Zakat Barang Temuan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Zakat Barang Temuan
(Rikaz) wajib dikeluarkan untuk barang yang ditemukanterpendam di dalam tanah, atau yang biasa disebut dengan harta karun. Zakat barang
temuan tidak mensyaratkan baik haul (lama penyimpanan) maupun nisab (jumlahminimal untuk terkena kewajiban zakat), sementara kadar zakatnya adalah sebesar seperlima atau 20% dari jumlah harta yang ditemukan. Jadi setiap mendapatkan hartatemuan berapapun besarnya, wajib dikeluarkan zakatnya sebesar seperlima dari besar total harta tersebut.Haditsyang mendasari kewajiban mengeluarkan zakat ini adalah
Dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: " .. dan padarikaz (diwajibkan zakatnya) satu perlima. "(2)
(Hadith Sahih - RiwayatBukhari)
Zakat Atas Kepemilikan Harta Karun
Dalam sebuah hadits yang bersumber dari Abu Hurairah, secara marfu, disebutkan:
Dan tentang rikaz, maka zakatnya adalah seper limanya (20 %).
Rikaz
Rikaz adalah barang yang ditemukan dari peninggalan kuno. Biasanya ia ditemukandi dalam bumi ketika dilakukan penggalian. Zakat atas hal ini adalah seper limanya(20 %), baik banyak ataupun sedikit. Biasanya harta karun ini adalah milik orang kafir (musyrik, kerajaan-kerajaan kuno), baik orang kafir sebelum Islam maupun orangkafir di belahan jazirah selain jazirah Arab. Jika seseorang menemukan harta karun jenis ini, maka ia harus menunaikan zakatnya seper limanya (20 %), baik banyak maupun sedikit.
Luqathah
Adapun jika harta temuan itu ada tanda-tanda yang menunjukkan ia adalah barangdari zaman Islam, misalnya ada tulisan
Bismillah
atau ada tulisan
asal negara/kerajaan Islam kuno
, maka harta temuan tersebut disebut luqathah. Hukumyang berlaku atas temuan ini adalah hukum atas luqathah. Namun jika harta temuanitu diketahui dari peninggalan orang-orang kafir kuno maka ia diperlakukansebagaimana halnya ghanimah, yaitu ia dizakati seper limanya (20 %), baik banyak maupun sedikit.Allah berfirman:
Dan ketahuilah bahwa apa saja ghanimah yang kalian peroleh,maka menjadi hak milik Allah-lah seper limanya.
Q.S. Al-Anfal: 41.Teknisnya dengan cara menyalurkannya kepada yang berhak sebagaimana kitamenyalurkan fai.***