Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
355Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Filsafat Ilmu

Filsafat Ilmu

Ratings:

4.73

(37)
|Views: 35,241 |Likes:
Published by Achmad Hidayat
Kant mengatakan bahwa apa yang kita katakan rasional itu ialah suatu pemikiran yang masuk akal tetapi menggunakan aturan hukum alam. Dengan kata lain, menurut Kant rasional itu ialah kebenaran akal yang diukur dengan hukum alam.
Kant mengatakan bahwa apa yang kita katakan rasional itu ialah suatu pemikiran yang masuk akal tetapi menggunakan aturan hukum alam. Dengan kata lain, menurut Kant rasional itu ialah kebenaran akal yang diukur dengan hukum alam.

More info:

Published by: Achmad Hidayat on May 18, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/16/2014

pdf

text

original

 
Filsafat Ilmu
Dalam mata kuliah Filsafat Pengetahuan (
 Philosophy of Knowledge
) yangdidiskusikan tidak hanya tidak hanya pengetahuan sain (
 science
), didiskusikan jugaseluruh yag disebut pengetahuan termasuk pengetahuan yang “aneh-aneh” seperti
 pelet,kebal, santet, saefi
dan lain-lain.Manusia ingin tahu lantas ia mencari. hasilnya ia tahusesuatu. sesuatu itulah yang disebut dengan pengetahuan. pengetahuan ialah semuayang diketahui, titik.Salah satu tujuan perkuliahan Filsafat Pengetahuan ialah agar kita mengetahuikapling pengetahuan, kita akan dapat memperlakukan memperlakukan pengetahuanmasing-masing pengetahuan itu sesuai dengan kaplingnya. Pengetahuan sain ialah pengetahuan yang rasional dan didukung bulti empiris. Namun, gejala yang palingmenonjol dalam pengetahuan sain adalah adanya bukti empiris itu. Pengetahuan sain itumempunyai paradigma dan metode tertentu. Paradigmanya disebut paradigma sain(
 scientific paradigm
) dan metodenya disebut metode ilmiah (
metode sain, scientificmethod 
). Formula utama dalam pengetahuan sain adalah
buktikan bahwa itu rasional dan tunjukan bukti empirisnya
.Kebenaran pengetahuan filsafat hanya dapat dipertanggungjawabkan secararasional. Bila rasional, benar, bila tidak salah, salah. Kebenarannya tidak pernah dapatdibuktikan secara empiris. Bila ia rasional dan empiris, maka ia berubah menjadi pengetahuan sain. Objek penelitiannya adalah objek-objek yang abstrak, makatemuannya juga abstrak. Paradigmanya ialah paradigma yang rasional (
rational  pardigm
), metodenya metode rasional (Kerlinger menyebutnya
Method of reason
).
Logis dan Rasional
Kant mengatakan bahwa apa yang kita katakan rasional itu ialah suatu pemikiranyang masuk akal tetapi menggunakan aturan hukum alam. Dengan kata lain, menurutKant rasional itu ialah kebenaran akal yang diukur dengan hukum alam.
 
Kesimpulannya:1. Sesuatu yang rasional ialah sesuatu yang mengikuti atau sesuai dengan hukum alam.2. Yang tidak rasional ialah yang tidak sesuai dengan hukum alam3. Kebenaran akal diukur dengan hukum alamJadi, di sini, akal itu sempit aja, hanya sebatas hukum alam. Itulah sebabnyasaya dapat mengatakan bahwa pemikiran yang rasional sebenarnya belum dapat disebut pemikiran tingkat sangat tinggi. Pemikiran rasional belum mampu mengungkap sesuatuyang tidak dapat diukur dengan hukum alam.Kebenaran logis terbagi dua, pertama logis-rasional, seperti yang telahdiuraikan diatas tadi, kedua logis-supra-rasioanal. Logis-supra-rasional ialah pemikiranakal yang kebenarannya hanya mengandalkan argumen, ia tidak diukur dengan hukumalam. Bila argumennya masuk alkal maka ia benar, sekalipun melawan hukum alam.Dengan kata lain ukuran kebenaran logis-supra-rasional ialah logika yang ada di dalasusunan argumennya. Kebenaran logis-supra-rasional itu ialah kebenaran yang masuk akal sekalipun melawan hukum alam.Kita dapat membuat beberapa ungkapan sebagai berikut:1. Yang logis ialah yang masuk akal.2. Yang logis itu mencakup yang rasional dan yang supra-rasional.3. Yang rasiona ialah yang masuk akal dan sesuai dengan hukum alam.4. Yang supra-rasional ialah yang masuk akal sekalipuntidak sesuai dengan hukumalam.5. Istilah logis boleh dipakai dalam pengertian rasional atau dalam pengertian supra-rasional.
Pengetahuan Sain
Ontologi sain membahas hakikat dan struktur sain. Epistemologi saindifokuskan pada cara kerja metode ilmiah. Sedangkan pembahasan aksiologi saindiutamakan pada cara sainmenyelesaikan masalah yang dihadapi manusia.
 
Hakikat pengetahuan sain pertama, masalah rasional. Hipotesis harua berdasarkan rasio, dengan kata lain hipotesis harus rasional. Dalam hal hipotesis yangsaya ajukan itu rasionalnya ialah: untuk sehat diperlukan gizi, telur banyak mengandunggizi, karena itu, logis bila semakin banyak makan telur maka semakin sehat.Hipotesis saya itu belum diuji kebenarannya. Kebenarannya barulah dugaan.Tetapi hipotesis yang telah mencukupin dari segi kerasionalannya. Dengan kata lain,hipotesisnya itu rasional. Kata ”rasional” di sini menunjukan adanya hubungan pengaruh atau hubungan sebab akibat.Kedua masalah empiris. Cara kerja saya dalam memperoleh teori itu adalah carakerja metode ilmiah. Rumus baku metode ilmiah ialah:
logico-hypothetico-verificatif 
(buktikan bahwa itu logis, tarik hipotesis, ajukan bukti empiris).Pada dasarnya carakerja sain adalah mencari hubungan sebab-akibat ataumencari pengaruh sesuatu terhadap yang lain. Asumsi dasar sain adalah tidak adakejadian tanpa sebab. Asumsi ini oleh Fred N. Kerlinger (Foundation of behavior research, 1973;378) dirumuskan dalam ungkapan post hoc, ergo propter hoc (ini tentudisebabkan oleh ini). Asumsi ini benar bila sebab akibat itu memiliki hubungan rasional.Ilmu atau sain dibagi dua, yaitu sain kealaman dan sain sosial.1. Sain Kealaman
Astronomi
Fisika: mekanika, bunyi, cahaya dan optik, fisika nuklir 
Kimia: kimia organik, kimia teknik 
Ilmu bumi: paleontologi, ekologi, geofisiks, geokimia, mineralogi, geografi
Ilmu hayat: biofisika, botani, zoologi2. Sain Sosial
Sosiologi: sosiologi komunikasi, sosiologi politik, sosiologi pendidikan
Antropologi: antropologi budaya, antropologi ekonomi, anropologi politik 
Psikologi: psikologi pendidikan, psikologi anak, psikologi abnormal
Ekonomi: ekonomi makro, ekonomi lingkungan, ekonomi pedesaan

Activity (355)

You've already reviewed this. Edit your review.
Ipank Suhendra added this note
penegen bukunyaaaaaaaaa buat resum
Tian Setiyati liked this
Rahma Syafitri liked this
Eiyla Azila liked this
Vita Spendage liked this
Raja Bakotim liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->