Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konsep Dasar Teknologi

Konsep Dasar Teknologi

Ratings: (0)|Views: 754 |Likes:
Published by M. MUCHLISIN

More info:

Published by: M. MUCHLISIN on Apr 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/03/2013

pdf

text

original

 
Filed under:Bahan Kuliah— damsku88 @ 1:11 amDEFINISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN TAHUN 1963-20041. Definisi Association for Educational Communications Technology (AECT) 1963“ Komunikasi audio-visual adalah cabang dari teori dan praktek pendidikan yangterutama berkepentingan dengan mendesain, dan menggunakan pesan gunamengendalikan proses belajar. Tujuan praktisnya adalah pemanfaatan tiap metode danmedium komunikasi secara efektif untuk membantu pengembangan potensi pembelajar secara maksimal.”2. Definisi Commission on Instruction Technology (CIT) 1970“Dalam pengertian yang lebih umum, teknologi pembelajaran diartikan sebagai mediayang lahir sebagai akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran di samping guru, buku teks, dan papan tulis. Bagian yang membentuk teknologi pembelajaran adalah televisi, film, OHP, komputer dan bagian perangkatkeras maupun lunak lainnya.”1. Definisi Silber 1970“Teknologi Pembelajaran adalah pengembangan (riset, desain, produksi, evaluasi,dukungan-pasokan, pemanfaatan) komponen sistem pembelajaran (pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan latar) serta pengelolaan usaha pengembangan (organisasidan personal) secara sistematik, dengan tujuan untuk memecahkan masalah belajar”.3. Definisi MacKenzie dan Eraut 1971“Teknologi Pendidikan merupakan studi sistematik mengenai cara bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai”. Dalam definisi MacKenzie dan Eraut ini tidak menyebutkan perangkat lunak maupun perangkat keras, tetapi lebih berorientasi pada proses.4. Definisi AECT 1972Pada tahun 1972, AECT berupaya merevisi defisini yang sudah ada (1963, 1970,1971), dengan memberikan rumusan sebagai berikut :“Teknologi Pendidikan adalah suatu bidang yang berkepentingan denganmemfasilitasi belajar pada manusia melalui usaha sistematik dalam : identifikasi, pengembangan, pengorganisasian dan pemanfaatan berbagai macam sumber belajar serta dengan pengelolaan atas keseluruhan proses tersebut”.Definisi ini didasari semangat untuk menetapkan komunikasi audio-visual sebagaisuatu bidang studi. Ketentuan ini mengembangkan gagasan bahwa teknologi pendidikan merupakan suatu profesi.5. Definisi AECT 1977“Teknologi pendidikan adalah proses kompleks yang terintegrasi meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana, dan organisasi untuk menganalisis masalah, merancang,melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar  pada manusia.Definisi tahun 1977, AECT berusaha mengidentifikasi sebagai suatu teori, bidang dan profesi. Definisi sebelumnya, kecuali pada tahun 1963, tidak menekankan teknologi pendidikan sebagai suatu teori.
 
6. Definisi AECT 1994“Teknologi Pembelajaran adalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasi tentang proses dan sumber untuk belajar.”Definisi ini berupaya semakin memperkokoh teknologi pembelajaran sebagai suatu bidang dan profesi, yang tentunya perlu didukung oleh landasan teori dan praktek yang kokoh. Definisi ini juga berusaha menyempurnakan wilayah atau kawasan bidang kegiatan dari teknologi pembelajaran. Di samping itu, definisi ini berusahamenekankan pentingnya proses dan produk.7. Definisi AECT 2004“Teknologi pembelajaran adalah studi dan etika praktek untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja melalui penciptaan, penggunaan, dan pengaturan proses dan sumber daya teknologi.”Perbedaan antara definisi 1994 dan 2004 adalah :Definisi 20041. Menekankan pada teori dan praktek.2. Menekankan pada Studi dan etika praktek 3. Pokok kegiatan adalah desain, pengembangan, Penciptaan, pengaturan, penggunaan, pemanfaatan, pengelolaan, dan penilaian4. Tujuan untuk keperluan belajar 5. Tujuan memfasilitasi pembelajaran6. Utilisasi proses & sumber belajar 7. Utilisasi proses & sumber daya teknologiUntuk poin 1, definisi 2004 sudah lebih spesifik karena menekankan pada studi &etika praktek. Poin 2, definisi 2004 memiliki kekurangan karena tidak mencakupuntuk penilaian. Poin 3 sudah berkenaan dengan perubahan paradigma, dimanateknologi pembelajaran hanya memfasilitasi pembelajaran – artinya faktor-faktor laindianggap sudah ada. Poin 4, definisi 2004 sudah lebih luas karena yang dikelola bukan hanya semata proses dan sumber belajar, tetapi lebih jauh sudah mencakup proses dan sumber daya teknologi.Secara singkat dapat dikatakan bahwa definisi 2004 sudah mencakup aspek etikadalam profesi , peran sebagai fasilitator, dan pemanfaatan proses dan sumber dayateknologi.II.2 LANDASAN FALSAFAH DAN TEORI TEKNOLOGI PENDIDIKANFalsafah adalah rangkaian pernyataan yang didasarkan pada keyakinan, konsepsi, dansikap seseorang yang menunjukkan arah atau tujuan yang diambilnya. Rumusan inisejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Ely (1980, h. 81), di mana seseorangmemberikan arti atas suatu gejala seobjektif mungkin, yang didasarkan pengalamanempirik atas sejumlah data yang diamati jadi merupakan generalisasi dari berbagaigagasan yang berkaitan dengan rujukan tertentu. Pendekatan ini sengaja diambil untuk memperoleh pembenaran atau pengakuan akan gejala yang diamati dan bukanmengembangkan gejala itu sendiri.Pengertian teori secara umum diartikan sebagai segala aspek ilmu yang tidak semata-mata bersifat empirik. Sedangkan secara khusus, teori adalah ringkasan pernyataanyang melukiskan dan menata sejumlah pengamatan empirik.Sejumlah asumsi dijadikan dasar untuk menentukan gejala yang diamati dan teoriyang akan dirumuskan. Asumsi-asumsi itu adalah :1. Ilmu dan pengetahuan berkembang dengan pesat dengan implikasi bagi kebanyakan
 
orang untuk mengikuti perkembangan itu.2. Pertambahan penduduk akan membawa implikasi bahwa mereka perlu memperoleh pendidikan.3. Terjadinya perubahan-perubahan mendasar dan bersifat menetap di bidang sosial, politik, ekonomi, industri, dan kebudayaan, yang menghendaki re-edukasi atau pendidikan terus menerus bagi semua orang.4. Penyebaran teknologi ke dalam kehidupan masyarakat yang semakin luas yangmempengaruhi segala aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan.5. Makin terbatasnya sumber-sumber tradisional sehingga harus diciptakan sumber  baru dan sementara itu sumber yang terbatas tersebut harus dimanfaatkan seoptimalmungkin agar lebih berdaya guna dan berhasil guna.Pendekatan FilsafatiSetiap pengetahuan, mempunyai tiga komponen yang merupakan tiang penyanggatubuh pengetahuan yang didukungnya (Suriasumantri). Ketiga komponen tersebutyaitu ontologi (apa), epistimologi (bagaimana), dan aksiologi (untuk apa).Suriasumantri mengemukakan bahwa ontologi merupakan asas dalam menetapkanruang lingkup wujud yang menjadi objek penelahaan, serta penafsiran tentang hakikatrealitas dari objek tersebut. Epistimologi merupakan asas mengenai cara bagaimanamateri pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi suatu tubuh pengetahuan.Sedangkan aksiologi merupakan asas dalam menggunakan pengetahuan yang telahdiperoleh dan disusun dalam tubuh pengetahuan tersebut.Serangkaian pertanyaan yang timbul adalah: “Apa yang menjadi objek penelaahandalam teknologi pendidikan? Sampai mana ruang lingkup wujud objek yang ditelaahitu? Bukankah pendidikan sudah seusia hidup itu sendiri? Dan karena itu apakahmasih mungkin adanya objek telaah baru?”Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka terlebih dulu dikutip pernyataan Sir Eric Ashby tentang terjadinya empat revolusi dalam dunia pendidikan.Revolusi-revolusi ini terjadi karena adanya masalah yang tak teratasi dengan carayang ada sebelumnya, yaitu masalah “belajar”.Revolusi pertama, terjadi karena orang tua atau keluarga tidak mampu lagimembelajarkan anak-anaknya sendiri sehingga menyerahkan tanggung jawab itukepada orang lain yang secara khusus diberi tanggung jawab untuk mendidik.Revolusi kedua, karena guru ingin memberikan pelajaran kepada lebih banyak anak didik dengan cara yang lebih cepat sehingga kegiatan pendidikan dilembagakandengan berbagai ketentuan yang dibakukan.Revolusi ketiga, ditemukannya mesin cetak yang memungkinkan tersebarnyainformasi iconic dan numeric dalam bentuk buku dan media cetak lain, sehingga gurudapat membelajarkan lebih banyak lagi dan lebih cepat lagi. Buku hingga saat inimasih dianggap sebagai media utama di samping guru untuk kegiatan pendidikan.Revolusi keempat, berlangsung dengan perkembangan yang pesat di bidangelektronik. Dalam revolusi ini, mulai disadari bahwa tidaklah mungkin bagi guruuntuk memberikan semua ajaran yang diperlukan, karena yang lebih penting adalahmengajar anak didik tentang bagaimana belajar. Belajar tersebut dapat menggunakan berbagai sumber sebagai “akibat” dari perkembangan media elektronik, seperti radio,televisi, tape, dan lain-lain, yang mampu menembus batas geografis, sosial, dan politissecara lebih intens lagi daripada media cetak. Pesan-pesan dapat lebih cepat, lebih bervariasi, serta berpotensi untuk lebih berdaya guna bagi si penerima.Pada awalnya, guru menghadapi anak didiknya dengan bertatap muka langsung dan bertindak sebagai satu-satunya sumber untuk belajar. Perkembangan berikutnya, ia

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Oktosar Sabri liked this
Fikri Yanda liked this
Nanda Cold liked this
Virda VirdauShe liked this
Awell Hotmant liked this
Hida Hasya liked this
yunis_mujahidah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->