Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
32Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ilmu Allah

Ilmu Allah

Ratings:

5.0

(2)
|Views: 10,684|Likes:
Published by Achmad Hidayat
“Dia lah Allah Yang menciptakan, Yang mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi . Dan Dia lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al Hasyr: 24).
“Dia lah Allah Yang menciptakan, Yang mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi . Dan Dia lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al Hasyr: 24).

More info:

Published by: Achmad Hidayat on May 18, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/19/2012

pdf

text

original

 
ILMU ALLAH
Kode: 1.D23.2Sarana: Halaqah
TUJUAN INSTRUKSIONAL
Setelah mendapatkan materi ini, maka kader dapat:
Memahami bahwa Allah SWT adalah sumber ilmu dan pengetahuan
Menyadari bahwa Allah SWT memberikan nilmu melalui dua jalan: resmi dan tidak resmi.
Mengetahui fungsi ilmu Allah SWT yang tidak resmi sebagai
wasailul hayah
Mengetahui fungsi ilmu Allah SWT yang resmi sebagai
minhajul hayah
.
TITIK TEKAN MATERI
Allah SWT telah menciptakan dan menjadikan alam ini seluruhnya lengkap dengansistem yang menyeluruh. Antara satu sama lain ada perakitan dan manfaatnya sendiri. Allah SWTyang menjadikan semua isi alam ini dari yang sekecil-kecilnya hingga yang paling besar, yangnyata dan yang ghaib. Dari sifat pengetahuan Allah SWT yang Maha Mengetahui inilah, sehinggaAllah SWT menjadi sumber ilmu.Dengan ilmu Allah SWT tersebut, kemudian Dia mengajar manusia terhadapo apa-apayang tidak diketahui menjadi diketahuinya. Ada ilmu Allah SWT yang diturunkan secara resmikepada Rasul-Nya dan ini kemudian menjadi pedoman hidup (minhajul hayah).Ada ilmu Allah SWT yang diturunkansecara tidak resmi dan ini menjadi sarana hidup (wasailulhayah).Kedua ilmu tersebut sangat bermanfaat untuk memeproleh kebahagiaan di dunia dan diakhirat. Islam mendorong kaumnya untuk menguasai ilmu dunia dan ilmu akhirat.
“Barangsiapa menginginkan dunia maka ada ilmunya. Barangsiapa menginginkanakhirat maka ada ilmunya. Barangsiapa menginginkan keduanya, maka diperlukan ilmukeduanya” (Al Hadits).
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PEMBAHASAN
Dalam
asmaul husna
Allah SWT disebut sebagai A
l ‘Alim
(Yang Maha Mengetahui).Bahwasanya ilmu Allah SWT tidak terbatas. Dia mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi, yang dahulu, sekarang ataupun besok, baik yang ghaib maupun yang nyata:
“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi..”(Al Hajj:70)“Dialah Allah, Yang tiada Tuhan selain Dia. Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang” (Al Hasyr:22)
Tak ada satupun yang tersembunyi bagi Allah SWT. Sebutir biji di dalam gelap gulita bumi yang berlapis tetap diketahui Allah SWT:
“Di sisi-Nya segala anak kunci yang ghaib, tiadalah yang mengetahui kecuali Dia sendiri. Dia mengetahui apa-apa yang ada di daratan dan di lautan. Tiada gugur sehelai daunkayu pun, melainkan Dia mengetahuinya, dan tiada sebuah biji dalam gelap gulita bumi dantiada pula benda yang basah dan yang kering, melainkan semuanya dalam Kitab yang terang”(Al An’am:59)
Ilmu Allah SWT maha luas, tak terjangkau dan tak terbayangkan oleh akal pikiran, tiadaterbatas. Dia mengetahui apa yang sudah, dan akan terjadi serta yang mengaturnya. Manusia,malaikat, dan makhluq manapun tak akan bisa menyelami lautan ilmu Allah SWT. Bahkan untuk mengetahui ciptaan Allah saja manusia tidak akan mampu. Dalam tubuh manusia tak semuanyaterjangkau oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Semakin didalami semakin jauh pulayang harus dijangkau, semakin banyak misteri yang harus dipecahkan, seperti jaringan kerja otak 
 
manusia masih merupakan hal yang teramat rumit untuk dikaji. Belum lagi tentang astronomi, berapa banyak bintang, galaksi di langit, berapa jauhnya, bagaimana cara mencapainya, prosesterjadinya, apakah ada penghuninya, dsb. Jika kita menatap ke luar angkasa betapa kecil bumi ini bagaikan debu bahkan lebih kecil dari itu. Andaikan saja ada manusia yang menguasai planet bumi sebagai miliknya pribadi, maka di hadapan alam di ruang angkasa ini dia hanyalah memilikidebu tak berarti. Jika saja ada manusia menguasai bumi, dia hanya menguasai debu. Sementarakekuasaan, kerajaan Allah SWT tak akan tertandingi sedikitpun jua.Allah SWT menggambarkan betapa kecil dan tak berdayanya manusia biladibandingkan dengan ilmu Allah SWT, dengan perumpamaan air laut bahkan tujuh lautandijadikan tinta untuk menulis kalimat Allah SWT, niscaya tidak akan habis-habisnya kalimatAllah tersebut dituliskan:
”Katakanlah, kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelumhabis ditulis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipunkami datangkan tambahan sebanyak itu pula” (Al Kahfi:109)“Dan seandainya pohon-pohon di muka bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta),ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan)kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Luqman:27).
Allah SWT telah menciptakan langit dan bumi dengan segala isi dan peristiwa yangterkandung di dalamnya merupakan fenomena yang sangat mengesankan dan menakjubkan akalserta hati sanubari manusia. Itulah alam semesta atau
al kaun (universum).
Simaklah firman AllahSWT berikut ini:
“Dia lah Allah Yang menciptakan, Yang mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan dibumi . Dan Dia lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al Hasyr: 24).
Hendaknya manusia senantiasa men-
taddaburi
ayata-ayat-Nya, baik yang
qouliyah
maupun
kauniyah.
Karena di sana terdapat lautan ilmu-Nya,serta dorongan/ motivasi untuk mengkaji maupun mengimplementasikannya. “Hai jama’ah jin dan manusia jika kamu sanggupmenembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnyamelainkan dengan kekuatan” (Ar Rahman :33). Dengan ayat ini manusia akan mengerti jikaingin menembus langit diperlukan energi yang besar. Maka dengan segala bahan-bahan yang adadi alam ini manusia harus mampu mengkonversi energi tersebut. Masih banyak ayat-ayat AlQur’an yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan cabang-cabangnya. Allah SWT telahmenciptakan alam beserta isi dan sistemnya dan juga telah mengajarkannya kepada manusia.Dengan mencermati Al Qur’an, akan melahirkan kajian-kajian yang lebih detail tentangkeberadaan ciptaan-Nya.Timbulnya ilmu pengetahuan, disebabkan kebutuhan-kebutuhan manusia yang berkemauan hidup bahagia. Dalam mencapai dan memenuhi kebutuhan hidupnya itu, manusiamenggunakan akal pikirannya. Mereka menengadah ke langit, memandang alam sekitarnya danmelihat dirinya sendiri. Dalam hal ini memang telah menjadi
qudrat 
dan
iradat 
Nya, bahwamanusia dapat memikirkan sesuatu kebutuhan hidupnya. Telah tercantum dalam Al Qur’an perintah Allah SWT
: “Katakanlah, perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklahbermanfaat tanda kekuasaan Allah dan Rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang  yang tidak beriman” (Yunus: 101
). Hasil dari pemikiran manusia itu melahirkan ilmu pengetahuan dengan berbagai cabangnya. Maka ilmu pengetahuan bukanlah musuh atau lawandari iman, melainkan sebagai
wasailul hayah
(sarana kehidupan) dan juga nantinya yang akanmembimbing ke arah iman. Sebagaimana kita ketahui, banyak ahli ilmu pengetahuan yang berpikir dalam, telah dipimpin oleh pengetahuannya kepada suatu pandangan, bahwa di balik alam yang nyata ini ada kekuatan yang lebih tinggi, yang mengatur dan menyusunnya,memelihara segala sesuatu dengan ukuran dan perhitungan.Herbert Spencer dalam tulisannya tentang pendidikan, menerangkan sebagai berikut:
“Pengetahuan itu berlawanan dengan khurafat, tetapi tidak berlawanan dengan agama. Dalam
 
kebanyakan ilmu alam kedapatan paham tidak bertuhan (atheisme), tetapi pengetahuan yang  sehat dan mendalami kenyataan, bebas dari paham yang demikian itu. Ilmu alam tidak bertentangan dengan agama. Mempelajari ilmu itu merupakan ibadat secara diam, dan pengakuan yang membisu tentang keindahan sesuatuyang kita selidiki dan kita pelajari, dan selanjutnya pengakuan tentang kekuasaany Penciptanya. Mempelajari ilmu alam itu tasbih(memuji Tuhan) tapi bukan berupa ucapan, melainkan tasbih berupa amal dan menolong bekerja. Pengetahuan ini bukan mengatakan mustahil akan memperoleh sebab yang pertama, yaitu Allah”.“Seorang ahli pengetahuan yang emlihat setitik air, lalu dia mengetahuinya bahwa air itu tersusun dari oksigen dan hidrogen, dengan perbandingan tertentu, dan kalau sekiranya perbandingan itu berubah, niscaya air itu akan berubah pula menjadi sesuatu yang bukan air.Maka dengan itu ia akan meyakini kebesaran Pencipta, kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya.Sebaliknya orang yang bukan ahli dalam ilmu alam, akan melihatnya idak lebih dari setitik air”.
Manusia sejak zaman dahulu telah mengerahkan daya akal untuk menyelidiki rahasiaserta mencari hubungannya dengan kebutuhan dan tujuan hidupnya di atas bumi ini. Makalahirlah para ahli ilmu alam seperti astronom, meteorolog, geolog, fisikawan, dsb beserta paraahli filsafatnya di bidang tersebut.Penemuan di bidang astronomi menyebabkan kosmologi terbagi dalam dua kelompok,yaitu kelompok yang beranggapan bahwa alam semesta ini statis, dari permulaan diciptakannyasamapai sekarang ini tak berubah dan kelompok yang beranggapan bahwa alam semesta inidinamis, bergerak atau berubah.Kelompok yang beranggapan bahwa alam semesta ini dinamis ditunjang oleh ilmu pengetahuan modern. Menurut teori evolusi, pengembangan seperti dibuktikan oleh adanya redshift, ditafsirkan bahwa alam semesta ini dimulai dengan satu ledakan dahsyat. Materi yangterdapat dalam alam semesta itu mula-mula berdesakan satu sama lain dalam suhu dan kepadatanyang sangat tinggi, sehingga hanya berupa proton, neutron, dan elektron, tidak mampumembentuk susunan yang lebih berat. Karena mengembang, maka suhu menurun sehingga protondan neutron berkumpul membentuk inti atom. Kecepatan mengembang ini menentukan macamatom yang terbentuk.Para ahli ilmu alam telah menghitung bahwa masa mendidih itu tidak lebih dari 30 menit.Bila kurang artinya mengembung lebih cepat, alam semesta ini akan didominir oleh unsur hidrogen. Apabila lebih dari 30 menit, berarti mengembung lambat, unsur berat akan dominanSelama 250 juta tahun sesudah ledakan dahsyat, energi sinar dominan terhadap materi,transformasi di antara keduanya bisa terjadi sesuai dengan rumus Einstein, E = mc
2
. Dalam proses pengembungan inienergi sinar banyak terpakai dan meteri semakin dominan. Setelah 250 jutatahun maka masa dari meteri dan sinar menmjadi sama. Sebelum itu, tidak dibayangkan behwameteri larut dalam panas radiasi, seperti garam larut di air. Pada masa itu, setelah lewat 250 jutatahun, matei dan gravitasi dominan, terdapat differensiasi yang tadinya homogin. Bola-bola gasmasa galaxi terbentuk dengan garis tengah kurang lebih 40.000 tahun cahaya dan masanya 200 juta kali massa matahari kita. Awan gas gelap itu kemudian berdifferensiasi atau berkondensasimenjadi bola-bola gas bintang yang berkontraksi sangat cepat. Akibat kontraksi sangat cepat.Akibat kontraksi atau pemadatan itu maka suhu naik sampai 20.000.000 derajat, yaitu
threshold 
reaksi inti, dan bintang itupun mulai bercahaya.Karena sebagian dari materi terhisap ke pusat bintang, maka planet dibentuk dari sisa-sisanya. Yaitu butir-butir debu berbenturan satu sama lain dan membentuk massa yang lebih besar, berseliweran di ruang angkasa dan makin lama makin besar.Proses kondensasi bintang pembentukan planet membutuhkan waktu beberapa ratus jutatahun. Kita mengetahui bahwa bulan bergerak menjauhi bumi, hal ini berarti bahwa beberapamilyar tahun yang lalu bumi dan bulan itu satu, dan bulan merupakan pecahan dari bumi yangmemisahkan diri. Firman Allah SWT:

Activity (32)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Muhammad Faith liked this
anakjn liked this
kehati liked this
Mohd JasonKing liked this
b33law liked this
M Eko Cahyono liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->