Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Fenomena Hukum Dalam Aspek Ekonomi Ditinjau Dari Segi Sosiologi Hukum

Fenomena Hukum Dalam Aspek Ekonomi Ditinjau Dari Segi Sosiologi Hukum

Ratings: (0)|Views: 965 |Likes:
Published by errormessy

More info:

Published by: errormessy on Apr 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2012

pdf

text

original

 
1
FENOMENA HUKUM DALAM ASPEK EKONOMIDITINJAU DARI SEGI SOSIOLOGI HUKUM
1
 
A.
 
PENDAHULUAN
Sebagai makhluk sosial, manusia satu sama lain saling membutuhkan dalamrangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Pemenuhan kebutuhan hidup merupakanfungsi dari ekonomi. Ekonomi sebagaimana diartikan dalam kamus Umum BahasaIndonesia yaiu Ilmu mengenai asas-asas produksi, distribusi, dan pemakaian barang-barang serta kekayaan (seperti hal keuangan, perindustrian, dan perdagangan). Jugadikatakan pemanfaatan uang, tenaga, waktu yang berharga
2
.Kebutuhan hidup dari waktu kewaktu semakin berkembang seiring denganperkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Sampai pada abad ke 21sekarang ini kita saksikan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan tehnologitelah mencapai kemajuan yang sangat jauh sehingga penduduk bumi yang salingberjauhan mampu melakukan pertukaran kebutuhan dalam waktu yang sangat singkatdengan jumlah produk yang cukup bahkan dikatakan berlimpah sehingga sulitdibedakan antara produk sebagai kebutuhan dan produk sebagai keinginan. Namundari sisi lain, terlihat pula bahwa produk-produk yang dihasilkan itu tidak semuamanusia menikmatinya, karena secara ekonomis tidak semua manusia mempunyaikemampuan (daya) beli untuk mendapatkannya. Oleh karena itu, perlu dilakukanpembangunan sektor ekonomi agar ketersediaan produk/barang seimbang dengandaya beli masyarakat. Pembangunan merupakan proses, perbuatan, cara membangun
3
.Jadi pembangunan ekonomi dapat diartikan sebagai proses dan cara membangunanproduksi, distribusi, dan pemanfaatan uang, tenaga dan waktu yang berharga.Kemudian pertanyaan muncul, yaitu apakah tujuan dari pembangunan ekonomi, danbagaimana kondisi ekonomi saat ini ? Kedua pertanyaan itu perlu mendapatkan jawaban sebelum uraian-uraian lain dilakukan.
1
Penulis adalah Peneliti pada Puslitbang Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI.
2
Depdikbud, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 1995, hal. 251.
3
Depdikbud, Ibid, hal. 89
 
2
1.
 
Tujuan Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi dilakukan dengan tujuan untuk menjaminketersediaan barang-barang kebutuhan baik kuantitas dan tercapainya daya belimasyarakat terhadap barang-barang yang dibutuhkan, Secara teoritis, tujuan itudijabarkan sebagai berikut :a.
 
Memaksimalkan tenaga kerja dan output,b.
 
Pertumbuhan ekonomi;c.
 
Tingkat harga yang stabil;d.
 
Satabilitas neraca pembayaran
4
 Untuk mencapai tujuan itu, diperlukan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Ilmupengetahuan terutama berkaitan dengan pengetahuan tentang demografi yangmeliputi : usia, pendapatan, psikologis, fisiologi, jenis kelamin, gaya hdup,pengetahuan sosiologis, antropologis dan geografis. Sedangkan tehnologi terutamaberkaitan dengan ketrampilan tepat guna, alat dan cara..Pilihan pertama : (a) Padaumumnya fungsi langsung dari penggunaan tenaga kerja, sehingga dengan demikianmemaksimalkan output cenderung mendorong tercapainya tujuan penggunaankapasitas penuh
(full employment)
. Kadang-kadang terjadi, penggunaan kapasitaspenuh tidak disertai dengan peningkatan taraf hidup tenaga kerja sehingga sangatmemungkinkan munculnya peristiwa hukum. Pilihan kedua : (b) Sebagai kuncisasaran di atas dierlukan karena minimal tiga alasan yaitu (1) pertumbuhan populasidan besarnya segmen populasi yang memasuki pasar tenaga kerja sehinggapertumbuhan ekonomi yang tinggi memungkinkan bertambahnya peluang tenagakerja; (2) karena pertumbuhan dan keinginan yang tak terbatas maka perekonomiandidorong untuk lebih banyak barang dan jasa; (3) usaha mempromosikan keadilanekonomi
(economic equality)
serta stabilitas melalui distribusi pendapatan akan dapatlebih diterima jika terjadi pertumbuhan ekonomi. Keadlan ekonomi bisa tidak terjadikarena pemilik modal cenderung berpikir memperkaya diri sendiri dan melupakankemakmuran sebagai penengah. Pilihan ketiga (c) Disebabkan jika terjadi fluktuasiharga yang tinggi maka sudah tentu akan mengakibatkan resiko ekspansi modalsehingga menurunkan tingkat envestasi dunia usaha. Perencanaan produksi pada
4
Kelana, Said
 , Teori Ekonomi Makro
, Jakarta, Gajah Prasindo Persada, 1996, hal. 7
 
3umumnya merupakan faktor dari harga bahan baku. Kontrak tenaga kerja, tingkatbunga ekspektasi (harapan) yang diambil serta perjanjian dasar yang dilakukanperusahaan pada umumnya dipengaruhi oleh cepatnya perubahan harga. Hal ini akanmelibatkan hukum untuk menengahi apabila terjadi konflik dari dua pihak yangbertransaksi. Pilihan keempat (d) Dianggap penting berkenaan dengan hubungan luarnegeri dan cadangan devisa.
2.
 
Kondisi Ekonomi Saat Ini di Masyarakat
Manusia pada abad ke 21 sudah mencapai puncak peradaban dimanakebutuhan bukan hanya memenuhi kebutuhan dasar, melainkan sudah sampai kepadapelayanan kesenangan yang berkwalitas. Hal itu dapat dilihat pada berbagai sektorekonomi seperti sektor pertanian, industri dan perdagangan. Produk-produk pertaniantidak sekedar mengejar target jumlah, akan tetapi juga telah memikirkan agar parakonsumen puas ketika mengkonsumsinya. Tingkatan kualita dan harga setiap mataproduk pun bervariasi sesuai dengan kemampuan masing-masing konsumen untuk memperolehnya. Hal ini juga berlaku pada sektor industri perdagangan. Jadi, secaraumum kondisi ekonomi saat ini telah mencapai kemajuan yang sangat jauh walaupunkemungkinan untuk lebih maju masih sangat terbuka.
B.
 
MANUSIA SEBAGAI FENOMENA SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN
Ketertiban manusia sebagai agen dalam pembangunan ekonomi memerlukanilmu pengetahuan dan ketrampilan agar dapat mengisi posisi sebagai produsen dandistributor dalam memanfaatkan uang, tenaga dan waktu yang berharga secara efektif.Produsen adalah orang atau badan yang kegiatan usahanya menghasilkanbarang-barang modal maupun barang-barang konsumsi. Dalam melaksanakanusahanya itu, manusia sebagai produsen mempertimbangkan masalah kuantitas,kualitas dan efesiensi.Masalah kuantitas sangat penting dalam mengatasi masalah kelangkaan agarterpenuhi jumlah yang diminta atau dibutuhkan oleh masyarakat. Masalah kualitasberkaitan dengan tingkat baik-buruk atau kadar barang yang dibuat oleh produsen.Apabila masalah kuantitas dan kualitas tidak dikelola sebagaimana yang disepakati,

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Phutry Syeila liked this
Neofelis Maedy liked this
2443487 liked this
Gana Suka liked this
Akhmad Syamsuri liked this
Beims Hunter liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->