Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
an Tingkat Kemiskinan Di Indonesia

an Tingkat Kemiskinan Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 479 |Likes:
Published by percy_90

More info:

Published by: percy_90 on Apr 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/15/2011

pdf

text

original

 
TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA1. Perkembangan Tingkat Kemiskinan di Indonesia, 1996-2008
Jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode 1996-2009 berfluktuasi daritahun ke tahun (Tabel 1, Gambar 1, dan Gambar 2). Pada periode 1996-1999 jumlah penduduk miskin meningkat sebesar 13,96 juta karena krisis ekonomi, yaitu dari 34,01 juta pada tahun 1996 menjadi 47,97 juta pada tahun 1999. Persentase penduduk miskin meningkatdari 17,47 persen menjadi 23,43 persen pada periode yang sama.Pada periode 2000-2005 jumlah penduduk miskin cenderung menurun dari 38,70 juta pada tahun 2000 menjadi 35,10 juta pada tahun 2005. Secara relatif juga terjadi penurunan persentase penduduk miskin dari 19,14 persen pada tahun 2000 menjadi 15,97 persen padatahun 2005. Namun pada tahun 2006, terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin yang cukupdrastis, yaitu dari 35,10 juta orang (15,97 persen) pada bulan Februari 2005 menjadi 39,30 juta (17,75 persen) pada bulan Maret 2006. Penduduk miskin di daerah perdesaan bertambah2,11 juta, sementara di daerah perkotaan bertambah 2,09 juta orang.Peningkatan jumlah dan persentase penduduk miskin selama Februari 2005-Maret2006 terjadi karena harga barang-barang kebutuhan pokok selama periode tersebut naik tinggi, yang digambarkan oleh inflasi umum sebesar 17,95 persen. Akibatnya penduduk yangtergolong tidak miskin namun penghasilannya berada disekitar garis kemiskinan banyak yang bergeser posisinya menjadi miskin.Terjadi penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin yang cukup signifikan pada periode Maret 2007-Maret 2008, dari 37,17 juta (16,58 persen) pada tahun 2007menjadi 34,96 juta (15,42 persen) pada tahun 2008.
 
2. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2008-Maret 2009
Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan Maret 2008 sebesar 34,96 jutaorang (15,42 persen). Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2009 yang berjumlah 32,53 juta (14,15 persen), berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 2,43 juta.Jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan turun lebih tajam dari pada daerah perkotaan. Selama periode Maret 2008-Maret 2009, penduduk miskin di daerah perdesaan
 
 berkurang 1,57 juta orang, sementara di daerah perkotaan berkurang 0,86 juta orang (Tabel2).Persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak  berubah. Pada periode Maret 2008 – Maret 2009, perubahan persentase penduduk miskin di perkotaan sebesar 0,93 persen, dan di perdesaan mencapai 0,58 persen.Penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin selama periode Maret 2008-Maret2009 nampaknya berkaitan dengan faktor-faktor berikut:a.Selama periode Maret 2008-Maret 2009 inflasi umum relatif stabil (Maret 2008terhadap Maret 2009 sebesar 7,92 persen). b.Rata-rata harga beras nasional (yang merupakan komoditi paling penting bagi penduduk miskin) selama periode Maret 2008-Maret 2009 pertumbuhannya lebih rendah(7,80) dari laju inflasi.c.Rata-rata upah riil harian buruh tani (70 persen penduduk miskin perdesaan bekerja disektor pertanian) naik 13,22 persen dan selama Subround I (Januari-April 2008) terjadi panen raya. Secara lebih jelas adalah:1) Selama Subround I (Januari-April) 2009 terjadi panen raya. Produksi padiSubround I 2009 mencapai 28,13 juta ton GKG, naik sekitar 0,05 persen dari produksi padi Subround I 2008 yang sebesar 28,11 juta ton GKG (hasil AngkaRamalan I 2009).2) Selama periode 2009 produksi jagung mencapai 16,48 juta ton (AngkaRamalan), meningkat 0,95 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 16,32 jutaton. Sementara produksi kedelai meningkat sebesar 9,5 persen dari 0,78 juta ton pada tahun 2008 menjadi 0,85 juta ton (Angka Ramalan) pada tahun 2009.d.Pada umumnya penduduk miskin bekerja di subsektor pertanian tanaman pangan dan perikanan (nelayan). NTP di kedua subsektor tersebut selama periode April 2008-Maret2009 mengalami kenaikan yaitu naik sebesar 0,88 persen untuk subsektor tanaman pangan dan naik sebesar 5,27 persen untuk subsektor perikanan (nelayan). Di subsektor tanaman pangan indeks harga jual petani (It) naik sebesar 10,95 persen, sementara indeksharga beli petani (Ib) naik 9,98 persen. Di subsektor perikanan indeks jual petani (It) naik sebesar 15,47 persen sementara indeks beli petani (Ib) hanya naik sebesar 9,70 persen.

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Bee Siew Mei liked this
doni liked this
Er Naa liked this
iaatsugm liked this
Er Naa liked this
mpogya liked this
Ibnu M Syafei liked this
Iqbal Mardjuki liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->