Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
89Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah.pemanfaatan IT Di Bidang Pendidikan

Makalah.pemanfaatan IT Di Bidang Pendidikan

Ratings:

1.0

(1)
|Views: 3,123 |Likes:

More info:

Published by: M.ramadhan dharma putra K.M on Apr 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/05/2013

pdf

text

original

 
 
BAB IPENDAHULUAN
Dalam kehidupan suatu negara, pendidikan memegang peranan yang amat
 pentinguntuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa, karena pendidikan merupakan wahanauntuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Seiring dengan perkembangan teknologi komputer dan teknologi informasi, maka dunia pendidikan pun tidak lepas dari pengaruh perkembangan tersebut. Secara khusus untuk pendidikan pengaruhnya akandirasakan dengan adanya kecenderungan :(a) Bergesernya pendidikan dan pelatihan dari sistem yang berorientasi pada guru/dosen/lembagake system yang berorientasi pada siswa/mahasiswa/peserta didik.(b) Tumbuh dan makin memasyarakatnya pendidikan terbuka/jarak jauh.(c) Semakin banyaknya pilihan sumber belajar yang tersedia.(d) Diperlukannya standar kualitas global dalam rangka persaingan global.(e) Semakin diperlukannya pendidikan sepanjang hayat (life long learning).Aplikasi teknologi komunikasi dan informasi telah memungkinkan terciptanya lingkungan belajar global yang berhubungan dengan jaringan yang menempatkan siswa di tengah-tengah proses pembelajaran, dikelilingi oleh berbagai sumber belajar dan layanan belajar elektronik. Untuitu, sistem pendidikan konvensional seharusnya menunjukkan sikap yang bersahabat dengan alternatif cara belajar yang baru yang sarat dengan teknologi.1.1. Pengertian Teknologi Inform asi dan KomunikasiTeknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data,termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagaicara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepatwaktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yangstrategis untuk pengambilan keputusan.Teknologi inimenggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, system jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologitelekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secaraglobal. Arti teknologi informasi bagi dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya saluran atau saranayang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan. Pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang pendidikan sudah merupakan kelaziman. Membantu menyediakan komputer dan jaringanyang menghubungkan rumah murid dengan ruang kelas, guru, dan administrator sekolah. Semuanyadihubungkan ke Internet, dan para guru dilatih menggunakan komputer pribadi.Peran yang dapatdiberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesiseperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapatmenghambat bertukar pikiran. Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalamkehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik.1.2. Implikasi Teknologi Informasi Pada PendidikanSejarah IT dan Internet tidak dapat dilepaskan dari bidang pendidikan. Internet di Amerika
 
Pemanfaatan IT DalamBidang Pendidikan.
Pengantar Teknologi Informasi
Disusun oleh:[M.Ramadhan Dharma Putra K.M [ 10509442 ][Gilang Prayogi [ 10509434 ][Deddi Suradi [ 10509413 ][Chandra Dwilingga [ 10509422 ][Andi Wahyu [ 10509444 ]KELAS.MI.10
2010
 
TUGAS MAKALAHUNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA (UNIKOM)BANDUNG 2009/20104/18/2010
 
 MAKALAH |MANAGEMENTINFORMATIKA.10mulai tumbuh dari lingkungan akademis (NSFNET), seperti diceritakan dalam buku ³Nerds 2.0.1´.Demikian pula Internet di Indonesia mulai tumbuh dilingkungan akademis (di UI dan ITB), meskipuncerita yang seru justru muncul di bidang bisnis. Mungkin perlu diperbanyak cerita tentang manfaatInternet bagi bidang pendidikan.Adanya Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses.Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi malasah lagi. Perpustakaan merupakan salah satusumber informasi yang mahal harganya. (Berapa banyak perpustakaan di Indonesia, dan bagaimanakualitasnya?.) Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan diAmerika Serikat. Mekanisme akses perpustakaan dapat dilakukan dengan menggunakan program khusus(biasanya menggunakan standar Z39.50, seperti WAIS¹), aplikasi telnet (seperti pada aplikasi hytelnet²)atau melalui web browser (Netscape dan Internet Explorer). Sudah banyak cerita tentang pertolonganInternet dalam penelitian, tugas akhir. Tukar menukar informasi atau Tanya jawab dengan pakar dapatdilakukan melalui Internet. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir dan thesis yang mungkinmembutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan. Kerjasama antar pakar dan juga denganmahasiswa yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dahulu,seseorang harus berkelana atau berjalan jauh untuk menemui seorang pakar untuk mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini dapat dilakukan dari rumah denganmengirimkan email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui Internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring.Bayangkan apabila seorang mahasiswa di Irian dapat berdiskusi masalah kedokteran dengan seoran pakar di universitas terkemuka di pulau Jawa. Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukanmenjadi masalah lagi. Sharring information juga sangat dibutuhkan dalam bidang penelitian agar  penelitian tidak berulang (reinvent the wheel). Hasil- hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama- sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu danteknologi. Distance learning dan virtual university merupakan sebuah aplikasi baru bagi Internet.Bahkan tak kurang pakar ekonomi Peter Drucker mengatakan bahwa ³Triggered by the Internet,continuing adult education may wll become our greatest growth industry´. (Lihat artikel majalah Forbes15 Mei 2000.) Virtual university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi50 orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja, darimana saja. Inisiaif- inisiatif penggunaanIT dan Internet di bidang pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan. Salah satu inisiatif yang sekarang sedang giat kami lakukan adalah program ³Sekolah 2000´, dimana ditargetkan sejumlahsekolah (khususnya SMU dan SMK) terhubung ke Internet pada tahun 2000 ini. (Informasi mengenai program Sekolah 2000 ini dapat diperoleh dari situs Sekolah 2000 di http://www.sekolah2000.or.id)Inisiatif seperti ini perlu mendapat dukungan dari kita semua.
 
 MAKALAH |MANAGEMENTINFORMATIKA.10
BAB IIPEMBAHASAN
2.1. Paradigma Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI)Yang perlu diperhatikan sejak awaladalah bahwa penggunaan TI tidak sama dengan otomatisasi. TI tidak hanya memecahkanmasalah dengan menggantikan pekerjaan yang selama ini dilakukan dengan manual menjadi berbantuan teknologi. Jika paradigma berpikir itu yang digunakan, maka pemanfaatan TI,menurut Hammer dan Champy (1993), tidak akan membawa perubahan radikal. Cara berpikir deduktif (deductive thinking) seperti ini tidak banyak memunculkan perubahan yang radikal terkait dengan pemanfaatan TI dibandingkan jika berpikir secara induktif (inductive thinking). Orang yang berpikir secara deduktif, pertama kali mencari masalah yang akan dipecahkan dan kemudian mengevaluasisejumlah alternatif solusi yang akan digunakan. Jika TI ingin dioptimalkan pemanfaatannya dalamorganisasi maka manajer/pemimpin harus berpikir induktif. Potensi TI harus dikenali dengan baik terlebih dahulu, kemudian mencari masalah yang mungkin dipecahkan. Masalah ini mungkin bahkantidak dikenali sebelumnya atau tidak dianggap sebagaimasalah. Pertanyaan yang harus dimunculkan bukannya, ³Bagaimana kita dapatmenggunakan kemampuan TI untuk meningkatkan apa yang telah kita kerjakan?´, tetapi ³Bagaimanakita dapat menggunakan TI untuk mengerjakan apa yang belum kita kerjakan?.´ Pertanyaan yang pertama lebih terkait dengan otomatisasi, yang juga dapat meningkatkan efisiensi, namun tidak sebaik yang dihasilkan olehrekayasa-ulang (reengineering) berbantuan TI. Rekayasa ulang ini banyak dilakukan olehdunia industri. Dengan sudut pandang yang lain, Davenport dan Short (1990) mendefinisikan10 peran yang dapat dimainkan oleh TI, yaitu transactional, geographical, automatical, analytical,informational, sequential, knowledge management, tracking, dan disintermediation. Semua peranTI ini dapat dikontekstualisasikan dengan kebutuhan dunia pendidikan. Dalam bahasa yang lain, Al-Mashari dan Zairi (2000) menyatakan bahwa manfaat TI adalah pada kemampuannya yang :1. enabling parallelism;2. facilitating integration;3. enhancing decision making; dan4. minimizing points of contact.Pemahaman terhadap peran yang dapat dimainkan oleh TI atau potensi yang ditawarkan olehTI merupakan modal awal dalam berpikir induktif. Dengan demikian, akhirnya, TI dapat diekspoitasiuntuk mendapatkan manfaat yang maksimal. 2.2. Peran Teknologi Informasi (TI) Dalam ModernisasiPendidikan Menurut Resnick (2002) ada tiga hal penting yang harus dipikirkan ulang terkait denganmodernisasi pendidikan:1. Bagaimana kita belajar (how people learn);2. Apa yang kita pelajari (what people learn);3. Kapan dan dimana kita belajar (where and when people learn).Dengan mencermati jawaban atas ketiga pertanyaan ini, dan potensi TI yang bisa dimanfaatkanseperti telah diuraikan sebelumnya, maka peran TI dalam moderninasi pendidikan bangsa dapatdirumuskan. Hubungan antara TI dan reformasi pendidikan secara grafis diilustrasikan pada Gambar 2.1. Pertanyaan pertama, bagaimana kita belajar, terkait dengan metode atau model pembelajaran. Cara berinteraksi antara guru dengan siswa sangat menentukan model pembelajaran. Terkait denganini, menurut Pannen (2005), saat ini terjadi perubahan paradigma pembelajaran terkait denganketergantungan terhadap guru dan peran guru dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaranseharusnya tidak 100% bergantung kepada guru lagi (instructor dependent) tetapi lebih banyak terpusatkepada siswa (student- centered learning atau instructor independent). Guru juga tidak lagidijadikan satu satunya rujukan semua pengetahuan tetapi lebih sebagai fasilitator atau konsultan(Resnick, 2002).

Activity (89)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Asep Cahyadin liked this
Dion Krisna liked this
Zuhdi Anwarudin liked this
Teuku Zukirman liked this
Ridha Aulia liked this
Roza Lina liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->