Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Negara, Pembangunan Dan Komunikasi

Negara, Pembangunan Dan Komunikasi

Ratings: (0)|Views: 542 |Likes:
Published by idris-luthfi-7140

More info:

Published by: idris-luthfi-7140 on Apr 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2012

pdf

text

original

 
Aldina rani lestari 21579Atik muttaqin 21355KOMUNIKASI PEMBANGUNANNEGARA, PEMBANGUNAN DAN KOMUNIKASI
Silvio Waisbord -Rutgers University-
Banyak yang setuju mengenai kenyataan bahwa Negara adalah sebuah unit politik dengan kekuatan membuat peraturan yang berlaku pada batas-batas geografis tertentu. Negara berperan sebagai agen dari perubahan sosial ekonomi pada Dunia Ketiga. Dengan pengaruh kekuasaan dari prinsip-prinsip free-market, ide bahwa Negara harus memilikifungsi penting dalam pembangunan menjadi banyak kehilangan kejayaan. Mengingat, selamasesudah perang, program Keynesian dan Sosialist melihat pembangunan Negara sebagaisolusi tebaik untuk mengangkat Negara Dunia Ketiga keluar dari ketidakberkembangan.Kohli dan Shue’s (1994) menyimpulkan bahwa Negara dunia ketiga memiliki dominasidalam mengontrol sumber daya dan memutuskan meskipun secara tidak begitu efektif dalammempromosikan perubahan yang merepresentasikan sebuah pembagian antara memimpininstitusi, pembuat kebijakan dan akademis. Banyak teori dan program pembangunan akhir-akhir ini telah bergerak maju dengan tujuan orang-orang desa yang meletakkan organisasinonpemerintah dan asosiasi warga sebagai pusat dari inisiatif.Artikulasi dari Negara dan komunikasi terlihat dari literatur yang membaginyakedalam tiga sentral fungsi yakni, pengakuan kedaulatan, pembuatan peraturan dankewarganegaraan. Tidak ada teori besar dalam ranah komunikasi dan pembangunan, akantetapi telah menempatkan Negara sebagai pusat analisis. Meskipun peran dari Negara telah berkurang di dalam pembelajaran dan inisiatif pembangunan, Negara menyisakankepentingan baik dalam relevansi analisis maupun program. Menurut analisa, Negara tetapmampu mendesak dampak dari isu komunikasi meskipun ada pengaruh dari globalisasi.Posisi Negara dalam dinamika globalisasi membutuhkan reevaluasi melalui pertimbangankekuatan dan kelemahan Negara saat ini. Pemerintah dan agen nonpemerintah harus berpikir secara global dan tetap mempromosikan untuk berlaku secara lokal, diantara keduanya, Negara menjadi bagian penting dalam desain dan aplikasi program pembangunan
1
 
Modernisasi dan Negara
 Negara selalu menjadi pusat studi politik dan sosiologi dari pembangunan. Setelah perang, sarjana barat tertipu oleh turbulensi politik dari Negara non barat dan melihat penyebab serta prospek. Pemeliharaan kondisi politik di dunia ketiga menjadi topik yangsesuai dengan ilmu politik dan sosiologi. Studi politik memerlukan pemahaman mengenaikarakteristik Negara dan prospek dari formasi Negara di semua wilayah Negara. Ini sangatmengemuka pada agenda perang dingin dari pembuat kebijakan (Barat) dan secara jelasmempengaruhi agenda penelitian dalam studi ilmu sosial. Kenaikan kaum elite pasca koloniadunia ketiga dipadukan dengan kepopuleran Negara sebagai pusat model pembangunan jugamembuktikan mengapa Negara menduduki posisi pusat baik dlam akademis maupun analisis politik.Komuniksi bukan sesuatu yang berdiri sendiri terpisah dari ilmu politik dan sosiologi.Ilmu komunikasi menunggangi ilmu politik dan sosiologi. Pun demikian dengan studikomuikasi pembangunan. Sarjana generasi pertama dari komunikasi pembangunan adalahDaniel Lerner dan Wibur Schramm berbicara mengenai premis paradigma modernisasidengan ilmu politik dan sosiologi dari pembangunan.Modernisasi lahir sekitar tahun 1950-an, yang ditandai beberapa momentum penting,yaitu : Pertama, terjadinya revolusi intelektual di setiap Negara untuk melakukan responterhadap perang dunia II, banyak pihak yang meyakini teori ini enjadi pintu perubahan.Kedua, terjadinya perang dingin antara Negara komunis di bawah pimpinan Negara sosialisUni Soviet yang berideologi sosialis dan Amerika Serikat yang berideologi Kapitalis.Akibatnya, Negara-negara saat itu terpolarisasi ke dalam bentuk Negara maju-negaranelakang, Negara kaya-negara miskin, Negara sosialis-negara kapitalis, dan lain-lain, yang berkembang saat itu seiring perubahan dan kemajuan masyarakat bangsa. Singkatnya,menurut teori Modernisasi, Negara yang belum maju atau masih tradisional, belum bisa lepasdari nilai-nilai keteradisionalnya yang belum modern sehingga tidak dapat menompang pembangunan bangsanya dan negaranya. Semula teori ini hanya sebuah gagasan perubahansosial, namun lambat laun menjadi ideology baru Negara-negara berkembang/yang berumerdeka.Teori Modernisasi berasal dari dua teori dasar yaitu teori pendekatan psikologis danteori pendekatan budaya. Teori pendekatan psikologis menekankan bahwa pembangunanekonomi yang gagal pada negara berkembang disebabkan oleh mentalitas masyarakatnya.Menurut teori ini, keberhasilan pambangunan mensyaratkan adanya perubahan sikap mental penduduk negara berkembang. Sedangkan teori pendekatan kebudayaan lebih melihat
2
 
kegagalan pembangunan pada negara berkembang disebabkan oleh ketidaksiapan tata nilaiyang ada dalam masyarakatnya. Secara garis besar teori modernisasi merupakan perpaduanantara sosiologi, psikologi dan ekonomi.Daniel Lerner dalam “
The Passing of Traditional Society: Modernizing the Middle East 
menyatakan bahwa modernisasi merupakan suatu trend unilateral yang sekuler dalammengarahkan cara-cara hidup dari tradisional menjadi partisipan. Marion Ievy dalam
Modernization and the Structure of Societies
juga menyatakan bahwa modernisasi adalahadanya penggunaan ukuran rasio sumberdaya kekuasaan, jika makin tinggi rasio tersebut,maka modernisasi akan semakin mungkin terjadi.Lerner menemukan bahwa media massa merupakan agen modernisasi yang ampuhuntuk menyebarkan informasi dan pengaruh kepada individu-individu dalam menciptakaniklim modernisasi. Sedangkan Schraam memandang pentingnya peran media massa untuk  pembangunan nasional karena mempertimbangkan beragam fungsi media massa dalam pembangunan nasional untuk pengembangan sumberdaya manusia yakni sebagai pendidik, pengawas dan pengambilan keputusan. Ketiga fungsi tersebut dijalankan media massamelalui transmisi informasi dari media massa kepada khalayak. Peran komunikasiinterpersonal dan kelompok diakui penting oleh Schramm untuk memperkuat transmisiinformasi yang bersifat persuasif, tetapi tidak berperan sentral dalam pembangunan nasional.Pentingnya umpan balik dalam perancangan komunikasi strategik ini, menempatkan prosedur  penelitian formatif yakni survey khalayak, focused group discussion dan pretesting pesandalam menjalankan komunikasi pembangunan. Teori ini melihat bahwa proses komunikasi pembangunan harus dilihat sebagai proses yang bertahap yang memerlukan pesan-pesan dan pendekatan yang berbeda pada setiap tahap proses perubahan perilaku.Pendekatan pemberdayaan banyak digunakan dalam pengorganisasian komunitas, pendidikan dan psikologi komunitas. Pemberdayaan dapat diartikan dalam banyak hal dandapat diamati pada berbagai level yakni individual, organisasi dan komunitas. Di tingkatkomunitas, pemberdayaan berarti proses peningkatan kontrol kelompok-kelompok terhadapkonsekuensi-konsekuensi yang penting bagi anggota kelompok dan orang lain dalamkomunitas yang lebih luas (Fawcett dkk, 1984) seperti dikutip Melkote (2002). Sedangkan ditingkat individu, Rappaport (1987) seperti dikutip Melkote (2002) mendefinisikan pemberdayaan sebagai ” perasaan psikologis berkenaan dengan pengendalian atau pengaruh pribadi dan kepedulian terhadap pengaruh sosial yang aktual, kekuasaan politis, hukumlegal ... ”. Namun demikian, kebanyakan pemberdayaan baru dilakukan di tingkat individu belum ditingkatkan di tingkat komunitas.
3

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Silvia Yutika liked this
ziyya_elhakim liked this
ziyya_elhakim liked this
Lukman Effendie liked this
Indra Setiawan liked this
Indra Setiawan liked this
rasmunofri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->