BAB IKETENTUAN UMUM
Bagian Kesatu
PengertianPasal 1Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:1.
Bangunan gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatudengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau didalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukankegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaaan, kegiatanusaha, kegiatan sosial dan budaya, maupun kegiatan khusus.2.
Fasilitas adalah semua atau sebagian dari kelengkapan prasarana dan sarana padabangunan gedung dan lingkungannya agar dapat diakses dan dimanfaatkan olehsemua orang termasuk penyandang cacat dan lansia.3.
Aksesibilitas adalah kemudahan yang disediakan bagi semua orang termasuk penyandang cacat dan lansia guna mewujudkan kesamaan kesempatan dalam segalaaspek kehidupan dan penghidupan.4.
Lingkungan adalah area sekitar bangunan gedung atau kelompok bangunan gedungyang dapat diakses dan digunakan oleh semua orang termasuk penyandang cacatdan lansia.5.
Penyandang cacat adalah setiap orang yang mempunyai kelemahan/kekurangan fisik dan/atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatanbaginya untuk melakukan kegiatan kehidupan dan penghidupan secara wajar.6.
Lanjut usia, selanjutnya disebut lansia adalah seseorang yang telah mencapai 60(enampuluh) tahun ke atas.7.
Pemerintah Pusat, selanjutnya disebut sebagai Pemerintah, adalah perangkat NegaraKesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari Presiden beserta para menteri.8.
Pemerintah Daerah adalah kepala daerah kabupaten atau kota beserta perangkatdaerah otonom yang lain sebagai badan eksekutif daerah, kecuali untuk ProvinsiDaerah Khusus Ibukota Jakarta adalah Gubernur.
Bagian Kedua
Maksud, Tujuan dan LingkupPasal 2(1)
Pedoman Teknis ini dimaksudkan sebagai acuan dalam penyediaan fasilitas danaksesibilitas pada bangunan gedung dan lingkungan.