Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
6Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bahaya Hubungan Keluarga Pada Masa Bayi

Bahaya Hubungan Keluarga Pada Masa Bayi

Ratings: (0)|Views: 1,986|Likes:
Published by siscademisga

More info:

categoriesTypes, Research, Genealogy
Published by: siscademisga on Apr 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/15/2011

pdf

text

original

 
AWAL MASA KANAK-KANAK 
BAHAYA HUBUNGAN KELUARGA PADA MASA BAYI1.Perpisahan dengan ibuKecuali kalau diberi tokoh pengganti yangstabil dan memuaskan, bayi yangdipisahkan dari ibunya akan mengembangkan perasaan tidak aman yang ditampilkandalam gangguan kepribadian yang dapat merupakan dasar dari kesulitan penyesuaiandiri kelak.2.Gagal mengembangkan perilaku akrabBayi yang gagal mengembangkan perilaku akrab dengan ibunya atau dengan pengganti ibu yang stabil, akan mengalami perasaan tidak aman seperti bila ia yangdipisahkan dengan ibunya. Selanjutnya bayi tidak mengalami kegembiraan yangdiperoleh dalam hubungan pribadi yang erat. Kekurangan ini menyulitkan bayi dalammengembangkan persahabatan di kemudian hari.3.Merosotnya hubungan keluargaMerosotnya hubungan keluarga yang hamper selalu terjadi dalam tahun kedua secara psikologis berbahaya karena bayi memperhatikan bahwa sikap anggota-anggotakeluarga kepadanya berubah dan ia diperlakukan secara berbeda. Akibatnya, bayi biasanya merasa tidak dicintai dan ditolak, yakni perasaan yang mengembangkankebencian dan rasa tidak aman.4.Terlampau melindungiBayi yang sangat dilindungi dan dilarang melakukan sesuatu yang sebenarnya dapatdilakukan menjadi sangat tergantung dan takut melakukan sesuatu yang dapatdilakukan oleh bayi lain. Nantinya hal ini akan berkembang menjadi sangat takut pada sekolah (phobi sekolah) dan sangat malu bila berhadapan dengan orang asing.5.Latihan yang tidak konsistenMetode latihan anak yang tidak konsisten, yang dapat disebabkan karena kelemahanorang tua atau perasaan tidak mampu menjalankan peranan orang tua, akanmemberikan bimbingan yang buruk bagi bayi. Hal ini memperlambat bayi dalammempelajari perilaku yang besar.6.Penganiayaan anak Kalau orang tua tidak menyenangi peran sebagai orang tua atau kalau terjadi pertentangan antar orang tus, maka bayi dapat menjadi sasaran amarah atau kebencianmereka. Bayi akan diabaikan atau dianiaya. Penganiayaan bayi lebih sering padatahun kedua karena bayi pada saat ini lebih menyulitkan orang tua dan ini memancing penyaluran rasa marah, benci, dan emosi-emosi buruk lainnya yang berasal darihubungan orang tua.TUGAS DALAM BELAJAR BICARA PADA AWAL MASA ANAK-ANAK 1.Pengucapan kata-kataAnak-anak sulit belajar mengucapkan bunyi tertentu dan kombinasi bunyi, sepertihuruf mati z, w, d, s, dan g dan kombinasi huruf mati st; str, dr , dan fl.Mendengarkan radio dan televisi dapat membantu belajar mengucapkan kata-katasecara benar.2.Menambah kosa kataKosa kata anak-anak meningkat pesat ketika ia belajar kata-kata baru dan arti-arti baru untuk kata-kata lama. Gambar di bawah menunjukkan peningkatan kosa kata
 
yang pesat selama awal masa kanak-kanak. Dalam menambah kosa kata anak-anak muda belajar kata-kata yang umum seperti “baik” dan “buruk”, “memberi” dan“menerima” dan juga banyak kata-kata dengan penggunaan khusus seperti bilangandan nama-nama warna.3.Membentuk kalimatKalimat biasanya terdiri dari tiga atau empat kata sudah mulai disusun oleh anak usiadua tahun dan biasanya oleh anak usia tiga tahun. Kalimat ini banyak yang tidak lengkap, terutama terdiri dari kata benda dan kurang kata kerja, kata depan dan kata penghubung. Sesudah usia tiga tahun, anak membentuk kalimat yang terdiri darienam sampai delapan kata.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BANYAKNYA ANAK BERBICARA1.InteligensiSemakin cerdas anak, semakin cepat keterampilan berbicara dikuasai sehinggasemakin cepat dapat berbicara.2.Jenis disiplinAnak yang dibesarkan secara disiplin yang cenderung lemah lebih banyak berbicaradaripada anak-anak yang orang tuanya bersikap keras dan berpandangan bahwa“anak-anak harus dilihat tetapi tidak didengar”.3.Posisi urutanAnak sulung didorong untuk lebih banyak bicara daripada adiknya dan orang tualebih banyak waktu untuk berbicara dengan adiknya.4.Besarnya keluargaAnak tunggal didorong untuk lebih banyak bicara daripada anak-anak dari keluarga besar dan orang tuanya mempunyai lebih banyak waktu untuk berbicara dengannya.Dalam keluarga besar, disiplin yang ditegakkan lebih otoriter dan ini menghambatanak-anak untuk berbicara sesukanya.5.Status sosial ekonomiDalam kelurga kelas rendah, kegiatan keluarga cenderung kurang terorganisir daripada keluarga kelas menengah dan atas. Pembicaraan antar anggota keluarga juga jarang dan anak kurang didorong untuk berbicara.6.Status rasMutu dan keterampilan berbicara yang kurang baik pada kebanyakan anak berkulithitam dapat disebabkan sebagian karena mereka dibesarkan dalam rumah-rumahdimana para ayah tidak ada, atau dimana kehidupan keluarga tidak teratur karena banyaknya anak atau karena ibu harus bekerja di luar rumah.7.Berbahasa duaMeskipun anak dari keluarga yang berbahasa dua boleh bicara sebanyak anak darikeluarga berbahasa satu, tetapi pembicaraannya sangat terbatas kalau ia beradadengan kelompok sebayanya atau dengan orang dewasa di luar rumah.8.Penggolongan peran-seksTerdapat efek penggolongan peran-seks pada pembicaraan anak sekalipun anak masih berada dalam tahun-tahun prasekolah. Anak laki-laki diharapkan sedikit berbicaradibandingkan dengan anak perempuan. Apa yang dikatakan dan bagaimana caramengatakannya diharapkan berbeda dari anak perempuan. Membual dan mengkritik 
 
orang lain, misalnya, dianggap sesuai dengan anak laki-laki. Sedangkan ana perempuan wajar bila mengadukan orang lain.EMOSI YANG UMUM PADA AWAL MASA KANAK-KANAK 1.AmarahPenyebab amarah yang paling umum adalah pertengkaran mengenai permainan, tidak tercapainya dan serangan yang hebat dari anak lain. Anak mengungkapkan rasamarah dengan ledakan amarah yang ditandai dengan menangis, berteriak,menggertak, menendang, melompat-lompat atau memukul.2.TakutPembiasaan, peniruan, dan ingatan tentang pengalaman yang kurang menyenangkan berperan penting dalam menimbulkan rasa takut, seperti cerita-cerita, gambar-gambar, acara radio dan televise. Dan dan film-film dengan unsur yang menakutkan.Pada mulanya reaksi anak terhadap rasa takut adalah panic; kemudian menjadi lebihkhusus seperti lari, menghindar, dan bersembunyi, menangis dan menghindari situasiyang menakutkan.3.CemburuAnak menjadi cemburu bila ia m engira bahwa minat dan perhatian orang tua beralihkepada orang lain di dalam keluarga, biasanya adik yang baru lahir. Anak yang lebihmuda dapat mengungkapkan kecemburuannya secara terbuka atau menunjukkannyadengan berperilaku secara anak kecil, seperti mengompol, pura-pura sakit ataumenjadi nakal. Perilaku ini semua bertujuan untuk menarik perhatian.4.Ingin tahuAnak mempunyai rasa ingin tahu terhadap hal-hal baru dilihatnya, juga mengenaitubuhnya sendiri dan tubuh orang lain. Reaksi pertama adalah dalam bentu penjelajahan sensomotorik; kemudian sebagai akibat dari tekanan social danhukuman, ia bereaksi dengan bertanya.5.Iri hatiAnak-anak sering iri hati mengenai kemampuan atau barang yang dimiliki orang lain.Iri hati ini diungkapkan dalam bermacam-macam cara, yang paling umum adalahmengeluh tentang barangnya seperti dimiliki orang lain, atau dengan mengambil benda-benda yang menimbulkan iri hati.6.GembiraAnak-anak merasa gembira karena sehat, situasi yang tidak layak, bunyi yang tiba-tiba atau yang tidak diharapkan, bencana yang ringan, membohongi orang lain dan berhasil melakukan tugas yang dianggap sulit. Anak mengungkapkankegembiraannya dengan tersenyum dan tertawa, bertepuk tangan, melompat-lompat,atau memeluk benda atau orang yang membuatnya bahagia.7.SedihAnak-anak merasa sedih karena kehilangan segala sesuatu yang dicintai atau yangdianggap penting bagi dirinya, apakah itu orang, binatang, atau benda mati sepertimainan. Secara khas anak mengungkapkan kesedihannya dengan mengangis dandengan kehilangan minat terhadap kegiatan normalnya, termasuk makan.8.Sasih sayingAnak-anak belajar mencintai orang, binatang, , atau benda yang menyenangkannya.Ia mengungkapkan kasih saying secara lisan bila sudah besar tetapi ketika masih kecil

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Nicky Anelia liked this
stonezzzz liked this
muhammadalfan liked this
Sesanti Putri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->