Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
166Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sistem Reproduksi

Sistem Reproduksi

Ratings: (0)|Views: 18,212 |Likes:
Published by beanbukhori

More info:

Published by: beanbukhori on Apr 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2013

pdf

text

original

 
Sistem Reproduksi Invertebrata 
Diarsipkan di bawah:Sistem reproduksi² gurungeblog @ 6:16 amTags:aseksual,Invertebrata,seksual,Sistem reproduksi 
Reproduksi Aseksual
 Reproduksi aseksual pada hewan lebih jarang terjadi daripada tumbuhan. Biasanya reproduksiaseksual merupakan suatu alternatif dan bukan pengganti dari reproduksi seksual. Beberapainvertebrata, misalnya jenis cacing pipih (Planaria) berkembang biak dengan cara fragmentasi.Fragmentasi merupakan pemutusan bagian tubuh. Setelah tumbuh mencapai ukuran yangnormal, Planaria secara spontan terbagi-bagi menjadi beberapa bagian. Setiap bagian berkembang menjadi dewasa dan proses tersebut akan terulang kembali.Invertebrata lain melakukan melakukan reproduksi aseksual dengan cara pertunasan (budding).Pertunasan merupakan proses terbentuknya tunas kecil (yang serupa dengan induknya) daritubuh induk.Keturunan berkembang sebagai tunas pada badan induk. Pada beberapa spesies, seperti padaObelia, tunas tersebut lepas dan hidup bebas. Pada spesies lain, misalnya koral atau anemon laut,tunas tersebut tetap terikat pada induk hingga menyebabkan terjadinya koloni koral.Pertunasan juga dijumpai pada hewan parasit, contohnya cacing pita (Taenia solium). Daging babi yang kurang matang dapat mengandung sistiserkus termakan dari cacing pita, yang terdiridari suatu kapsul yang mengandung skoleks. Bila sistiserkus termakan, getah lambung akanmelarutkan dinding kapsul sehingga skoleks keluar dan melekatkan diri dengan alat penghisapdan kait, pada dinding usus. Skoleks kemudian membuat tunas-tunas (proglotid) pada ujung belakangnya. Tunas-tunas ini tetap terikat satu sama lain. Setelah dewasa proglotidmengembangkan alat kelamin. Proglotid yang paling tua akhirnya lepas dan keluar bersamakotoran. Namun, sebelum hal ini terjadi, rantai tersebut dapat mencapai panjang 6 meter danmengandung lebih dari 1000 proglotid, dimana tiap proglotid merupakan individu yangdapat berdiri sendiri.Beberapa spesies invertebrata yang tingkatannya lebih tinggi berkembang biak dengan cara partenogenesis. Partenogenesis merupakan telur yang dihasilkan oleh hewan betina yang berkembang menjadi individu baru tanpa dibuahi, contohnya serangga. Pada beberapa kasus, partenogenesis merupakan satu-satunya cara yang dapat dilakukan hewan tertentu untuk  berkembang biak. Tetapi pada umumnyahewan tersebut melakukan partogenesis pada waktu tertentu, seperti yang dilakukan oleh Aphid(kutu daun) melakukan partenogenesis pada musim ketika banyak terdapat sumber makanan disekelilingnya.Reproduksi secara partenogenesis lebih cepat daripada reproduksi secara seksual, hal inimemungkinkan jenis tersebut untuk memanfaatkan sumber makanan yang tersedia dengan cepat.
Reproduksi Seksual
 Sebagian besar invertebrata melakukan reproduksi secara seksual. Reproduksi seksual dicirikandengan penyatuan gamet (fertilisasi), yaitu sperma dan ovum. Fertilisasi pada invertebrata seringdijumpai pada cacing tanah yang bersifat hermafrodit (satu individu menghasilkan sperma dan
 
ovum). Meskipun hermafrodit, cacing tanah tidak dapat melakukan fertilisasi sendiri, melainkandengan pasangan cacing tanah lainnya.
MENGUPAS HEWAN AVERTEBRATA 
Posted on September 23, 2008 by Pakde sofa
MENGUP
AS H
EW
A
N
AV
E
RT
EB
RATA
 
1. Taksonomi adalah studi teoretis tentang pengkasifikasian atau penggolongan suatuorganisme, termasuk dasar-dasar, prinsip-prinsip, prosedur, dan aturan-aturannya.
U
rutan tingkatan takson adalah, Kingdom, Filum, Kelas, Ordo, Familia,
G
enus, danSpesies.2. Klasifikasi hewan didefinisikan sebagai penggolongan hewan ke dalam kelompok tertentu berdasarkan kekerabatannya, yaitu yang berhubungan dengan kontiguitas(kontak), kemiripan, atau keduanya. Klasifikasi dapat berdasarkan hubungan evolusi,habitat, dan cara hidupnya.3. Sistematika didefinisikan sebagai studi ilmiah tentang jenis-jenis dan keanekaragamanorganisme dan semua kekerabatan di antara organisme tersebut.4. Keberhasilan reproduksi ditentukan oleh adaptasi tingkah laku, morfologi, ataufisiologi, baik secara langsung atau tidak langsung.5. Reproduksi pada avertebrata dapat secara seksual atau aseksual. Reproduksi seksualselalu mengikutkan penyatuan materi genetik dari dua genom. Sedangkan reproduksiaseksual adalah reproduksi tanpa terjadinya pembuahan.6.
P
embuahan pada hewan Avertebrata dapat terjadi secara internal (di dalam tubuh)atau eksternal (di luar tubuh).7. Larva sebagian besar hewan avertebrata bersifat lesitotrofik dan sebagian planktotrofik.8.
P
enyebaran larva dari hewan avertebrata yang hidup di perairan tergantung dariberapa lama hewan tersebut dapat mempertahankan thhapan larva dan kecepatan sertaarah arus air tempat larva tersebut hidup.protozoa, porifera, dan
P
lacozoa
P
rotozoa merupakan hewan bersel tunggal yang berukuran mikroskopis dan bersifateukariotik. selain berperan penting sebagai produsen dan dekomposer dalam rantaimakanan, protozoa juga oapat menyebabkan penyakit ganas pada manusia dan ternak.Reproduksi pada protozoa dapat dilakukan secara seksual maupun aseksual yang meliputipembelahan biner (blnary lission), pembelahan jamak (multiple fission). pertunasan(budding), dan plasmotomi. Filum
P
rotozoa terdiri atas Subfilum Sarcomastigophora yangberflagela, Sarcodina yang memiliki pseudopodia, sporozoa yang mampu membentuk spora dan o1no1nnyu bersifat parasit, serta Ciliophora yang tubuhnya dikelilingi oleh cilia.Subfilum Sarcodina terbagi menjadi empat kelas utama yaitu Amoebida, Foraminifera,Heliozoa dan Radiolaria.Filum
P
orifera tersusun atas hewan-hewan multiseluler primitif yang disebut denganistilah sepon. Rangka tubuh sepon tersusun atas spikula yang bervariasi bentuknya danpenting sebagai karakter untukldentifikasi dan tclasiRkasi¶ Reproduksi pada sepon dapatdilakukan secara aseksual maupun seksual. Sepon bersimbiosis mutualistik denganCyanobacteria di mana sepon menyediakan ruangan.bagi Cyanobacteria dan sebaliknyaCyanobacteriu menyediakan oksigen dan nutrien bagi sepon.
P
orifera tersusun atas kelas
 
Calcarea (sepon sejati, Hexactinelida (sepon gelas), Sclerospongiae, dan Demospongiae,Filum
P
lacozoa merupakan hewan multislluler yang memiliki bentuk seperti sepon, Tubuhterdiri dari dua lapis sel tanpa organisani yang jelas¶ Anggota filum ini hanya satu jenisyang diketahui yaituTrichoplax adhaerens dan hidup di laut.Radiata: Cnidaria dan Ctenophora1. Radiata adalah kelompok hewan yang simetri tubuhnya radial dan memiliki lapisanlembaga yang diploblastik (filum Cnidaria) dan triplobalastik (filum Ctenophora).2. Cnidaria memiliki mulut yang merupakan satu-satunya lubang menuju ke systemdigesti sehingga hewan-hewan anggota kelompok ini disebut hewan yang bersistempencernaan tak sempurna. Sistem digesti Cnidaria berbentuk kantung dan biasa disebutselenteron atau rongga gastrovaskuler. Di rongga usus ini, makanan dicerna secaraekstraseluler.3. Tentakel yang mengelilingi lubang mulut Cnidaria dilengkapi dengan sejumlah sel-selalat sengat yang disebut nematosis untuk pemangsaan.4. Filum Cnidaria terdiri atas 4 kelas, ialah Scyphozoa, Cubozoa, Hydrozoa, dan Anthozoa.5. Dalam daur hidupnya, Cnidaria mengalami metagenesis (pergantian generasi) antarabentuk polip dan bentuk medusa.
P
ada kelas Scyphozoa dan Cubozoa, bentuk medusaadalah stadium yang utama. Sebaliknya, pada Hydrozoa dan Anthozoa, bentuk polipadalah stadium yang utama; bahkan bentuk medusa tidak dikenal pada Anthozoa.6. Reproduksi pada hewan Cnidaria dapat melalui cara aseksual (biasanya dengan tunas)dan cara seksual (pembuahan gamet betina oleh gamet jantan).7.
P
ada medusa Scyphozoa, gonad berkembang di jaringan gastrodermis. Setelahpembuahan, Scyphozoa mengalami 5 stadium dalam daur hidupnya, ialah planula,skifistoma, strobila, efira, dan medusa. Daur hidup pada Cubozoa mirip Scyphozoa, tetapistadium strobila (dan tentu saja efira) tidak dilaluinya. Skifistoma dari Cubozoa dapatbertunas untuk memperoleh polip baru atau langsung bermetamorfosis menjadi medusabaru.8.
M
ulut dari medusa Hydrozoa disebut manubrium. Lubang mulutnya ditopang olehvelum, suatu jaringan yang berupa membran.9, Jaringan otot Cnidaria terdapat di lapisan mesoglea. Kontraksi otot di jaringan tersebutmenyebabkan hewan ini bergerak.l0.
B
erbeda dari Cnidaria, pada Ctenophora tidak dijumpai polimorfisme dan spesies yangberkoloni. Juga, pada setiap sel tubuh Ctenophora dijumpai dua atau lebih silia. HewanCtenophora ini bergerak dengan bantuan silia berbentuk barisan sisir-sisir sepanjangporos oral-aboral, dan umumnya berjumlah 8 lajur.11.Sistem digesti Ctenophora sudah sempurna.
B
erbeda dari Cnidaria, tentakelCtenophora yang hanya sepasang ini, dipenuhi oleh sel-sel koloblas.12.Tidak seperti Cnidaria yang diesis, pada umumnya Ctenophora adalah hewan yanghermafrodit simultan, walaupun ada beberapa anggotanya yang melakukan reproduksisecara aseksual (biasanya melalui fragmentasi).Acoelomata:
P
latyhelminthesl. Filum
P
latyhelminthes adalah sebuah takson dari kelompok cacing yang betubuh pipih,tidak berongga, triploblastik, dan bersimentri bilateral. Filum ini terdiri atas 3 kelas, ialahTurbellaria, Cestoda, dan Trematoda. Sekitar 80% dari spesies cacing
P
latyhelminthesbersifat parasitik.2. Cacing
P
latyhelminthes tidak memiliki saluran pencernaan yang sempurna dan tidak 

Activity (166)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Joel Sagala liked this
Novieana Colez liked this
Annisa Novianti liked this
budi2906 liked this
Diah Gracia liked this
MustikaSari liked this
Azizah Ine liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->