Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
24Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hubungan Antara Ilmu Dan Agama

Hubungan Antara Ilmu Dan Agama

Ratings: (0)|Views: 10,666|Likes:
HUBUNGAN ANTARA ILMU dan AGAMA Menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma....
HUBUNGAN ANTARA ILMU dan AGAMA Menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma....

More info:

Published by: irvan haq dzul karoma on Apr 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/11/2013

pdf

text

original

 
HUBUNGAN ANTARA ILMU dan AGAMA
Menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan .
1
Paradigma inilah yang seharusnyadimiliki umat Islam, bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang.Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (aqidah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan.Ini bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macamilmu pengetahuan,melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan.Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan, sedangyang bertentangan dengannya, wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. Kedua, menjadikan SyariahIslam (yang lahir dari Aqidah Islam)sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari.
2
Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam, bukan standar manfaat(pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. Standar syariah ini mengatur,bahwa bolehtidaknya pemanfaatan iptek, didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). UmatIslam boleh memanfaatkan iptek, jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. Sebaliknya jika suatu aspek iptek telah diharamkan oleh Syariah, maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya, walau pun iamenghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia.Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi memang berdampak positif, yaknidapat memperbaiki kualitas hidup manusia.Berbagai sarana modern industri, komunikasi, dantransportasi, misalnya, terbukti amat bermanfaat.Dengan ditemukannya mesin jahit, dalam 1 menit bisadilakukan sekitar 7000 tusukan jarum jahit.Bandingkan kalau kita menjahit dengan tangan, hanya bisa 23tusukan per menit (Qardhawi, 1997).Dahulu Ratu Isabella (Italia) di abad XVI perlu waktu 5 bulandengan sarana komunikasi tradisional untuk memperoleh kabar penemuan benua Amerika oleh Columbus(?).Lalu di abad XIX Orang Eropa perlu 2 minggu untuk memperoleh berita pembunuhan PresidenAbraham Lincoln. Tapi pada 1969, dengan sarana komunikasi canggih, dunia hanya perlu waktu 1,3 detik untuk mengetahui kabar pendaratan Neil Amstrong di bulan (Winarno, 2004). Dulu orang naik hajidengan kapal laut bisa memakan waktu 17-20 hari untuk sampai ke Jeddah. Sekarang dengan naik  pesawat terbang, kita hanya perlu 12 jam saja. Tapi di sisi lain, tak jarang iptek berdampak negatif karenamerugikan dan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. Bom atom telah menewaskan ratusanribu manusia di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945.Pada tahun 1995, Elizabetta, seorang bayiItalia, lahir dari rahim bibinya setelah dua tahun ibunya (bernama Luigi) meninggal. Ovum dan spermaorang tuanya yang asli, ternyata telah disimpan dan kemudian baru dititipkan pada bibinya, Elenna adik Luigi (Kompas, 16/01/1995).Bayi tabung di Barat bisa berjalan walau pun asal usul sperma dan ovumnya bukan dari suami isteri (Hadipermono, 1995). Bioteknologi dapat digunakan untuk mengubahmikroorganisme yang sudah berbahaya, menjadi lebih berbahaya, misalnya mengubah sifat genetik virusinfluenza hingga mampu membunuh manusia dalam beberapa menit saja(Bakry, 1996). Kloning hewanrintisan Ian Willmut yang sukses menghasilkan domba kloning bernama Dolly, akhir-akhir ini diterapkan pada manusia (human cloning).Lingkungan hidup seperti laut, atmosfer udara, dan hutan juga tak sedikitmengalami kerusakan dan pencemaran yang sangat parah dan berbahaya.Beberapa varian tanaman pangan hasil rekayasa genetika juga diindikasikan berbahaya bagi kesehatan manusia. Tak sedikit yang
1
Agus, Bustanudin. 1999.
 Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosia
l : Studi Banding Antara Pandangan hal:19
 
2
Ahmed, Shabir et.al. 1999.
 Islam dan Ilmu Pengetahuan
. Bangil : Al-Izzah. Hal:31
 
 
memanfaatkan teknologiinternet sebagai sarana untuk melakukan kejahatan dunia maya (cyber crime)danuntuk mengakses pornografi, kekerasan, dan perjudian.Di sinilah, peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk ditengok kembali.Dapatkah agama memberi tuntunan agar kita memperoleh dampak iptek yang positif saja, serayamengeliminasi dampak negatifnya semiminal mungkin?Sejauh manakah agama Islam dapat berperandalam mengendalikan perkembangan teknologi modern?Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran Islamdalam perkembangan dan pemanfaatan teknologitersebut.Untuk memperjelas, akan disebutkan dulu beberapa pengertian dasar. Ilmu pengetahuan (sains)adalah pengetahuan tentang gejala alam yang diperoleh melalui proses yang disebut metode ilmiah(scientificmethod) (Jujun S. Suriasumantri, 1992). Sedang teknologi adalah pengetahuan dan ketrampilanyang merupakan penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia sehari-hari (Jujun S.Suriasumantri,1986). Perkembangan iptek, adalah hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas, memperdalam, dan mengembangkan iptek (Agus, 1999). Agama yang dimaksud di sini,adalah agama Islam yaitu agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, untuk mengatur hubungan manusia dengan Penciptanya (dengan aqidah dan aturan ibadah)hubungan manusiadengan dirinya sendiri (dengan aturan akhlak, makanan, dan pakaian), dan hubungan manusia denganmanusia lainnya (dengan aturan muamalah dan uqubat/sistem pidana) (An-Nabhani, 2001).Bagaimana hubungan agama dan iptek? Secara garis besar, berdasarkan tinjauan ideologi yang mendasarihubungan keduanya, terdapat 3 (tiga) jenis paradigma (Lihat Yahya Farghal, 1990:99-119):
3
 Pertama, paradagima sekuler, yaitu paradigma yang memandang agama dan iptek adalah terpisahsatu sama lain. Sebab, dalam ideologi sekularisme Barat, agama telah dipisahkan dari kehidupan (fashl al-din =91 an al-hayah). Agama tidak dinafikan eksistensinya, tapi hanya dibatasi perannya dalam hubungan pribadi manusia dengan tuhannya.Agama tidak mengatur kehidupan umum/publik.Paradigma inimemandang agama dan iptek tidak bisa mencampuri dan mengintervensi yang lainnya. Agama dan iptek sama sekali terpisah baik secara ontologis (berkaitan dengan pengertian atau hakikat sesuatu hal),epistemologis (berkaitan dengan cara memperoleh pengetahuan), dan aksiologis (berkaitan dengan caramenerapkan pengetahuan).Paradigma ini mencapai kematangan pada akhir abad XIX di Barat sebagai jalan keluar darikontradiksi ajaran Kristen (khususnya teks Bible) dengan penemuan ilmu pengetahuan modern.Semulaajaran Kristen dijadikan standar kebenaran ilmu pengetahuan. Tapi ternyata banyak ayat Bible yangContohnya,menurut ajaran gereja yang resmi, bumi itu datar seperti halnya meja dengan empat sudutnya.Padahal faktanya, bumi itu bulat berdasarkan penemuanilmu pengetahuan yang diperoleh dari hasil pelayaran Magellan.Dalam Bible dikatakan.Kemudian daripada itu, aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penuru angin bumi danmereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut, atau di pohon-pohon.(Wahyu-Wahyu).
3
Farghal, Hasan. 1994.Pokok 
 Pikiran Tentang Hubungan Ilmu Dengan Agama Dalam AbdulHamid Abu Sulaiman. Permasalahan Metodologis Dalam Pemikiran Islam
.Jakarta hal:68
 
 
Kalau konsisten dengan teks Bible, maka fakta sains bahwa bumi bulat tentu harus dikalahkan olehteks Bible (Adian Husaini, Mengapa Barat Menjadi Sekular-Liberal, www.insistnet.com).Ini tidak masuk akal dan problematis. Maka, agar tidak problematis, ajaran Kristen dan ilmu pengetahuan akhirnyadipisah satu sama lain dan tidak boleh saling intervensi.Kedua, paradigma sosialis, yaitu paradigma dari ideologi sosialisme yang menafikan eksistensiagama sama sekali. Agama itu tidak ada, dus, tidak ada hubungan dan kaitan apa pun dengan iptek. Iptek  bisa berjalan secara independen dan lepas secara total dari agama. Paradigma ini mirip dengan paradigmsekuler di atas, tapi lebih ekstrem.Dalam paradigma sekuler, agama berfungsi secara sekularistik, yaitutidak dinafikan keberadaannya, tapi hanya dibatasi perannya dalam hubungan vertikal manusia-tuhan.Sedang dalam paradigma sosialis, agama dipandang secara ateistik, yaitu dianggap tidak ada (inexist) dandibuang sama sekali dari kehidupan.Paradigma tersebut didasarkan pada pikiran Karl Marx yang ateis dan memandang agama (Kristen)sebagai candu masyarakat, karena agama menurutnya membuat orang terbius dan lupa akan penindasankapitalisme yang kejam. Karl Marx mengatakan :Religion is the sigh of the oppressed creature, the heart of the heartle world, just as it is the spirit of aspiritless situation. It is the opium of the people.(Agama adalah keluh-kesah makhluk tertindas, jiwa dari suatu dunia yang tak berjiwa, sebagaimanaia merupakan ruh/spirit dari situasi yang tanpa ruh/spirit. Agama adalah candu bagi rakyat) [Lihat KarlMarx,Contribution to The Critique of Hegel Philosophy of Right termuat dalam On Religion, 1957:141-142) (Ramly, 2000:165-166).Berdasarkan paradigma sosialis ini, maka agama tidak ada sangkut pautnya sama sekali denganiptek. Seluruh bangunan ilmu pengetahuan dalam paradigma sosialis didasarkan pada ide dasar materialisme, khususnya Materialisme Dialektis (Yahya Farghal, 1994:112). Paham MaterialismeDialektis adalah paham yang memandang adanya keseluruhan proses perubahan yang terjadi terusmenerus melalui proses dialektika, yaitu melalui pertentangan-pertentangan yang ada pada materi yangsudah mengandung benih perkembanganitu sendiri (Ramly, 2000:110).Ketiga, paradigma Islam, yaitu paradigma yang memandang bahwa agama adalah dasar dan pengatur kehidupan.Aqidah Islam menjadi basis dari segala ilmu pengetahuan. Aqidah Islam yang terwujud dalamapa-apa yang ada dalam Al-Qur`an dan Al-Hadits menjadi qaidah fikriyah (landasan pemikiran), yaitusuatu asas yang di atasnya dibangun seluruh bangunan pemikiran dan ilmu pengetahuan manusia (An- Nabhani, 2001).Paradigma ini memerintahkan manusia untuk membangun segala pemikirannyaberdasarkan AqidahIslam, bukan lepas dari aqidah itu. Ini bisa kita pahami dari ayat yang pertama kali turun (artinya) :
³B
acalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.´
Ayat ini berarti manusia telah diperintahkan untuk membaca guna memperoleh berbagai pemikirandan pemahaman. Tetapi segala pemikirannya itu tidak boleh lepas dari Aqidah Islam, karena iqra`haruslah dengan bismi rabbika, yaitu tetap berdasarkan iman kepada Allah, yang merupakan asas AqidahIslam (Al-Qashash, 1995:81).

Activity (24)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Pencari Kebenaran added this note|
Problem hubungan agama dengan ilmu Sebelum kita berbicara secara panjang lebar seputar konsep hubungan antara agama dengan ilmu dengan segala problematika yang bersifat kompleks yang ada atau terjadi didalamnya maka untuk mempermudah mengurai benang kusut yang terjadi seputar problematika hubungan antara agama dengan ilmu maka kita harus mengenal terlebih dahulu dua definisi pengertian ‘i
Femy Indara liked this
Ayoex Selamanya liked this
Rezki Hedianti liked this
Asep Doank liked this
Ana Fadli liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->