Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
anggi dua orang

anggi dua orang

Ratings: (0)|Views: 1,554|Likes:
Published by nabilamaharaniputri

More info:

Published by: nabilamaharaniputri on Apr 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/04/2012

pdf

text

original

 
POTENSI SUMBER DAYA LAHAN DAN OPTIMALISASIPENGEMBANGAN KOMODITAS PENGHASILBIONERGI DI INDONESIAAnny Mulyani dan Irsal Las
Balai besar penelitian dan
 pengembangan
sumberdaya lahan pertanian, jalan Ir. H Juarda No.98. Bogor 16123 .
ABSTRAK Isu nasional yang muncul akhir ± akhir ini adalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), sehingga perlu di upayakan sumber energi alternatif penggantiBBM dari sumber-sumber terbarukan atau bionergi. Komoditas sumber bionergisebagian besar merupakan penghasil bahan pangan seperti kelapa sawit, kelapa, jagung, ubi kayu, tebu, dan sagu. Tim nasional bahan bakar nabati telahmencanangkan lahan 6,50 juta ha un tuk pengembangan empat komoditas utama penghasil BBN, yaitu kaelapa sawit, jarak pagar, tebu dan ubi kayu. Dari luasantersebut 1,50 juta ha di peruntukkan bagi pengembangan jarak pagar. Untuk mendukung pengembangan komoditas penghasil bionergi telah dilakukan evaluasikesesuaian lahan secara biofisik. Hasilnya menunjukan terdapat 76, 40 juta halahan yang sesui untuk kelapa sawit, kelapa, tebu, jagung, ubi kayu, sagu, kapasdan jarak pagar. Namun sebagian besar lahan tersebut telah dimanfaatkan untuk  penggunan lain, baik di sektor pertanian maupun non pertanian. Permasalahandalam pengembangan komoditas bionergi seperti kelapa sawit, kelapa, jagung, ubikayu, dan tebu adalah persaingan dalam penggunaan lahan dan produk.Peningkatan produksi sulit dicapai hanya melalui intensifikasi dan difersifikasi,sehingga perlusan areal (ekstensifikasi) harus diakukan untuk menghindaridampak negatif terhadap ketersediaan pangan nasional. Berdasarkan hasiltumpang tepat antara peta kesesuaian lahan dan peta penggunaan lahan (tahun2000-2004) diperkirakan masih tersedia 7 juta ha lahan kering yang sesuai untuk tanaman semusim dan 15,30 juta ha untuk tanaman tahunan. Lahan tersebut saatini belum dimanfaatkan dan masih berupa hutan belukar, semak belukar, padang
 
alang-alang dan rumputan (lahan tidur). Namun, status kepemilikan lahan tersebut belum diketahui sehingga diperlukan identifikasi lebih lanjut.
 Kata kunci : kesesuaian lahan, bionergi
Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat luas untuk  pengembangan berbagai komoditas pertanian. Luas daratan indonesia mencapai188,20 juta ha, yang terdiri atas i48 juta ha lahan kering dan 40,20 juta halahan basah, dengan jenis tanah, iklim, fisiografi, bahan induk (volkan yang subur), danelevasi yang beragam. Kondisi ini memungkinkan ubntuk pengusahaan berbagai jenis tanaman, termsuk komoditas penghasil bioenergi. Pengembangan komoditas penghasil bioenergi sangat penting untuk mengentisipasi kelengkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dimasa yang akan datang.Berbagai tanaman yang potensial sebagai penghasil bioenergi adalahkelapa sawit, kelapa, jarak pagar, kapas, kanola dan repassed untuk biodiesel,serta ubi kayu, ubi jalar tebu, sorgum, sagu, aren, nipah, dan lontar untuk  bioetanol (suimaryono 2006). Sewlain potensial sebagai penghasil bioenergi, beberapa komunitas tersebut, seperti kelapa sawit, kelapa, kapas, ubi kayu, tebudan sagu juga merupakan komuditas sumber bahan pangan dan pakan. Olehkarena itu, pengembangna komuditas penghasil bioenergi tersebut akan bersaingdengan kebutuhan untuk pangan maupun pakan. Perluasan areal tanam(ekstensifikasi) merupakan salah satu pilihan untuk meningkatkan produksi berbagai komunitas tersebut, sehingga dapat memenuhi kebutuhan, baik untuk  pangan, pakan maupun bioenergi. Sementara itu jarak pagar belum dibudidayakansecara komersial, meskipun tanaman ini sudah lamadikenal oleh masyarakatindonesia sebagai tanaman obat dan penghasil minyak. Jarak pagar hanya ditanamsebagai pagar atau pembatas atas kepemilikan lahan.Tim Nasional Bahan Bakar nabati BBN (2005) telah mencanangkan untuk komoditas utama panghasil BBN seluas 6,40 juta ha selama periode 2005-2015,yaitu kelapa sawit, jarak pagar, tebu dan ubi kayu. Sesuai dengan InstruksiPresiden RI No.1 Tahun 2006, departemen pertanian bertugas untuk mendorong penyediaan dan pengembangan bahan baku BBN untuk mengurangiketergantungan terhadap BBM.
 
Keragaman karakteristik sumber daya lahan dan iklim merupakan potensi bagi indonesia unuk memproduksi berbagai komoditas pertanian unggulan sesuaidengan kondisi ogroekosistem. Kawasan barat yang beriklim basah sangat sesuaiuntuk pengembangan kelapa sawit, kelapa dan ubu kayu. Sebaliknya kawasantimur indonesia yang relatif kering lebih cocok untuk pengembagan tebu, kapas,dan jarak pagar. Sagu banyak terdapat di Maluku dan Papua. Oleh karena itu data(informasi) sumber daya lahan sangat bermanfaat untuk memberikan gambarantentangpotensi sumber daya lahan dan kasesuaiannya untuk pengembangan berbagai komoditas pertanian.Data (informasi) sumer daya lahan dan iklim yang mencakup seluruhwilayah indonesia baru tersedia pada skala eksplorasi (1:1000.000), yaitu AtlasSumber Daya Lahan (Tanah) Eksplorasi(Pusat Penelitian dan PengembanganTanah dan Agroklimat 2000), Atlas arahan Tata Ruang Pertanian Nasional (PusatPenelitian dan Pengembangan Tanah Agroklimat 2001), Atlas arahan pewilayahan Komoditas Pertanian Unggulan Nasional ( Pusat Penelitian DanPengembangan Tanah Agroklimat 2002), dan Atlas Sumber Daya Iklim Indonesia( Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi 2003). Peta ini bermanfaat untuk memberikan gambarab umum mengenai potensi sumber daya lahan di Indonesiadalam mendukung perencanaan dan pembangunan perytanian nasional.Berdasarkan hasil evaluasi karakteristik sumber daya lahan dan iklim petaskala 1:1000.000, dari luas daratan Indonesia sekitar 188,20 juta ha, lahan yangsesuai untuk pengembangan pertanian mencapai 100,80 juta ha (Pusat Penelitiandan Pengembangan Tanah dan Agro Klimat 2001; Adimihardja et al.2005), baik untuk lahan basah (sawah, perikanan air payau atau tambak) maupun lahan kering(tanaman pangan tanaman tahunan/perkebunan, dan padang pengembalaanternak). Sementara itu berdasarkan hasil evaluasi potensi sumber daya lahan untuk  beberapa komoditas penghasil bioenergi, terdapat 76.475.451 ha lahan yangsesuai untuk kelapa sawit , kelapa, tebu, jarak pagar, kapas, ubi kayu dan sagu.Penyebaran lahan terluas terdapat di Papua, Kalimantan, dan Sumatera (Las danMulyani 2006).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->