Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Memupuk Jiwa Keteladanan

Memupuk Jiwa Keteladanan

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 3,245|Likes:
Published by Achmad Hidayat
pentingnya keteladanan dalam hidup. Ya, karena setiap orang punya tabiat meniru. Maka pihak-pihak yang dimungkinkan akan ditiru semestinya selalu tampil sebagai teladan yang baik.
pentingnya keteladanan dalam hidup. Ya, karena setiap orang punya tabiat meniru. Maka pihak-pihak yang dimungkinkan akan ditiru semestinya selalu tampil sebagai teladan yang baik.

More info:

Published by: Achmad Hidayat on May 18, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/14/2013

pdf

text

original

 
Memupuk JiwaKeteladanan
Sumber: Jurnal MQ - Edisi April 2002
 
Oleh Ahmad Zairofi 
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan(kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." 
(QS. Al-Ahzab: 21)Tak seorang pun lahir ke dunia ini yanglangsung pintar. Semua makhluk hidup,lahir dalam keadaan lemah, tidak berdaya,dan tidak mengerti apa-apa. Tentu denganmengecualikan Nabi Isa yang salah satumu’jizatnya adalah bisa berbicara meski iamasih di buaian ibunya. Siapapun, tidak lahir sebagai ilmuwan, kiai, tokoh,cendekiawan, politikus, atau orang-orang besar lainnya. Semua berangkat dariketidaktahuan. Semua berawal dari tidak 
 
mengerti apa-apa. Allah Swt menegaskandalam Al-Qur’an, yang artinya, "Dan Allahmengeluarkan kamu dari perut ibumudalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur." (QS. An-Nahl: 78).Dengan pendengaran, penglihatan dan hatiitulah, kemudian manusia belajar menjadi bisa. Dari waktu ke waktu, setiap anak yang baru lahir menabung untuk kantong pengetahuannya tentang segala macam hal.Ia belajar mengingat apa-apa yang iadengar dengan pendengarannya. Ia belajar mengenali apa-apa yang ia lihat dengan penglihatannya. Dan ia berusahamenghayati apa yang ia rasakan denganhatinya.Dari sana, lantas sebuah proses meniru danmengikuti selalu terjadi pada diri anak-anak manusia. Binatang pun belajar dariinduk mereka dengan cara melihat, lantasmenirukan. Pendek kata, seluruh makhluk hidup di dunia selalu belajar dengan cara
 
meniru, selain melalui inisiatif yangdiilhamkan Allah pada diri merekamasing-masing. Karenanya, dalam hal berbahasa misalnya, anak-anak yang lahir secara normal, tidak pernah memerlukankursus khusus untuk memahami bahasaibu kandungnya. Ia cukup mendengar danmenirukannya.Kenyataan-kenyataan di atas, menjelaskandengan sangat tegas akan pentingnyaketeladanan dalam hidup. Ya, karena setiaporang punya tabiat meniru. Maka pihak- pihak yang dimungkinkan akan ditirusemestinya selalu tampil sebagai teladanyang baik. Agar, mereka yang meniru,mendapatkan contoh yang baik untuk ditiru. Tabiat meniru ini, bahkan akanmemberi kontribusi yang besar bagihampir seluruh kepribadian seseorang. Tak heran bila Rasulullah mengatakan,"Seseorang itu berada pada agama temankaribnya. Maka hendaklah salah seorangdi antara kalian melihat siapa yang

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
miuchantix liked this
Rahma Azis liked this
Bajigaligi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->