K2i DI PROVINSI RIAUTPK2-GUBRI 2003-2008
3
Akan tetapi, adanya gejala yang menunjukkan bahwa keadaan golonganmiskin belum banyak berubah dan adanya kerapuhan kita dalam menghadapipergolakan ekonomi global, krisis politik dan menurunnya kepercayaan kepadaPemerintah, menunjukkan bahwa nilai-nilai pembangunan yang kita kejar selamaini masih perlu dipikirkan kembali. Issue tentang nilai pembangunan yang baru,yaitu pergeseran paradigma dalam strategi perencanaan pembangunan daristrategi terpusat (
center-down planning)
menjadi perencanaan yangmengakomodasi kepentingan pusat dan aspirasi dari bawah.Pembangunan yang berpusat pada manusia tidak lain bertujuan untukmeningkatkan kualitas manusia itu sendiri. Manusia dimotivasi supaya tidakmenjadi penerima pasif pelayanan publik, dan menjadi makhluk yang memilikikemampuan yang tinggi dalam memecahkan masalahnya sendiri danmenghadapi berbagai tantangan.
B. Restrukturisasi Organisasi dan Tata Laksana Pemerintah Daerah
Sejalan dengan munculnya berbagai masalah dalam penyelenggaraanpemerintahan di daerah, pemerintah kemudian merevisi PP Nomor 84 tahun2000, melalui PP Nomor 8 tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi PerangkatDaerah. Terkait dengan itu, perlu dilakukan evaluasi secara terus menerusterhadap organisasi perangkat daerah Provinsi Riau dalam kerangka PP Nomor8 tahun 2003 agar dapat dibentuk organisasi yang reponsif dalampenyelangaraan pelayanan publik.Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 menyatakan Pemerintahan Daerahadalah Kepala Daerah beserta perangkat daerah otonomi sebagai BadanEksekutif Daerah. Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tersebut menyebutkanpula bahwa Pemerintah Daerah terdiri dari Perangkat Daerah, Dinas Daerah danLembaga Teknis Daerah lainnya. Sekretariat Daerah adalah unsur staf(
supporting staff
), dengan tugas pokok melayani (
to serve, to think
). DinasDaerah unsur lini (
techno structure
), dengan tugas pokok melaksanakan (
to do,to act
), dan Lembaga Teknis Daerah dapat berupa unsur lini atau unsur
staff