Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hisprung Atau Mega Colon

Hisprung Atau Mega Colon

Ratings: (0)|Views: 903 |Likes:
Published by MARFFATULLAH550

More info:

Published by: MARFFATULLAH550 on Apr 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/17/2012

pdf

text

original

 
Diposkan oleh keperawatan on Sabtu, 23 Mei 2009PengertianAda beberapa pengertian mengenai Hisprung atau Mega Colon, namun pada intinya sama anipenyakit yang disebabkan oleh obstruksi mekanis yang disebabkan oleh tidak adekuatnyamotilitas pada usus sehingga tidak ada evakuasi usus spontan dan tidak mampunya spinkter rectum berelaksasi.Hirschsprung atau Mega Colon adalah penyakit yang tidak adanya sel – sel ganglion dalamrectum atau bagian rektosigmoid Colon. Dan ketidak adaan ini menimbulkan keabnormalan atautidak adanya peristaltik serta tidak adanya evakuasi usus spontan ( Betz, Cecily & Sowden : 2000)Penyakit Hirschsprung atau Mega Kolon adalah kelainan bawaan penyebab gangguan pasaseusus tersering pada neonatus, dan kebanyakan terjadi pada bayi 3 aterm Kg, lebih banyak laki – laki dari pada perempuan. (
dengan berat lahir Arief Mansjoeer, 2000EtiologiAdapun yang menjadi penyebab Hirschsprung atau Mega Colon itu sendiri adalah diduga terjadikarena faktor genetik dan lingkungan sering terjadi pada anak dengan Down syndrom, kegagalansel neural pada masa embrio dalam dinding usus, gagal eksistensi, kranio kaudal pada myentrik dan sub mukosa dinding plexus.PatofisiologiIstilah congenital aganglionic Mega Colon menggambarkan adanya kerusakan primer dengantidak adanya sel ganglion pada dinding sub mukosa kolon distal. Segmen aganglionic hampir selalu ada dalam rectum dan bagian proksimal pada usus besar.Ketidakadaan ini menimbulkan keabnormalan atau tidak adanya gerakan tenaga pendorong( peristaltik ) dan tidak adanya evakuasi usus spontan serta spinkter rectum tidak dapat berelaksasi sehingga mencegah keluarnya feses secara normal yang menyebabkan adanyaakumulasi pada usus dan distensi pada saluran cerna.Bagian proksimal sampai pada bagian yang rusak pada Mega Colon ( Betz, Cecily & Sowden,2002:197).Semua ganglion pada intramural plexus dalam usus berguna untuk kontrol kontraksi danrelaksasi peristaltik secara normal.Isi usus mendorong ke segmen aganglionik dan fesesterkumpul didaerah tersebut, menyebabkan terdilatasinya bagian usus yang proksimal terhadapdaerah itu karena terjadi obstruksi dan menyebabkan dibagian Colon tersebut melebar ( Price, S& Wilson, 1995 : 141 ).7.8.Diagnosa Keperawatan
 
1.Konstipasi berhubungan dengan obstruksiKetidakmampuan Kolon mengevakuasi feces ( Wong, Donna, 2004 : 508 )Tujuan :Anak dapat melakukan eliminasi dengan beberapa adaptasi sampai fungsi eliminasi secaranormal dan bisa dilakukanKriteria Hasil- .Pasien dapat melakukan eliminasi dengan beberapa adapatasi- .Ada peningkatan pola eliminasi yang lebih baik Intervensi :- .Berikan bantuan enema dengan cairan Fisiologis NaCl 0,9 %- .Observasi tanda vital dan bising usus setiap 2 jam sekali- .Observasi pengeluaran feces per rektal – bentuk, konsistensi, jumlah- .Observasi intake yang mempengaruhi pola dan konsistensi feses- .Anjurkan untuk menjalankan diet yang telah dianjurkan2.Perubahan nutrisi kurang dan kebutuhan tubuh berhubungan dengan saluran pencernaan mualdan muntahTujuan :Pasien menerima asupan nutrisi yang cukup sesuai dengan diet yang dianjurkanKriteria Hasil- .Berat badan pasien sesuai dengan umurnya- .Turgor kulit pasien lembab- .Orang tua bisa memilih makanan yang di anjurkanIntervensi- Berikan asupan nutrisi yang cukup sesuai dengan diet yang dianjurkan- .Ukur berat badan anak tiap hari- .Gunakan rute alternatif pemberian nutrisi ( seperti NGT dan parenteral ) untuk mengantisipasi pasien yang sudah mulai merasa mual dan muntahc.3. Resiko kurangnya volume cairan berhubungan dengan intake yang kurang (Betz, Cecily &Sowden 2002:197)Tujuan :Status hidrasi pasien dapat mencukupi kebutuhan tubuhKriteria Hasil- .Turgor kulit lembab.- .Keseimbangan cairan.Intervensi- .Berikan asupan cairan yang adekuat pada pasien- Pantau tanda – tanda cairan tubuh yang tercukupi turgor, intake – output- Observasi adanay peningkatan mual dan muntah antisipasi devisit cairan tubuh dengan segerad.

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dewi Lestari liked this
Rizna Pras liked this
indra ari wibowo liked this
Harry Jonk liked this
gayusbdms liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->