Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
41Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
asi eksklusif

asi eksklusif

Ratings: (0)|Views: 4,438|Likes:
Published by Jevfry_Jevry_J_6504

More info:

Published by: Jevfry_Jevry_J_6504 on Apr 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/19/2013

pdf

text

original

 
1
A.JUDUL
EDUKASI MANAJEMEN LAKTASI : PENTINGNYA ASI EKSKLUSIF,TEHNIK MENYUSUI YANG BENAR DAN TEHNIK PENYIMPANANASI BAGI KADER KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJAPUSKESMAS NGEMPLAK BOYOLALI
B.LATAR BELAKANG MASALAH
 Sebagaimana diketahui bahwa salah satu masalah gizi yang palingutama pada saat ini di Indonesia adalah kurang kalori protein hal ini banyak ditemukan bayi dan anak yang masih kecil dan sudah mendapat adik lagi yangsering disebut “kesundulan” artinya terdorong lagi oleh kepala adiknya yangtelah muncul dilahirkan. Keadaan ini karena anak dan bayi merupakangolongan rentan.Terjadinya kerawanan gizi pada bayi disebabkan karena selainmakanan yang kurang juga karena Air Susu Ibu (ASI) banyak diganti dengansusu botol dengan cara dan jumlah yang tidak memenuhi kebutuhan. Hal ini pertanda adanya perubahan sosial dan budaya yang negatif dipandang darisegi gizi. (Siregar, Arifin, 2004)ASI mengandung semua nutrisi yang diperlukan bayi untuk bertahanhidup pada enam bulan pertama, mulai dari hormon, antibodi, faktokekebalan, sampai antioksidan. Selain itu, ibu yang menyusui akan memilikikedekatan yang sesungguhnya dengan si bayi. Hal itu masih ditambah kontak fisik yang terjadi secara langsung lewat belaian atau usapan lembut si ibu saatmenyusui bayinya. (Kemkokesra, 2005)Menurut para ahli, sampai usia 6 bulan bayi belum membutuhkanminuman atau makanan selain ASI (ASI Eksklusif). Artinya, bayi hanyamemperoleh air susu ibu saja tanpa tambahan cairan (susu formula, jeruk,madu, air teh, air putih, dan lain-lain) juga makanan lain seperti pisang, bubur, biskuit, nasi tim, dan lain-lain). Pemberian ASI secara eksklusif ini banyak memberikan keuntungan, karena ASI mengandung zat nutrisi dengan
 
2kualitas, kuantitas, dan komposisi ideal untuk pertumbuhan, kesehatan, dankecerdasan bayi. ( Roesli, Utami, 2005)ASI dapat menyebabkan pertumbuhan sel otak lebih optimal, terutamakarena ASI mengandung protein khusus, yaitu taurin. Juga mengandunglaktosa dan asam lemak ikatan panjang dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan susu sapi/kaleng. Kandungan ASI pun menghindarkan bayi dari bahaya infeksi dan alergi. Bahkan mampu merangsang pertumbuhan sistemkekebalan tubuh pada bayi. (Roesli, Utami, 2005)ASI merupakan makanan yang bergizi sehingga tidak memerlukantambahan komposisi. Disamping itu ASI mudah dicerna oleh bayi danlangsung terserap. Diperkirakan 80% dari jumlah ibu yang melahirkanternyata mampu menghasilkan air susu dalam jumlah yang cukup untuk keperluan bayinya secara penuh tanpa makanan tambahan. Selama enam bulan pertama. Bahkan ibu yang gizinya kurang baikpun sering dapat menghasilkanASI cukup tanpa makanan tambahan selama tiga bulan pertama. ( Siregar,Arifin, 2004)ASI sebagai makanan yang terbaik bagi bayi tidak perlu diragukanlagi, namun akhir-akhir ini sangat disayangkan banyak diantara ibu-ibumeyusui melupakan keuntungan menyusui. Jika hal yang demikian terus berlangsung, tentunya hal ini merupakan ancaman yang serius terhadap upaya pelestarian dari peningkatan penggunaan ASI. (Siregar, Arifin, 2004)Dirjen Bina Kesmas Prof. Dr. Azrul Azwar dalam diskusi ExecutiveForum mengungkapkan data pada 2003 sekitar 6,7 juta balita Indonesiakekurangan gizi. Sebanyak 8,1 juta anak menderita anemia gizi besi, 9 jutaanak kurang vitamin A Subklinis. Semakin besar anak semakin menyedihkan.Salah satu faktor adalah karena buruknya pemberian air susu ibu. Data 200295,9% ibu menyusui bayi, tapiyang menyusui anak pada satu jam pertamahanya 3,6%. Pemberian ASI sampai 6 bulan 39,5%. Sedangkan pemberiansusu formula naik 3 kali lipat dari tahun 1997. Data itu menunjukkan masadepan bangsa yang buruk. (Hr. Media Indonesia 24/7/04)
 
3Berdasarkan survei demografi dan kesehatan Indonesia di tahun 1997dan 2003, angka pemberian ASI ekslusif turun dari 49 persen menjadi 39 persen, sedangkan penggunaan susu botol naik tiga kali lipat. (Situs resmikementrian negara) Informasi tersebut disampaikan Ketua Badan KerjaPeningkatan Penggunaan Air Susu Ibu (BKPP-ASI), dr.Dien Sanyoto Besar,SpA terkait dengan pembahasan rancangan peraturan pemerintah mengenai pemasaran makanan pengganti ASI (RPP PASI).Berdasarkan survei yang dilakukan oleh oleh Hellen Keller International di tahun 2002 di Indonesia, kini rata-rata bayi Indonesia hanyamendapatkan ASI esklusif selama 1,7 bulan, padahal berdasarkan kajianWHO yang dituangkan dalam Kepmen No.450 tahun 2004 menganjurkan agar  bayi diberikan ASI Esklusif selama 6 bulan.Berdasarkan data yang kami peroleh, penggunaan ASI Eksklusisampai pada usia 6 bulan di wilayah kerja puskesmas Ngemplak Boyolaliterdapat 75 bayi dari 112 bayi, sisanya hanya mendapatkan ASI eksklusif sampai pada usia 1- 5 bulan.Tidak diberikannya ASI Eksklusif tersebut tentunya bukan tanpaalasan, setiap ibu mempunyai alasan tersendiri mengapa ibu tersebut tidak memberikan ASI-nya kepada sang buah hati. Secara umum, berbagai alasandikemukakan oleh ibu-ibu mengapa tidak memberikan ASI secara Eksklusif kepada bayinya, antara lain adalah produksi ASI kurang, kesulitan bayi dalammenghisap, keadaan puting susu ibu yang tidak menunjang, ibu bekerja,keinginan untuk disebut modern dan pengaruh iklan atau promosi penggantiASI dan tidak kalah pentingnya adalah anggapan bahwa semua orang sudahmemiliki pengetahuan tentang manfaat ASI.Kesibukan para ibu muda dalam meniti karier menyebabkan frekuensimereka untuk bertemu dengan si buah hati berkurang. Para ibu muda tidak mengetahui bahwasannya dengan kondisi mereka yang seperti itu merekatetap bisa memberikan ASI mereka kepada si bayi tanpa harusmemberikannya makanan pendamping ASI atau susu formula.

Activity (41)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yusuf Phoenix liked this
Kiky Daeng Koro liked this
aqieth liked this
Qhya Farez Reza liked this
Thiny Kartika liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->