Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
144Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Energi dan Daya Listrik

Energi dan Daya Listrik

Ratings:

3.0

(1)
|Views: 24,141|Likes:
Published by Islamuddin Syam

More info:

Published by: Islamuddin Syam on Apr 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/06/2013

pdf

text

original

 
Bab III Energi dan Daya Listrik 
Pendahuluan
Pada bab terdahulu kita talah mempelajaribahwa listrik adalah salah satu bentuk energi. Energilistrik dapat diperoleh dari hasil pengubahan berbagaimacam energi lain, seperti energi air terjun, energiangin, energi pasang surut, energi panas bumi, energimatahari, dan energi nuklir. Sebaliknya, energi listrik juga dapat diubah menjadi berbagai bentuk energi lain.Energi listrik merupakan energi yang paling mudahdimanfaatkan. Setiap kali ditemukan sumber energibaru, orang cenderung mengubahnya lebih dulumenjadi energi listrik kemudian memanfaatkannya.
A.ENERGI LISTRIK
Sesuai hukum kekekalan energi, energi kalor tak mungkin muncul begitu saja melainkan pasti adaasalnya. Lampu pijar dinyalakan oleh arus listrik(elektron-elektron) yang bergerak melalui kabelkemudian filamen lampu pijar, maka pastilah energikalor ini berasal dari energi akibat pergerakan elektron-elektron melalui filament lampu pijar. Karenasebelumnya arus listrik dipandang sebagai aliranmuatan positif dan bukan aliran electron, maka kitatetap konsistenMenggunakan aliran muatan postif telah diperkenalkansebelumnya, yaitu muatan listrik (diberi lambing Q,dengan satuan coulomb, disingkat C) 
Gambar 3.1 kemiripan antara anak bermain seluncurandengan aliran muatan positif 
Kita dapat membuat kemiripan antara anakbermain seluncuran dengan aliran muatan positif.Anak dipuncak seluncuran pada gambar 4.1a dapatmeluncur ke bawah dari A ke B karena ada bedaketinggian h antara A dan B. ketika anak meluncur dariA ke B, energi potensial anak di A berubah menjadienergi kinetic di B. mirip dengan peristiwa ini, muatanlistrik Q dapat mengalir dari A ke B (gambar 4.1b)karena adan beda potensial V antara A dan B. Bedapotensial ini dihasilkan oleh baterai. Ketika muatanlistrik Q mengalir dari A ke B, energi kimia dari bateraidibebaskan sebagian sebagai energi kalor yangmelalui filamen lampuKetika anak dengan berat mg meluncur dari Ake B karena beda ketinggian h, maka energi potensialsebesar E
p
= mgh berubah menjadi energi kinetic di B.mirip dengan itu, ketika muatan listrik Q bergerak dariA ke B karena beda potensial V, maka energi kimiabaterai berubah menjadi energi listrik, yaitu:Energi listrik = muatan x beda potensialW = QV(4-1)Dengan, Q = muatan listrik (coulomb)V = beda potensial (Volt)W = Energi Listrik (joule)Muatan listrik Q dapat dinyatakan dalam kuat aruslistrik I sebagai Q = It, sehingga persamaan (4-1)dapat ditulis sebagaiW = (It) VAtau lebih sering ditulis sebagaiW = V.I.t(4-2a)Dengan, I = kuat arus (ampere)t = waktu (sekon)Dari hokum Ohm telah diperoleh V =I.R, sehinggapersamaan (4-2a) dapat ditulis sebagai
Analisis Materi Fisika Sekolah Menengah I
53ABABLampu pijar hab
 
Bab III Energi dan Daya Listrik 
W = (IR).ItW = I
2.
R.t(4-2b)Dengan, R = hambatan listrik (ohm)Dengan cara yang sama, karena I = V/R, makapersamaan (4-2a) juga ditulis sebagai
 R
     =
 
 R
2
=
(4-2c)Contoh 1.1
Tentukan kalor yang dilepaskan masing-masingresistor pada rangkaian berikut selama 5 sJawab:Kita tentukan lebih dahulu besarnya arus listrik yang mengalir dalam rangkaian dan beda potensial antara kedua ujung masing-masingresistor.Ketiga resitor dihubungkan secara seri sehinggahambatan totalnya
=++=++=
0001700200100
321
R R R R
 s
 Kuat arus listrik,
 A R I 
01,0100010
===
Elemen Pemanas
Kita mulai dengan alat sehari-hari yangmemanfaatkan energi listrik dengan mengubahnyamenjadi energi kalor (panas). Dalam alat seperti iniselalu terdapat sebuah elemen pemanas (heatingelement) di dalamnya. Pada gambar 4.51 ditunjukknaelemen pemanas yang terdapat dalam teko listrik dansetrika listrik. Elemen pemanas biasanya dibuat darikawat nikrom (memiliki hambatan listrik tinggi) yangdililitkan pada bahan isolator tahan panas, seperti silikatatau mika. Bahan nikrom dipilih sebagai elemenpemanas karena bahan ini memiliki titik lebur tinggidan tak dapat dioksidasi dengan mudah bahkan padasuhu tinggi.Elemen pemanas dapat dianggap sebagaihambatan listrik tinggi R. ketika elemen dialiri aruslistrik I selama selang waktu t maka energi listrik I
2
Rtakan memproduksi kalor pada elemen pemanas.Dalam teko listrik, elemen pamanas dihalangibersentuhan langsung dengan air oleh tabung logamini.Energi kalor yang dihasilkan oleh elemen daritabung logam secara konduksi (bersentuhanlangsung). Kemudian kalor ini disebarkan melalui air secara konveksi. Penting kamu perhatikan bahwatabung yang mengandungelemen pemanas haruslahterendam oleh air, jika tidak elemen akan mengalamipemanasan lebih dan akan “terbakar”. Karena itu isidahulu teko dengan air, baru kemudian tekan sakelar ON-nya. Jangan terbalik, yaitu menekan sakelar ON,baru memasukkan air ke dalam teko.Dalam setrika listrik, panas yang dihasilkan olehelemen pemanas harus segera disebar melaluidaerah yang luas. Untuk keperluan ini sebuah dasar logam yang mengkonduksikan kalor dengan baikdigunakan. Dasar logam ini terbuat dari kepingkromiumuntuk membuatnya lebih halus dan menahan pakaian.Setrika listrik saat ini umumnya mengandungkeping bimetal sebagai pengatur panas atauthermostat (gambar 452). keping bimetal terbuatdari dua keping logam yang jenisnya berbeda. Kepingbawah terbuat dari kuningan dan keping atas terbuatdari logam paduan nikel-besi (gambar 4.53). ketikakedua logam ini dipanaskan keduanya akan memuailebih panjang daripada keping atas (besi-nikel).Sebagai akibatnya keping bimetal akan melengkung keatas (gambar 4.53 bawah), dan ini memutuskanrangkaian setrika dari sumber ac.
Analisis Materi Fisika Sekolah Menengah I
54
 
Bab III Energi dan Daya Listrik 
Kegiatan 1.1EksperimenHubungan Antara Kalor dengan Kuat Arus ListrikTujuan:
Mengamati hubungan antara kalor dengan kuat arus listrik
Alat dan bahan:
kawat nikelin sepanjang 1m
lima buah baterai
sebuah hambatan geser 
sebuah saklar 
sebuah ammeter 
sebuah voltmeter 
sebuah stopwatch
sebuah termometer 
Langkah kerja:
1.Pasang lima buah baterai pada rangkaian. Tempatkan titik kontak hambatan geser pada kedudukanmaksimal2.Catat waktu awal temometer pada tabel.3.Hubungkan saklar. Catat pembacaan ammeter dan voltmeter pada tabel4.Hidupkan stopwatch. Catat kenaikan suhu termometer setelah 5 menit pada tabel5.Pindahkan titik kontak hambatan geser hingga hambatannya mengecil6.Ulangi langkah 2 hingga langkah 57.Bagaimana pengaruh arus listrik terhadap kenaikan suhu termometer?
NoSuhu Awal (C)Voltmeter (V)Ammeter (A)Suhu Akhir (C)
Gambar 4.51 Elemen pemanas dalam teko listrik dan setrika listrik
Analisis Materi Fisika Sekolah Menengah I
55Pin pentahananPin kontak Elemen pemanas
 
Dasar logamdari kromiumthermostat

Activity (144)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
vicky liked this
Natalia Kristi liked this
Kiki Ambarwaty Malau added this note|
hjkl;
Joni Kusmiran liked this
Rahza Haliban liked this
Riendht C Tomboy liked this
Ewhan Sanchez liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->