Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
112Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Bab Pembahasan

Makalah Bab Pembahasan

Ratings: (0)|Views: 18,612|Likes:
Published by MissGaram
Ini adalah makalah Hukum Bisnis yang membahas tentang kasus kepailitan. Penulis mencoba menghadirkan satu kasus yang tengah hangat di era 2009 di mana stasiun televisi TPI diduga pailit oleh Crown Capital Global Limited. Proses peradilan kasus pailit tengah penulis coba paparkan di dalam makalah ini berikut bagaimana penyelesaian hukum untuk perkara dugaan pailit TPI yang dinyatakan batal pada tahapan peninjauan kembali di tingkat kasasi. Selengkapnya dapat anda baca. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam pembahasan makalah ini. Semoga berguna! Selamat menikmati.
Ini adalah makalah Hukum Bisnis yang membahas tentang kasus kepailitan. Penulis mencoba menghadirkan satu kasus yang tengah hangat di era 2009 di mana stasiun televisi TPI diduga pailit oleh Crown Capital Global Limited. Proses peradilan kasus pailit tengah penulis coba paparkan di dalam makalah ini berikut bagaimana penyelesaian hukum untuk perkara dugaan pailit TPI yang dinyatakan batal pada tahapan peninjauan kembali di tingkat kasasi. Selengkapnya dapat anda baca. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam pembahasan makalah ini. Semoga berguna! Selamat menikmati.

More info:

Published by: MissGaram on Apr 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/08/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kepailitan merupakan suatu keadaan yang acap kali dialami olehperusahaan-perusahaan. Masalah kepailitan tentunya tidak pernah lepasdengan masalah utang-piutang. Dikatakan perusahaan pailit apabilaperusahaan tidak mampu membayar utangnya terhadap perusahaan (kreditor)yang telah memberikan pinjaman kepada perusahaan pailit. Perusahaan yangpailit kita namakan debitor. Tentunya ada syarat-syarat khusus dalammengajukan kasus kepailitan di dalam suatu perusahaan.Kasus pailitnya PTCipta Televisi Pendidikan Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai
channel 
TPI dengan slogan
Milik Kita Bersama
ini merupakan salah satu contoh dariberibu-ribu perusahaan yang dikatakan pailit oleh kreditornya. Berawal darituntutan Crown Capital Global Limited (CCGL), perseroan yang berkedudukandi British Virgin Islands terhadap TPI dalam dokumen resmi yang diperoleh dipengadilan, permohonan pernyataan pailit itu diajukan Crown Capital melaluikuasa hukumnya Ibrahim Senen, dengan perkara No.31/PAILIT/2009/PN.NIAGA.JKT.PST, tertanggal 19 Juni 2009. Pemohon, dalampermohonan pailitnya, mengklaim termohon mempunyai kewajiban yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih US$53 juta (nilai pokok saja), di luar bunga,denda, dan biaya lainnya.Untuk terpenuhinya unsur-unsur pasal 2 (1) UU No.37/2004 tentangKepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), pemohon juga menyertakan kreditur lainnya yakni Asian Venture Finance Limiteddengan tagihan US$10,325 juta, di luar bunga, denda, dan biaya lainnya.Pasal 2 (1) UU Kepailitan memuat ketentuan bahwa debitur yangmempunyai dua atau lebih kreditur dan tidak membayar lunas sedikitnya satuutang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih, dinyatakan pailit denganputusan pengadilan, baik atas permohonan sendiri maupun permohonan darikrediturnya.
 
2
 
Melihat laporan CCGL, pihak Pengadilan Niaga di Pengadilan NegeriJakarta Pusat mengabulkan permohonan tuntutan dari CCGL untukmemailitkan TPI pada 14 Oktober 2009. Namun, rupanya Pengadilan Niagamelakukan kesalahan ketika memutuskan untuk memailitkan TPI. PengadilanNiaga tidak melakukan proses verifikasi utang-piutang secara lebih jeli,sehingga akhirnya banyak pihak yang seakan-akan menyalahkan keputusanPengadilan Niaga yang tidak member kesempatan untuk TPI membela diri.Kejanggalan ini kemudian disangka sebagai akibat munculnya Markus(Makelar Kasus) yang tidak beritikad baik dan berencana merugikan TPI.Merasa tidak bersalah, TPI melakukan kasasi untuk permohonan peninjauankembali kasus tersebut kepada Mahkamah Agung. Dari kasus tersebut,diperlihatkan bagaimana proses peradilan Indonesia berjalan. Setelah prosesverifikasi oleh Mahkamah Agung, kesalahan-kesalahan yang belumteridentifikasi oleh Pengadilan Niaga mulai Nampak. Sedikit demi sedikit buktipembayaran tagihan utang oleh TPI dimunculkan dalam setiap persidangankasasi. Dalam laporan keuangan tersebut dikatakan, bahwa surat utang(obligasi) milik TPI sebesar US$53 juta yang jatuh tempo pada tanggal 24Desember 2006 telah berhasil dibayar. Lagipula, ada masalah lain yang lebihkompleks tentang keberadaan surat-surat utang itu.Keadaan yang rumit itu seharusnya tidak dilanjutkan dalam urusan hukum.Dikatakan bahwa, persyaratan pengajuan kepailitan adalah apabila transaksiyang berjalan berlangsung dengan sederhana, bukan kompleks sepertimasalah dugaan pailitnya TPI. Apalagi dikatakan juga dari hasil pengkajianulang, bahwa hanya ada 1 kreditor yang merasa punya masalah utang piutangdengan TPI, sementara dalam persyaratan dikatakan bahwa harus ada lebihdari 1 kreditor yang merasa dirugikan yang boleh mengajukan kasus ini kepengadilan.Melihat 2 kekeliruan di atas, pada tanggal 15 Desember 2009 akhirnyadiputuskan bahwa TPI tidak Pailit. TPI masih produktif dalam memberikaninformasi, pendidikan, inspirasi, dan hiburan kepada berjuta-juta pemirsa di
 
3
 
seluruh Indonesia. Hal ini tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi TPI danpekerja-pekerjanya.Kejadian ini menurut penulis adalah unik dan sangat menarik perhatianbanyak orang. Seseorang yang sudah dituduh pailit oleh Pengadilan Negerikemudian karena merasa tidak bersalah dan harus berjuang diri, TPImembawa kasus ini ke lembaga peradilan tertinggi, yaitu Mahkamah Agunguntuk mejalani kasasi. Tentu bukan proses yang singkat untuk mengurusmasalah ini. Maka itu, perlu kita cari tahu bagaimana proses peradilanmasalah kepailitan dan siapa saja yang terlibat di dalamnya.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah yang bisa diambiladalah :1. Apakah yang dimaksud dengan kepailitan itu?2. Bagaimanakah proses pengajuan kasus kepailitan melalui hukum?3. Siapa sajakah yang terlibat dalam masalah kepailitan?4. Bagaimana kelanjutan kasus Pailitnya TPI?5. Mengapa TPI dinyatakan tidak jadi pailit? Apa yang terjadi?
1.3. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Objektif :a. untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan kepailitan;b. untuk mencari tahu proses pengajuan kasus kepailitan melaluihukum;c. untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam masalah kepailitan;d. untuk mencari tahu kelanjutan kasus pailitnya TPI; dane. untuk mengetahui penyebab TPI tidak jadi pailit.2. Tujuan Subjektif :untuk menambah pengetahuan dan cara berpikir penulis dalammenyelesaikan masalah Hukum Bisnis khususnya masalah kepailitan.

Activity (112)

You've already reviewed this. Edit your review.
Nan Sif liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Mahryfatul Amna liked this
Anang Budi liked this
Angga Jerman liked this
Dini Rahma liked this
Dek Pendi liked this
Fajar Robi IV liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->