Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
21Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Batik Banten

Batik Banten

Ratings: (0)|Views: 4,167 |Likes:
Published by Rumanap Sihombing

More info:

Categories:Types, Maps
Published by: Rumanap Sihombing on Apr 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2013

pdf

text

original

 
Batik Banten: Kain yang BisaBerceritaDitulis oleh PratimirantiSelasa, 06 Oktober 2009 23:06Dunia internasional menjulukinya ”The cloth style stories”, atau kain yang bisa bercerita. Julukan yang unik, juga amat menggoda. Tapi, alasannya jelas: di setiap warna dan motif Batik Banten, selalu berceritatentang sejarah Banten, utamanya pada masa kejayaan Sultan Maulana Hassanudin.Itulah ciri khas Batik Banten yang tak ada pada batik mana pun. Sampai-sampai ada yang berani mengungkap: kalau inginmempelajari sejarah Banten, kenali saja batiknya. 
Budidaya Sang Gubernur
Dibanding ”rekan-rekannya”, asal-usul batik Banten lebih banyak terlacak. Bahkan, melalui Surat Keputusan GubernurBanten, pada Oktober 2003, tentang pembentukan panitia peneliti batik Banten, pembudidayaan batik langka ini terusdilakukan.Dan, bicara mengenai Batik Banten, sulit melepaskan diri dari sosok Uke Kurniawan, mantan pejabat Dinas PekerjaanUmum yang kini memfokuskan diri pada pengembangan batik serta ragam hias tradisional Banten.Uke bercerita. Tahun 2002, ia bersama Hasan M Ambary, arkeolog yang banyak meneliti dan menulis tentang Banten,melakukan penelitian di situs Banten Lama. Dari situ, mereka menemukan sekitar 75 ragam hias artefak langka.Agar bisa segera memasyarakatkan ragam hias artefak tersebut, mereka memilih media yang paling akrab dan palingmudah dipahami: batik. Maka, “lahirlah” Batik Banten, dengan tampilan warna yang sangat meriah; gabungan dari warna-warna pastel yang berkesan ceria namun lembut. Transformasi tersebut juga merupakan upaya-upaya menghidupkankembali seni hias Banten yang telah hilang sejak abad ke-17.Pembuatan Batik Banten pada dasarnya hampir sama dengan pembuatan batik tulis dan batik cetak lainnya; yangkemudian beralih ke proses pencetakan, pewarnaan, penghilangan warna dan lilin, hingga pengeringan.Namun, warna Batik Banten sulit ditiru pembatik daerah lain, kecuali dengan memakai air Banten yang dipercayamempunyai karakter khusus dalam menguatkan warna. Percaya atau tidak, tapi ke khasan inilah yang membuat BatikBanten sering dijadikan oleh-oleh para pendatang yang berkunjung ke Banten, dan bahkan diminati para eksportir darinegara asing, terutama Jerman dan Perancis.
Karakter & Ekspresi Banten
 
Paduan warna Batik Banten dipengaruhi oleh air dan tanah; yang dalam proses pencelupannya mereduksi warna-warnaterang menjadi warna pastel akibat kandungan yang ada di dalamnya. Warna-warna tersebut, konon, cocok betulmenggambarkan karakter orang Banten yang memiliki semangat dan cita-cita tinggi, ekspresif, tapi tetap rendah hati.Masing-masing motif batik kemudian diberi nama-nama khusus, yang diambil dari nama tempat, ruangan, maupunbangunan dari situs Banten Lama, serta nama gelar di masa Kesultanan Banten. Dan, sampai sekarang, sudah lebih dari 50ragam hias yang dituangkan dalam bentuk kain batik, bahkan 12 diantaranya telah dipatenkan sejak tahun 2003.Motif yang mengambil nama tempat, diantaranya, Pamaranggen (tempat tinggal pembuat keris), Pancaniti (bangsaltempat Raja menyaksikan prajurit berlatih), Pasepen (tempat Raja bermeditasi), Pajantren (tempat tinggal para penenun),Pasulaman (tempat tinggal pengrajin sulaman), Datulaya (tempat tinggal pangeran), Srimanganti (tempat Raja bertatapmuka dengan rakyat), dan Surosowan (Ibukota Kesultanan Banten).Sementara motif dari nama gelar, antara lain, Sabakingking (gelar dari Sultan Maulana Hasanudin), Kawangsan(berhubungan dengan Pangeran Wangsa), Kapurban (berhubungan dengan gelar Pangeran Purba), serta Mandalikan(berhubungan dengan Pangeran Mandalika).Namun, yang menjadi ciri khas utama Batik Banten adalah motif 
Datulaya
, yang namanya diambil dari tempat tinggalpangeran. “
Datu
itu artinya pangeran,
laya
tempat tinggal," jelas Uke.Motif Datulaya memiliki dasar belah ketupat berbentuk bunga dan lingkaran dalam figura sulur-sulur daun. Warna yangdigunakan adalah motif dasar biru, dengan variasi motif pada figura sulur-sulur daun abu-abu di dasar kain kuning.
Batik Nusantara
Penggunaan Batik Banten kini kian memasyarakat. Beberapa sekolah di kota Serang sudah memakainya untuk seragam.Bahkan, dalam pelaksanaan MTQ Nasional lalu, Batik Banten juga dikenakan oleh seluruh delegasi, dan dipakai menghiaspanggung MTQ beserta bangunan Masjid Agung.Dibuat sepenuhnya dengan tangan dan dikerjakan secara teliti, Batik Banten menandakan semangat kebantenan yangtidak pernah luntur untuk terus dikumandangkan hingga ke mancanegara. Siapa pun yang memakainya akan merasakankebesaran Banten masa lalu.Sejak ditetapkan menjadi satu-satunya batik nusantara yang benar-benar memiliki karakter unik, Batik Banten merupakanbatik paten pertama yang setiap motifnya menandakan garis-garis semangat kebantenan. Bahkan, di mancanegara, batikini tampil sebagai juara dari 52 negara peserta pameran di Malaysia tahun 2005.Harga Batik Banten saat ini berkisar Rp 75.000 hingga jutaan rupiah. Sebagian besar diantaranya diekspor ke Malaysia,Finlandia, serta Korea.Namun, tantangan ke depan bagi produsen Batuk Banten adalah memproduksi bahan baku sendiri. Sampai kini bahanbaku Batik Banten masih diambil dari Solo dan Pekalongan. 
Motif Batik Banten: Sejarah, Cerita dan Kecintaan akan BantenMempertanyakan Sejarah Motif Batik Banten
 Banten merupakan sebuah provinsi yang terletak di paling barat pulau Jawa, berbatasan langsung dengan DKI Jakarta di sebelah barat. Dahulu kala, Banten merupakan salah satu kerajaan Islam di Nusantara yang terletak di muaraSungai Cibanten dan memiliki pelabuhan yang besar dan sibuk di Selat Sunda pada abad ke 16. Banyak pendatang dariluar Nusantara yang datang ke Banten untuk berdagang rempah-rempah, sehingga Banten menjadi terbuka denganberbagai kebudayaan asing yang masuk. Dengan banyaknya kontak dengan pendatang dari berbagai daerah, makaperadaban di Banten menjadi maju dan kebudayaannya menjadi maju pula. Salah satu contohnya, yaitu pada motif khasyang kini dihadirkan melalui media batik Banten.Menurut Harih Budiarto, batik adalah salah satu jenis tekstil hasil karya bangsa Indonesia yang sudah dikenalsejak dahulu dan sampai sekarang terus bertahan. Jasper dan Pirngadie membuat batasan yang lebih detil, yaitu suatucara atau teknik penutupan bagian-bagian tertentu pada kain untuk memperoleh gambar atau motif hiasan yangberwarna setelah proses pencelupan. Pengertian Motif dalam Kamus Ilmiah Populer yaitu dasar warna; warna dasar; latarbelakang warna; ragam; bentuk; pola; corak. Jadi motif batik merupakan dasar (baik dasar warna ataupun dasar pola ataucorak) yang menutupi kain batik.Seperti pengertian batik menurut Hari Budianto di atas, maka motif batik Banten merupakan salah satu hasil karyamasyarakat Banten yang sudah dikenal semenjak masa kerajaan Banten berdiri. Suatu warisan budaya yang harusdilestarikan dan dipelajari agar kelak dapat menjadi identitas bahwa bangsa ini dahulu dan sekarang merupakan bangsayang maju tidak hanya dalam pelayaran namun juga maju dalam pertekstilan.
 
Sebuah keterangan dihimpun dari Ir. Uke Kurniawan (pemilik serta pengembang Sentral Pelatihan dan IndustriBatik Banten), bahwa pada masa kerajaan Banten ada sebuah selimut batik yang dikenal oleh orang-orang Belandasebagai
Brooven Rim Rood 
, atau biasa dikenal dengan istilah
SIMBUT 
atau
Selimut Van Bantam
pada abad ke 17. Namun,dengan berakhirnya kejayaan Banten maka hilanglah keberadaan selimut batik dan tradisi membatik di Banten ini.Ketika kegiatan ekskavasi situs Keraton Surosowan sekitar tahun 1976 dilangsungkan, terdapat temuan-temuangerabah bermotif yang sangat khas Banten dan tidak ditemukan di tempat lainnya. Motif-motif inilah yang pada akhirnyadigunakan sebagai motif asli batik Banten sebagai hasil rekonstruksi arkeologi keberadaan budaya materi masyarakatBanten. Maka dari itu, tujuan penulisan artikel ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan:
Apa saja jenis motif batik Banten dan apa yang menjadi latar belakang motif tersebut kaitannya dengansejarah masyarakat Banten?
Penulisan artikel ini menggunakan konsep etnoarkeologi. Ada banyak pengertian etnoarkeologi dari berbagai ahli,salah satunya pengertian etnoarkeologi menurutColin dan Paul Bahn (1991), etnoarkeologi merupakan studi yang mencakup penggunaan maupun makna artefak, bangunan, dan struktur-struktur masa kini dalam suatu masyarakat yangmasih hidup, dan bagaimana barang-barang itu tergabung dalam catatan arkeologi. Pengertian ini pula dijadikan landasanteori bagi penulis karena penulisan artikel ini berusaha menganalogikan motif yang dibuat pada masa sekarang denganmasa lalu, ketika motif ini pertama kali digunakan, lalu terkubur ratusan tahun menjadi benda arkeologis hingga saat inimenjadi sebuah tradisi baru yang memiliki unsur lama dan sarat dengan unsur sejarah.
Sebuah Cerita di balik Motif Batik Banten
Tahun 1976, ketika Pusat Penelitian Arkeologi mengadakan penelitian dan ekskavasi di Situs Keraton Surosowanyang merupakan Situs Keraton Kesultanan Banten, ditemukan sejumlah gerabah dan keramik lokal yang berpola hias.Penelitian dan pengamatan yang dilakukan dalam mengungkap keberadaan gerabah dan keramik memperlihatkan adanyapola hias yang dikerjakan dengan beberapa teknik dekorasi. Teknik dekorasi yang diterapkan pada gerabah dan keramiklokal Banten ini antara lain teknik gores, teknik pukul (tatap berukir), teknik tekan (cap dan bukan cap), teknik cubit, danteknik tempel (dengan cetakan dan tidak dengan cetakan). Lalu pola hias yang ditemukan dari rekonstruksi gerabah dankeramik lokal Banten ini berjumlah 75 pola hias yang merupakan pola hias tunggal dan pola hias gabungan (Hasan Muarif Ambary, dalam artikel Pakaian Tradisional di Daerah Banten).Peranan gerabah dan keramik lokal Banten ini sangatlah penting bagi masyarakat kala itu. Kegunaannyalah yangmenjadikan gerabah dan keramik ini sangat berguna bagi kehidupan keseharian masyarakat Banten sekitar abad ke-18dan ke-19 M. Sebagai barang kegiatan rumah tangga dan kegiatan industri seperti pembuatan alat logam perunggu danbesi.Dari ke-75 motif hias yang terdapat dalam temuan gerabah dan keramik hasil penelitian arkeologis di situs KeratonSurosowan inilah, Ir. Uke Kurniawan seorang “
Wong Banten” 
yang perduli terhadap kebudayaan daerahnya mengangkatmotif-motif tersebut menjadi motif batik khas Banten dan “menghidupkan” kembali tradisi membatik di daerah Bantenyang telah hilang selama lebih dari 200 tahun.
Motif-motif Batik Banten
 Hasil rekonstruksi ke-75 motif hias yang berasal dari temuan gerabah dan keramik dari situs Keraton Surosowantersebut dipadukan satu sama lainnya dan diambil kesimpulannya menjadi 12 macam motif batik Banten. Ke-12 motif tersebut antara lain sebagai berikut:
Motif SabakingkingMotif dasar berupa segi empat dengan tumpulan dan sisi-sisinya yang berbulu, diberi variasi 3 warna, motif dasarberwarna coklat, variasi warna motif pada daun bersegi empat berwarna biru dengan dasar kain berwarna krem dan
booh
(motif batik yang berjajar dan berukuran lebih kecil dari motif utama di sisi-sisi bawah, atas, samping kiri dankanan kain batik (lihat keterangan gambar di lampiran)) tumpal bergerigi warna coklat tua. Nama Sabakingkingdiambil dari nama gelar Panembahan Sultan Maulana Hasanudin, raja pertama kerajaan Banten (1552-1570).
Motif MandalikanMotif dasar berupa belah ketupat dengan bentuk bunga berada di tengah-tengah dalam sebuah bintang. Variasimotif bintang dalam kontak rantai dan
booh
motif dasarnya bebentuk segi tiga bergerigi berlapis tiga. Variasi warnamenggunakan tiga warna yaitu dasarnya barwarna krem, pada motif bintangnya berwarna abu-abu, pada rantai dan
booh
berwarna coklat tua. Nama Mandalikan diambil dari nama gelar bagi pangeran Banten, yaitu PangeranMandalika.
Motif SrimangantiMotif dasar berbentuk tumpal bergerigi ganda dan ceplok lingkaran serta setengah bulatan dalam lingkaran.Variasi motif berupa pigura berbentuk segi empat, pada sudut-sudutnya yang berbentuk setengah lingkaran terdapat

Activity (21)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nur Muzaki liked this
Susi Purnamasari liked this
Nasiroh liked this
Khánsa Firass liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->