasi faktor-faktor yang terkait dalam gejala tersebut untuk mengontroldan mengarahkan proses yang terjadi. Bertrand Russel menyebut perkembanganini sebagai peralihan ilmu dari tahap “kontemplasi ke manipulasi” .Dalam tahap manipulasi ilmu, masalah moral muncul kembali. Jikadalam kontemplasi masalah moral berkaitan dengan metafisika keilmuan maka
 
2
dalam tahap manipulasi masalah moral berkaitan dengan cara penggunaan pengetahuan ilmiah atau secara filsafat dapat dikatakan bahwa dalam tahap pengembangan konsep terdapat masalah moral yang ditinjau dari segi ontologiskeilmuan, sedangkan dalam tahap penerapan konsep terdapat masalah moral yangditinjau dari segi aksiologi keilmuan. Aksiologi itu sendiri adalah teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh.Filosof beragama biasanya menempatkan kebenaran berpikir manusia berada di bawah kebenaran transenden. Sebagai sebuah produsen moralitas danetika, tak bisa disangkal bahwa doktrin agama akan mengarahkan seseorang untuk merefleksikan penemuan atau penciptaan sebuah ilmu. Euthanasia, aborsi, kloningdan penerbangan ke bulan atau produksi tenaga nuklir merupakan beberapacontoh hasil perkembangan ilmu pengetahuan. Untuk menciptakan tatananmanusia yang lebih baik dan beradab, Ketidakmanusiaan merupakan pelanggaranterhadap etika seorang ilmuwan. Profesi dokter di Indonesia misalnya, terbatasioleh etika-aturan yang terakumulasi dalam etika profesi dokter. Tidak dibenarkan,misalnya, seorang dokter yang sedang melakukan penelitian virus HN51menyebarkannya ke lingkungan masyarakat sekitar untuk mencari obat penawarnya.Berdasarkan uraian-uraian di atas, maka diperlukan suatu kajian yangmembahas tentang bagaimana hubungan antara cara penggunaan ilmu dengankaidah moral, baik dari segi ontologi maupun aksiologi. Dari segi ontologi perludiketahui bagaimanakah hakikat hubungan antara ilmu dan kaidah moral,sedangkan dari segi aksiologi, perlu dibahas bagaimana aplikasi antara penggunaan ilmu dengan kaidah moral.
B.
 
Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah1.
 
Bagaimana hakikat hubungan antara cara penggunaan ilmu dengan kaidahmoral2.
 
Bagaimanakah penerapan hubungan antara cara penggunaan ilmu dengankaidah moral.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->