Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
28Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendidikan Lingkungan Hidup _Konsep-Konsep Ekosistem

Pendidikan Lingkungan Hidup _Konsep-Konsep Ekosistem

Ratings: (0)|Views: 1,579 |Likes:
Published by Aprizon

More info:

Published by: Aprizon on Apr 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2013

pdf

text

original

 
TUGASMata Kuliah
Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup
Tentang
Konsep-konsep Ekosistem
Hutan Mangrove (Produktivitas/Homeostatis)
Oleh Kelompok III
1. Aprizon Putra(89050/07)
2.
Yusra Hayati (73474/06 
)
 3. Mario (89073/07) 4. Deni Meliza (89148/07) 5. Vivi Zarneti (89146/07)6. Neni Selvia (89128/07)
DosenDrs. Afdhal, M.PdJurusan Pendidikan GeografiFakultas Ilmu-ilmu SosialUNIVERSITAS NEGERI PADANG2008
 
KONSEP-KONSEP EKOSISTEMMANGROVEI. PENDAHULUAN
Hutan mangrove adalah tipe hutan yang khas terdapat di sepanjang pantai atau muarasungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Mangrove tumbuh pada pantai-pantaiyang terlindung atau pantai-pantai yang datar, biasanya di sepanjang sisi pulau yangterlindung dari angin atau di belakang terumbu karang di lepas pantai yang terlindungEkosistem hutan mangrove bersifat kompleks dan dinamis, namun labil. Dikatakan komplekskarena ekosistemnya di samping dipenuhi oleh vegetasi mangrove, juga merupakan habitatberbagai satwa dan biota perairan. Jenis tanah yang berada di bawahnya termasuk tanahperkembangan muda (saline young soil) yang mempunyai kandungan liat yang tinggi dengannilai kejenuhan basa dan kapasitas tukar kation yang tinggi. Kandungan bahan organik, totalnitrogen, dan ammonium termasuk kategori sedang pada bagian yang dekat laut dan tinggipada bagian arah daratan Bersifat dinamis.Karena hutan mangrove dapat tumbuh dan berkembang terus serta mengalami suksesisesuai dengan perubahan tempat tumbuh alaminya. Dikatakan labil karena mudah sekalirusak dan sulit untuk pulih kembali seperti sediakala. Sebagai daerah peralihan antara lautdan darat, ekosistem mangrove mempunyai gradien sifat lingkungan yang tajam. Pasangsurut air laut menyebabkan terjadinya fluktuasi beberapa faktor lingkungan yang besar,terutama suhu dan salinitas., baik dengan ekosistem darat maupun lepas pantai. Mangrove diIndonesia mempunyai keragaman jenis yang tinggi yaitu memiliki 89 jenis tumbuhan yangterdiri dari 35 jenis pohon, 5 jenis terna, 9 jenis perdu, 9 jenis liana, 29 jenis epifit, dan 2 jenis parasit.
 
II. KONDISI MANGROVE SAAT INIA. Kondisi Umum di Indonesia
Tekanan yang berlebihan terhadap kawasan hutan mangrove untuk berbagaikepentingan tanpa mengindahkan kaidah-kaidah pelestarian alam telah mengakibatkanterjadinya penurunan luas hutan mangrove yang cukup drastis. Berdasarkan data tahun 1984,Indonesia memiliki mangrove dalam kawasan hutan seluas 4,25 juta ha, kemudian berdasarhasil interpretasi citra landsat (1992) luasnya tersisa 3,812 juta ha (Ditjen INTAG dalamMartodiwirjo, 1994); dan berdasarkan data Ditjen RRL (1999), luas hutan mangroveIndonesia tinggal 9,2 juta ha (3,7 juta ha dalam kawasan hutan dan 5,5 juta ha di luarkawasan). Namun demikian, lebih dari setengah hutan mangrove yang ada (57,6 %), ternyatadalam kondisi rusak parah, di antaranya 1,6 juta ha dalam kawasan hutan dan 3,7 juta ha diluar kawasan hutan. Kecepatan kerusakan mangrove mencapai 530.000 ha/th. Upayamerehabilitasi daerah pesisir pantai dengan penanaman jenis mangrove sebenarnya sudahdimulai sejak tahun sembilan-puluhan. Data penanaman mangrove oleh DepartemenKehutanan selama tahun 1999 hingga 2003 baru terealisasi seluas 7.890 ha (DepartemenKehutanan, 2004), namun tingkat keberhasilannya masih sangat rendah. Data inimenunjukkan laju rehabilitasi hutan mangrove hanya sekitar 1.973 ha/tahun. Di samping itu,masyarakat juga tidak sepenuhnya terlibat dalam upaya rehabilitasi mangrove, dan bahkandilaporkan adanya kecenderungan gangguan terhadap tanaman mengingat perbedaankepentingan.
B. Kondisi Mangrove di Sumatera Barat
Hampir sama dengan kondisi Indonesia pada umumnya, kondisi hutan mangrove di SumateraBarat juga sedang mengalami degradasi. Berdasar data Peranan Ekologis dan Sosial (Chairil Anwar dan Hendra Gunawan) Ditjen RRL (1999), total luas hutan mangrove diSumatera Barat 51.915,14 ha. Di daratan Sumatera Barat, hutan mangrove yang terletak dalam kawasan hutan 6.060,98 ha dan di luar kawasan hutan 13.253,76 ha, sedangkansisanya terletak di Kepulauan Mentawai 32.600,00 ha. Dari luasan hutan mangrove yangberada di daratan Sumatera Barat tersebut hanya 4,7% (909,82 ha) yang kondisinya baik,sementara 95,3% (18.404,92 ha) dalam keadaan rusak .

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Iwan Makatita liked this
Aprizon liked this
greensangrilla liked this
Darmawan Kawo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->