Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
46Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Proposal Intervensi Politik Terhadap Birokrasi Pemerintahan

Proposal Intervensi Politik Terhadap Birokrasi Pemerintahan

Ratings:

1.0

(1)
|Views: 3,452 |Likes:
Published by MUSKAMAL

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: MUSKAMAL on Apr 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2013

pdf

text

original

 
 
MUSKAMAL,S.SOS,M.SI,PKP2A II LAN MAKASSAR
 
1
INTERVENSI POLITIK TERHADAP BIROKRASI PEMERINTAHAN
 
2010 
INTERVENSI POLITIK TERHADAP BIROKRASI PEMERINTAHANDAERAH DI KAWASAN TIMUR INDONESIA
 
A. Latar Belakang Masalah
Masalah birokrasi masih tetap menjadi isu sentral yang ramaidibicarakan. Memang birokrasi bukan lagi suatu yang asing dalam kehidupansehari-hari. Dalam kehidupan sosial, setiap anggota masyarakat pasti akanbersentuhan dengan yang namanya birokrasi. Birokrasi pemerintahseharusnya menempatkan dirinya sebagai
mediating agent,
penjembatananantara kepentingan-kepentingan masyarakat dengan kepentinganpemerintah. Namun, b
irokrasi sebagai “alat pemerintah” tidak mungkin“netral” dari pengaruh pemerintah.
Akan tetapi hal ini tidak berarti bahwabirokrasi tidak memiliki kemandirian. Justru karena posisinya sebagai alatpemerintah yang bekerja untuk kepentingan masyarakat, maka diperlukankemandirian birokrasi. Dalam ketidaknetralannya tersebut, birokrasi tetapmemiliki kemandirian fungsional, yaitu melayani kepentingan masyarakatsecara keseluruhan. Ia menempatkan dirinya lebih seba
gai “abdimasyarakat” daripada “abdi negara” atau setidak
-tidaknya adakeseimbangan antara keduanya. Rancang bangun birokrasi dalam kontekshubungan kekuasaan, seharusnya apolitis, terbebas dari pengaruh
interest
 tertentu dari pemerintah selaku pemberi tugas. Tidak mencitrakan dirinyasebagai
new political power 
dalam peta politik yang sudah ada.Meskipun demikian, sampai saat ini birokrasi masih menjadi salahsatu masalah terbesar bagi Negara-negara Asia, khususnya di negaraberkembang seperti Indonesia. Kentalnya intervensi politik di era Orde Barutelah membuat birokrasi terperosok kedalam ranah politik. Sadar atau tidak,birokrasi kini telah dijadikan alat untuk melanggengkan kekuasaan.Penggunaan birokrasi sebagai alat politik bukan saja ditingkat nasional, di
 
 
MUSKAMAL,S.SOS,M.SI,PKP2A II LAN MAKASSAR
 
2
INTERVENSI POLITIK TERHADAP BIROKRASI PEMERINTAHAN
 
2010 
tingkat lokal lebih nyata terlihat. Era desentralisasi politik yangmenerapkan sistem pemilihan kepala daerah secara langsung telahmembuat birokrasi menjadi alat kekuasaan pemerintah daerah untukmempertahankan kekuasaannya. Ini semakin menegaskan bahwa birokrasi,politik dan kekuasaan merupakan hal yang sulit dilepaskan satu sama lain.Hal ini karena fungsi dan tugas atau pun secara lembaga, birokrasi adalahpelaksana kebijakan politik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,sehingga menjadi alat yang sangat effektif dalam rangka sosialisasipemenangan
incumbent
dalam setiap pemilihan kepala daerah (Chubay,2008).Intervensi politik atau politisasi merupakan gejala yang pernahdigusarkan oleh Woodrow Wilson, ketika melihat kecenderungan rusaknyabirokrasi profesional oleh partai politik. Presiden Andrew Jackson, setelahmemenangkan pemilihan Presiden AS ke-7, merombak jabatan birokrasifederal dengan diisi orang-orang partainya. Upaya itu dikritik oleh senatorWilliam Marcy dari Partai Republik yang menyatakan ''kepada pemenangsemua rampasan perang itu menjadi miliknya.'' Sejak itu dalamperbendaharaan Ilmu Administrasi Publik dikenal istilah Jacksonisme, suatujenis penyakit birokrasi pemerintah yang diintervensi oleh partai politik.Upaya untuk menanggulangi penyakit tersebut dilakukan oleh WoodrowWilson, dalam tulisannya
The Art of Public Administration
yang terkenalsebagai dasar peletakan konsepsi Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Politik.Ketika ia menjadi Presiden AS ke-28, diusulkannya suatu undang-undangyang disepakati oleh rakyat dan pemerintah. Undang-undang itu dikenaldengan nama Pendleton Act. Salah satu hal yang diatur dalam undang-undang itu adalah, setiap upaya partai politik untuk menjadikan birokrasipemerintah menjadi
building block
bagi kepentingan partainya dinyatakansebagai tindakan ilegal (Thoha, 2008).
 
 
MUSKAMAL,S.SOS,M.SI,PKP2A II LAN MAKASSAR
 
3
INTERVENSI POLITIK TERHADAP BIROKRASI PEMERINTAHAN
 
2010 
Di Indonesia, intervensi politik dalam birokrasi pemerintahanmempunyai catatan panjang. Pada masa Orde Baru intervensi bersifatmonolitik oleh Golongan Karya (Golkar). Pada zaman Orde Baru, antarapejabat politik dan pejabat karier tidak bisa dipisahkan. Artinya, merekayang menduduki jabatan di birokrasi juga aktif dan berafiliasi ke Golkar.Setelah reformasi, dengan banyaknya partai, intervensi terhadap birokrasibersifat polisentris. Intinya sama saja, yaitu; memanfaatkan birokrasi untukpartai (Parasojo, 2005). Jadi, walaupun birokrasi ditempatkan dalamkedudukan yang netral, dalam prakteknya muncul birokrasi partisan karenamereka sangat loyal dan berafiliasi politik kepada parpol yang mendudukijabatan politik, padahal secara formal PNS tidak menjadi salah satu anggotapartai politik. Berkembangnya birokrasi partisan, berakibat birokrasi tidakmandiri dan tidak memiliki kekuatan penyeimbang kekuasaan dengankedudukan pejabat politik (Makhya, 2006).Masalah birokrasi di Indonesia masih multidimensi, antara lainstruktur yang tidak cocok dengan misi pelayanan, budaya pelayanan belumberkembang, profesionalisme dan sumber daya manusia (SDM) buruk, danlingkungan politik yang kurang sehat. Struktur birokrasi masih berorientasipada kontrol dan kekuasaan daripada memberikan pelayanan. Distribusikewenangan penyelenggaraan suatu urusan cenderung tidak dilakukansecara utuh, tetapi parsial. Subyektivitas masih lazim ditemui di birokrasidengan rasionalitas dan profesionalisme yang jauh dari harapan (Dwiyanto,2007). Kondisi birokrasi seperti antara lain disebabkan oleh adanyaintervensi politik terhadap penyenggaraan birokrasi pemerintahan.Dari berbagai uraian sebelumnya, dapat dikatakan bahwa meskipuntelah dilakukan reformasi pemerintahan, namun untuk melakukan suatuperubahan dalam birokrasi atau reformasi birokrasi adalah hal yangsangatlah sulit. Kepentingan-kepentingan partai politik masih sajamengintervensi birokrasi pemerintahan di Indonesia. Dengan demikian,

Activity (46)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
efriyadi60 liked this
Unhy Cokkatzz liked this
Nicky Cynk Amuwh liked this
Sari Benny liked this
Agus Kartiwa liked this
Ichae NaghBr liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->