Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
28Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Profesi Guru

Profesi Guru

Ratings: (0)|Views: 2,121 |Likes:
Published by kacadunia

More info:

Published by: kacadunia on Apr 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2013

pdf

text

original

 
Profesi Guru dan Problematika yang Dihadapinya « Labschool Jakarta
Profesi
guru dan problematika yang dihadapinya
nampaknya harus saya jelaskan pada tulisan ini.Bukan hendak membela
profesi guru
, tapi juga berupaya mengungkapkan problem yang
dihadapinya
karena
guru
juga manusia yang punya kekurangan
.
untuk 
menulis
, hal ini mengakibatkan sebagian
guru
kita pangkat dan golongannya mandeg di golongan IV/a. karena gol IV dalam kenaikan pangkatnyadiwajibkan mempunyai kegiatan pengembangan profesi diantaranya dengan karya tulis ilmiah. ..
http://wijayalabs.wordpress.com/2009/01/08/profesi-guru-dan-problematika-yang-dihadapinya/ 
» Profesi Guru dan Problematika yang Dihadapinya guru menulis
Profesi
guru dan problematika yang dihadapinya
nampaknya harus saya jelaskan pada tulisan ini.Bukan hendak membela
profesi guru
, tapi juga berupaya mengungkapkan problem yang
dihadapinya
karena
guru
juga manusia yang punya kekurangan ..
http://wijayalabs.blogdetik.com/2009/01/08/profesi- guru-dan-problematika-yang-dihadapinya/ 
A. Peran Guru « Sururudin's Weblog
Dalam era globalisasi dewasa ini
profesi guru
menduduki posisi penting, karena mempersiapkan sumber daya manusia yang handal. Oleh sebab itu
guru
memperoleh premis-premis baru agar dapat berfungsiseperti yang diharapkan, yaitu: 1)
Guru
 
.
penekanan diberikan pada kemampuan
guru
agar dapatmeningkatkan efektifitas mengajar, mengatasi persoalan-persoalan praktis dan pengelolaan PBM, danmeningkatkan kepekaan
guru
terhadap perbedaan individu para siswa yang
dihadapinya
. ..
http://sururudin.wordpress.com/2008/09/24/aperan-guru/ 
Profesi Guru dan Problematika yang DihadapinyaSejak disahkankannya Undang-undang Guru dan Dosen tahun 2005, pamor profesi guru mulai naik. Profesiini mulai diminati lagi oleh banyak orang. Apalagi dengan adanya sertifikasi guru dalam jabatan di tahun2007. Banyak guru yang mengikuti sertifikasi guru agar dapat memperoleh sertifikat guru dan dijuluki guru profesional.Saya masih ingat, jarang sekali ada di antara anak didik saya yang mengangkat tangan ketika saya tanyakansiapakah diantara kalian yang mau jadi guru? Tak ada satupun anak yang mempunyai minat menjadi guru.Alasannya, mereka bilang “gaji guru kecil sich pak! Enakkan jadi tentara, pegawai, atau profesi lainnya”.Lain dulu lain sekarang. Profesi guru sekarang ini mulai banyak diminati. Pamornya naik bak artisselebritis yang mulai ngetop. Banyak media membicarakannya. Banyak media memuji perannya. Tetapi juga tak sedikit media yang mencacinya karena kekurang profesionalan guru itu sendiri dalam
 
melaksanakan pekerjaannya.Profesi guru dan problematika yang dihadapinya nampaknya harus saya jelaskan pada tulisan ini. Bukanhendak membela profesi guru, tapi juga berupaya mengungkapkan problem yang dihadapinya karena guru juga manusia yang punya kekurangan dan kelebihan.Problem pertama guru yang terlihat jelas sekarang ini adalah kurangnya minat guru untuk meneliti. Banyak guru yang malas untuk meneliti di kelasnya sendiri. Banyak guru yang terjebak dalam rutinitas kerjasehingga potensi ilmiahnya tak muncul kepermukaan.Padahal setiap tahun pemerintah, dalam hal ini depdiknas selalu rutin melaksanakan lomba keberhasilanguru dalam pembelajaran tingkat nasional yang dislenggarakan oleh direktorat Profesi Guru.Bisanya para guru akan sibuk meneliti bila mereka mau naik pangkat saja. Karenanya guru harus diberikan bekal agar dapat melakukan sendiri Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan memperbaiki kualitas pembelajarannya di sekolah.
Problem kedua
guru adalah masalah kesejahteraan. Guru sekarang masih banyak yang belum sejahtera.Terlihat jelas dikotomi antara guru berplat merah (Baca PNS) dan guru berplat hitam (baca Non PNS).Banyak guru yang tak bertambah pengetahuannya karena tak sanggup membeli buku. Boro-boro buatmembeli buku, untuk biaya hidupnya saja mereka sudah kembang kempis. Banyak pula guru yang tak sanggup menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi, karena kecilnya penghasilan yangdidapatnya setiap bulan. Dengan adanya sertifikasi guru dalam jabatan, semoga kesejahteraan guru inidapat terwujud. Saya masih ingat janji pemerintah SBY-JK kalau kesejahteraan guru akan semakinditingkatkan. Dengan semakin meningkatnya kesejahteraan guru, maka akan berimbas kepada peningkatanmutu guru dan kualitas pendidikan di sekolah kita.Biar bagaimanapun juga profesi guru adalah pilar terpenting untuk kemajuan bangsa. Oleh karena itu sudahsepantasnya apabila profesi ini lebih diperhatikan, terlebih kesejahteraannya. Tetapi, jangan karenakesejahteraan kurang kemudian kreativitas menjadi mati. Coba lihat guru-guru di daerah terpencil. Merekagajinya berapa? Saya rasa nggak seberapa. Tapi loyalitasnya terhadap pendidikan begitu luar biasa.Banyak contoh lain yang meskipun kesejahteraannya kurang, tapi komitmen terhadap pendidikan tetaptinggi. Sebaliknya berapa banyak guru yang gajinya sudah tinggi tapi tetap ogah-ogahan mengajar. Semuaini berpulang kembali pada mentalitas kita.
Problem ketiga
dari guru adalah kurang kreatifnya guru dalam membuat alat peraga dan media pembelajaran. Selama ini masih banyak guru yang menggunakan metode ceramah saja dalam pembelajarannya, tak ada media lain yang digunakan. Mereka tak pernah berpikir untuk membuat sendirimedia pembelajarannya. Kalau saja para guru kreatif, pasti akan banyak ditemukan berbagai alat peragadan media yang dapat digunakan guru untuk menyampaikan materi pembelajarannya. Guru yang kreatif tak akan pernah menyerah dengan keadaan. Kondisi minimnya dana justru membuat guru itu kreatif memanfaatkan sumber belajar lainnya yang tidak hanya berada di dalam kelas. Seperti : Pasar, Museum,Lapangan Olahraga, Sungai, kebun, dan lain sebagainya.Profesionalitas guru dalam menciptakan proses dan luaran pendidikan persekolahan yang bermutu
 
merupakan prasyarat terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang kompetitif dan mandiri di masadatang. Oleh karena itu diperlukan upaya yang sungguh-sungguh dan kontinyu bagi peningkatan dan pengembangan kemampuan profesional guru.Untuk mengatasi problematika guru di atas, diperlukan kerjasama dari kita semua untuk dapat salingmembantu agar guru mampu meneliti, mendapatkan income tambahan dari keprofesionalannya, danmenyulut guru untuk kreatif dalam mengembangkan sendiri media pembelajarannya. Bila itu semua dapatterwujud, maka kualitas pendidikan kita pun akan meningkat. Semoga guru dapat mengatasi sendiri problematika yang dihadapinya.Paradigma Baru PengajaranSelama masih ada kesenjangan antara hasil pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja, ada kesenjanganharapan akan prestasi yang ada, selama itu pula problema pendidikan senantiasa dibicarakan dan gaungtuntutan pembaharuan pendidikan akan terus bergema. Ada dua pendekatan yang dapat digunakanmembedah problem kependidikan: macrocosmic dan microcosmic. Macrocosmic merupakan pendekatanyang bersifat makro, di mana proses pendidikan dianalisis dalam kerangka yang lebih luas. Dalam arti, proses pendidikan harus dianalisis dalam kaitannya dengan proses di bidang lain. Sebab proses pendidikantidak bisa dipisahkan dari lingkungan, baik politik, ekonomi, agama, budaya, dan sebagainya. Olehkarenanya pendekatan ini menekankan bahwa usaha-usaha memecahkan problema di bidang pendidikantidak ada artinya kalau tidak dikaitkan dengan perbaikan dan penyesuaian di bidang lain.Pendekatan microcosmic melihat pendidikan sebagai suatu kesatuan unit yang hidup di mana terdapatinteraksi di dalam dirinya sendiri. interaksi yang terjadi tersebut berupa proses belajar mengajar yangterdapat di kelas. Pendekatan ini memandang interaksi guru dan murid merupakan faktor pokok dalam pendidikan. Oleh karenanya, menurut pendekatan mikro ini, perbaikan kualitas pendidikan hanya akan berhasil kalau ada perbaikan proses belajar mengajar atau perbaikan dalam bidang keguruan.Perilaku GuruDalam leksikon Jawa, guru umumnya ditafsirkan sebagai akronim dari ungkapan â?bisa digugu lan
 ditiru. Ini artinya bahwa sosok guru adalah orang yang dapat dipercaya atau dipegang teguh kebenaranucapannya dan dapat diteladan tingkah lakunya. Di balik ungkapan itu, tersirat paham atau setidak-tidaknyaasumsi bahwa apa yang dilakukan, dikatakan, dan diajarkan guru adalah benar. Guru sangat dipercayasehingga jarang orang mempersoalkan ajarannya.Guru dianggap sebagai profesi yang mempunyai keutamaan moral. Karena itu, jika orang membutuhkannasehat atau pertimbangan, pergilah ia ke guru. Karena dipandang sebagai teladan, guru sangat dihormatimasyarakat. Guru merupakan profesi yang bergengsi. Kemudian, menjadi guru adalah kebanggaan.Begitulah kiranya pandangan tentang guru, tempo doeloe.Asumsi tempo dulu bahwa ucapan dan ajaran guru selalu benar telah mengalami pergeseran. Dewasa ini,

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ona Molan liked this
Putri Yuli Utami liked this
Hayui liked this
Atsiga Ailemrak liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->