Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
88Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ARGENTOMETRI

ARGENTOMETRI

Ratings: (0)|Views: 4,071 |Likes:
Published by Document PTKI Medan

More info:

Published by: Document PTKI Medan on Apr 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2013

pdf

text

original

 
TUGASMAKALAH KIMIA ANALISA II
eARGENTOMETRIf
OLEH;
NAMA NIM
PARDOMUAN .C. TAMPUBOLON 09.01.16ROBBY .P. MANIK 09.01.172ROGANDA PARHUSIP 09.01.173SANTRI SIMANGUNSONG 09.01.181SARAH JULIANTY 09.01.182
DEP
ART
E
M
E
N
PE
RIN
D
USTRIAN RI
PE
N
D
I
D
IKAN T
E
KNOLOGI KIMIA IN
D
USTRI
P
TKI M
ED
AN2010
 
ARG
ENTOMET
RI
 
Dasar Teori
Salah satu cara untuk menentukan kadar asam-basa dalam suatu
 
larutan adalahdengan volumetri (titrasi). Volumetri (titrasi) merupakan cara
 
 penentuan kadar suatu zatdalam larutannya didasarkan pada pengukuran
 
volumenya.Berdasarkan pada jenis reaksinya, volumetri dibedakan atas :1.
A
sidimetri dan alkalimetriVolumetri jenis ini berdasar atas reaksi netralisasi asam-basa.2. OksidimetriVolumetri jenis ini berdasar atas reaksi oksidasi-reduksi.3.
A
rgentometriVolumetri jenis ini berdasar atas reaksi kresipilasi (pengendapan dari ion
A
g
+
).
I
stilah
A
rgentometri diturunkan dari bahasa latin
A
rgentum, yang berarti perak. Jadi,
A
rgentometri merupakan salah satu cara untuk menentukan kadar zat dalam suatu larutanyang dilakukan dengan titrasi berdasar pembentukan endapan dengan ion
A
g
+
. Pada titrasiargentometri, zat pemeriksaan yang telah dibubuhi indikator dicampur dengan larutan standar garam perak nitrat (
A
gNO
3
). Dengan mengukur volume larutan standar yang digunakansehingga seluruh ion
A
g
+
dapat tepat diendapkan, kadar garam dalam larutan pemeriksaandapat ditentukan.
A
da tiga tipe titik akhir yang digunakan untuk titrasi dengan
A
gNO
3
yaitu :1.
I
ndikator 2.
A
mperometri3.
I
ndikator kimiaTitik akhir potensiometri didasarkan pada potensial elektrode perak yang dicelupkan kedalamlarutan analit. Titik akhir amperometri melibatkan penentuan arus yang diteruskan antarasepasang mikroelektrode perak dalam larutan analit.Sedangkan titik akhir yang dihasilkan indikator kimia, biasanya terdiri dari perubahanwarna/muncul tidaknya kekeruhan dalam larutan yang dititrasi. Syarat indikator untuk titrasi pengendapan analog dengan indikator titrasi netralisasi, yaitu :1. Perubahan warna harus terjadi terbatas dalam range pada p-function dari reagen/analit.2. Perubahan Warna harus terjadi dalam bagian dari kurva titrasi untuk analit.(skogg,1965)
 
Berdasarkan pada indikator yang digunakan, argentometri dapat dibedakanatas :
1. Metode Mohr (pembentukan endapan berwarna)
Metode Mohr dapat digunakan untuk menetapkan kadar klorida dan bromida dalamsuasana netral dengan larutan standar 
A
gNO
3
dan penambahan K 
2
CHO4 sebagai indikator.Titrasi dengan cara ini harus dilakukan dalam suasana netral atau dengan sedikit alkalis, pH6,5 ± 9,0.Dalam suasana asam, perak kromat larut karena terbentuk dikromat dan dalam suasana basaakan terbentuk endapan perak hidroksida.
eaksi yang terjadi adalah :
A
sam : 2CrO4
2
+ 2H
 
 CrO7
2
 
+ H
2
O
 
Basa : 2
A
g
 
+ 2 OH
-
 2
A
gOH2
A
gOH 
A
g
2
O + H
2
OSesama larutan dapat diukur dengan natrium bikorbonat atau kalsium karbonat.Larutan alkalis diasamkan dulu dengan asam asetat atau asam borat sebelum dinetralkandengan kalsium karbonat. Meskipun menurut hasil kali kelarutan iodida dan tiosianatmungkin untuk ditetapkan kadarnya dengan cara ini. Namun oleh karena perak lodidamaupun tiosanat sangat kuat menyerang kromat, maka hasilnya tidak memuaskan. Perak jugatidak dapat ditetapkan dengan titrasi menggunakan NaCl sebagai titran karena endapan perak kromat yang mula-mula terbentuk sukar bereaksi pada titik akhir. Larutan klorida atau bromida dalam suasana netral atau agak katalis dititrasi dengan larutan titer perak nitratmenggunakan indikator kromat.
A
 pabila ion klorida atau bromida telah habis diendapkan oleh ion perak, maka ionkromat akan bereaksi membentuk endapan perak kromat yang berwarna coklat/merah batasebagai titik akhir titrasi. Sebagai indikator digunakan larutan kromat K 
2
CrO
4
0,003M atau0,005M yang dengan ion perak akan membentuk endapan coklat merah dalam suasana netralatau agak alkalis. Kelebihan indikator yang berwarna kuning akan menganggu warna, inidapat diatasi dengan melarutkan blanko indikator suatu titrasi tanpa zat uji dengan penambaan kalsium karbonat sebagai pengganti endapan
A
gCl.
2. Model Valhard (Penentu zat warna yang mudahlarut).
Metode ini digunakan dalam penentuan ion Cl
, Br 
, dan
I
 
dengan penambahan larutan standar 
A
gNO
3
.
I
ndikator yang dipakai adalah Fe
3
 
dengan titran NH
4
CNS, untuk menentralkan kadar garam perak dengan
 
titrasi kembali setelah ditambahlarutan standar berlebih. Kelebihan
A
gNO
3
dititrasi dengan larutan standar KCNS, sedangkanindikator yang digunakan
 
adalah ion Fe
3
 
dimana kelebihan larutan KCNS akan diikat olehion Fe
3+
membentuk warna merah darah dari FeSCN.
3. Motode Fajans (
I
ndikator 
A
 bsorbsi)
Titrasi argenometri dengan cara fajans adalah sama seperti pada cara Mohr, hanyaterdapat perbedaan pada jenis indikator yang digunakan.
I
ndikator yang digunakan dalam

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->