G
erakan yang dilakukan di Pasundan ini kemudian diikuti oleh Sumatera Selatandan negara-negara bagian lain. Negara-negara bagian lain yang menyusul itucenderung untuk bergabung dengan RI. Pada akhir Maret 1950 tinggal empat Negarabagian saja dalam RIS, yakni Kalimantan Barat, Sumatera Timur, Negara IndonesiaTimur, dan RI setelah diperluas. Selanjutnya pada tanggal 21 April 1950 PresidenSukawati dari NIT mengumumkan bahwa NIT bersedia bergabung dengan RI menjadinegara kesatuan.Melihat dukungan untuk kembali ke NKRI semakin luas, makadiselenggarakanlah pertemuan antara Moh. Hatta dari RIS, Sukawati dari NegaraIndonesia Timur dan Mansur dari Negara Sumatera Timur. Akhirnya pada tanggal 19Mei 1950 diadakanlah konferensi antara wakil-wakil RIS yang juga mewakili NIT danSumatera Timur dengan RI di Jakarta. Dalam konferensi ini dicapai kesepakatan untukkembali ke Negara Kesatuan RI. Kesepakatan ini sering disebut dengan PiagamPersetujuan, yang isinya sebagai berikut.1). Kesediaan bersama untuk membentuk negara kesatuan sebagai penjelmaan darinegara RIS yang berdasarkan Proklamasi 17 Agustus 1945.2). Penyempurnaan Konstitusi RIS, dengan memasukkan bagian-bagian penting dariUUD RI tahun 1945.Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan kembali ke NKRI maka proses kembalike NKRI tersebut dilakukan dengan cara mengubah Undang-Undang Dasar RISmenjadi Undang- Undang Dasar Sementara RI. Undang Dasar Sementara RI inidisahkan pada tanggal 15 Agustus 1950 dan mulai berlaku tanggal 17 Agustus 1950.Dengan demikian sejak saat itulah Negara Kesatuan RI menggunakan UUD Sementara(1950) dan demokrasi yang diterapkan adalah Demokrasi Liberal dengan sistemKabinet Parlementer. Jadi berbeda dengan UUD 1945 yang menggunakan SistemKabinet Presidensiil.
B
.Pemilihan Umum I Tahun 1955 di Tingkat Pusat dan Daerah
Semenjak Indonesia menggunakan sistem Kabinet Parlementer keadaan politiktidak stabil. Partai-partai politik tidak bekerja untuk kepentingan rakyat akan tetapihanya untuk kepentingan golongannya saja. Wakil-wakil rakyat yang duduk di Parlemenmerupakan wakil-wakil partai yang saling bertentangan. Keadaan yang demikian rakyatmenginginkan segera dilaksanakan pemilihan umum. Dengan pemilihan umumdiharapkan dapat terbentuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sehingga dapatmemperjuangkan aspirasi rakyat sehingga terbentuk pemerintahan yang stabil.Pemilihan Umum merupakan program pemerintah dari setiap kabinet, misalnyakabinet Alisastroamijoyo I bahkan telah menetapkan tanggal pelaksanaan pemilu. Akantetapi Kabinet Ali I tersebut sudah jatuh sebelum melaksanakan Pemilihan Umum. Akhirnya pesta demokrasi rakyat tersebut baru dapat dilaksanakan pada masapemerintahan Kabinet Burhanuddin Harahap. Pelaksanaan Pemilihan Umum sesuaidengan rencana yang telah ditetapkanPanitia Pemilihan Umum Pusat dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni :1. gelombang I, tanggal 29 September 1955 untuk memilih anggota- anggota DewanPerwakilan Rakyat (DPR), dan2. gelombang II, tanggal 15 Desember 1955 untuk memilih anggota- anggotaKonstituante (Badan Pembuat Undang- Undang Dasar).