b.Ajakan bertanding secara khusus.
Ajakan bertanding khusus ini ada dua macam :
•
Yang bersifat kully (keseluruhan)
, yaitu ajakan bertanding dengan seluruhAl-Qur’an mengenai hukum-hukumnya, keindahanya, balaghohnya dankejelasannya.
•
Yang bersifat juz’I (bagian)
, yaitu ajakan bertanding dengan semisal satusurat Al-Qur’an, walaupun dari surat yang pendek seperti surat Al-Kautsar.
2.Dorongan menangkis tantangan
Faktor kedua, yaitu adanya pendorong untuk bertanding di kalangan orang-orang Arab, karena Nabi saw, datang kepada mereka dengan membawa agama baruyang dapat menghancurkan agama mereka, menganggap bodoh pikirannya,menundukan tuhan dan patung-patungnya serta menjadikan mereka bahan tertawaandiantara manusia.Al-Qur’an mengajak mereka mengikutinya dan meyakini bahwa Muhammad adalahutusan Allah. Dalam Al-Qur’an mereka disuruh oleh Rasul untuk mendatangkan yangsemisal Al-Qur’an agar ketika melihat keindahan dan kerapiannya, serta ketegasandalam berbahasa, hal itu lebih berguna bagi mereka, daripada perang yang merekarasakan akibatnya, dan mereka alami pahit getirnya sehingga mereka menelan lebih baik memilih tusukan tombak dan lemparan panah daripada ikut perlombaan.Qadhi Al-Bakilani Rahimahullah berkata: “Bagaimana mungkin mereka bisamenandingi Al-Qur’an dengan mudah, padahal itu akan menghancurkan hujjah Al-Qur’an dan merusak dalillnya serta kedudukannya ? Mereka akan berpaling kepada hal-hal yang biasa mereka kerjakan yang tidak menambah perselisihan dan permusuhan ,serta meninggalkan urusan yang remeh. Ini adalah hal yang sulit terjadi dalam adat dantidak bisa disepakati oleh orang-orang berakal.
3.Hilangnya segala rintangan
Tidak adanya hal yang melarang mereka untuk menandingi Al-Qur’an, karenaAl-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab yaitu bahasa mereka, lafazhnya darihuruf-huruf Arab, dan redaksinya memakai uslub orang Arab.Mereka adalah ahli bahasa dan berdialek dengan jelas, mereka adalah tokoh-tokohsastra, syair-syairnya telah menunjukan kehebatannya serta pidato-pidatonya dan kata-kata mutiaranya telah mengatakan kepandaian mereka dalam hal itu, disamping merekatelah melewati tingkatan keunggulan dalam bentuk bacaan tegas dan ucapan jelas.Dalam keadaan demikian itu Al-Qur’an menganjurkan mereka untuk meminta pertolongan kepada siapa yang mereka sukai, menyempurnakan kekurangan-kekurangannya kepada ahli-ahli agama, menampilkan beratus ahli sihir dan tukangtenung dan siapa saja yang bisa mereka andalkan dari manusia atau jin, tidak adahalangan bagi mereka sama sekali. Nabi sendiri tidak membatasi forum perdebatan.Masa untuk menentangnya tidak dibatasi, sampai diantara mereka ada yang berkata:2