Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
43Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peristiwa Pasca Pengakuan Kedaulatan

Peristiwa Pasca Pengakuan Kedaulatan

Ratings: (0)|Views: 13,557 |Likes:
Published by sriyandidjoeweri

More info:

Published by: sriyandidjoeweri on Apr 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

 
Peristiwa-Peristiwa Politik dan EkonomiIndonesia Pasca Pengakuan Kedaulatan
Oleh : Sri Yandi. S.Pd
A
Proses Kembali ke Negara Kesatuan RI (NKRI)
Seperti telah kalian pelajari pada bab II bahwa dengan melalui perjuanganbersenjata dan diplomasi akhirnya bangsa Indonesia memperoleh pengakuankedaulatan dari Belanda. Penandatanganan pengakuan kedaulatan tersebutdilaksanakan pada tanggal 27 Desember 1949. Dengan diakuinya kedaulatanIndonesia ini maka bentuk negara Indonesia adalah menjadi negara serikat dengannama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sedangkan Undang ± Undang Dasar atauKonstitusi yang digunakan adalah Undang- Undang Dasar RIS.Tentunya kalian masih ingat bahwa salah satu hasil Konferensi Meja Bundar adalah bahwa Indonesia menjadi Negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Selanjutnyasetelah KMB kemudian dilaksanakan pengakuan kedaulatan dari Belanda kepada RISpada tanggal 27 Desember 1949. Berdasarkan UUD RIS bentuk Negara kita adalahfederal, yang terdiri dari tujuh negara bagian dan sembilan daerah otonom. Adapun tujuh negara bagian RIS tersebut adalah :(1) Sumatera Timur,(2) Sumatera Selatan,(3) Pasundan,(4) Jawa Timur,(5) Madura,(6) Negara Indonesia Timur, dan(7) Republik Indonesia (RI).Sedangkan kesembilan daerah otonom itu adalah:(1) Riau, (6) Banjar,(2) Bangka, (7) Kalimantan Tenggara,(3) Belitung, (8) Kalimantan Timur, dan(4) Kalimantan Barat, (9) Jawa Tengah.
 
 
Negara-negara bagian di atas serta daerah- daerah otonom merupakan Negaraboneka ( tidak dapat bergerak sendiri) adalah ciptaan Belanda. Negara- negara bonekaini dimaksudkan akan dikendalikan Belanda yang bertujuan untuk mengalahkan RIyang juga ikut di dalamnya. Bentuk negara federalis bukanlah bentuk Negara yangdicita- citakan oleh bangsa Indonesia sebab tidak sesuai dengan cita- cita ProklamasiKemerdekaan Indonesia.Oleh karena itu setelah RIS berusia kira- kira enam bulan, suara- suara yangmenghendaki agar kembali ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia semakinmenguat. Sebab jiwa Proklamasi 17 Agustus 1945 menghendaki adanya persatuanseluruh bangsa Indonesia. Hal inilah yang menjadi alasan bangsa Indonesia untukkembali ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.Kedudukan golongan mereka yang setuju dengan bentuk negara Serikat(golongan federalis) semakin terlihat kejahatannya ketika Sultan Hamid dari KalimantanBarat yang menjabat sebagai Menteri Negara bersekongkol dengan Westerling.Raymond Westerling melakukan aksi pembantaian terhadap ribuan rakyat di SulawesiSelatan yang tidak berdosa dengan menggunakan APRAnya.Petualangan APRA (Angkatan Perang Ratu Adil) di Bandung pada bulan Januari1950 menjadikan rakyat semakin tidak puas terhadap kondisi pemerintahan RIS. Olehkarena itu rakyat Bandung menuntut dibubarkannya pemerintahan Negara Pasundanuntuk menggabungkan diri dengan RI. Pada bulan Februari 1950 pemerintah RISmengeluarkan undang-undang darurat yang isinya pemerintah Pasundan menyerahkankekuasaannya pada Komisaris Negara (RIS), Sewaka.
 
G
erakan yang dilakukan di Pasundan ini kemudian diikuti oleh Sumatera Selatandan negara-negara bagian lain. Negara-negara bagian lain yang menyusul itucenderung untuk bergabung dengan RI. Pada akhir Maret 1950 tinggal empat Negarabagian saja dalam RIS, yakni Kalimantan Barat, Sumatera Timur, Negara IndonesiaTimur, dan RI setelah diperluas. Selanjutnya pada tanggal 21 April 1950 PresidenSukawati dari NIT mengumumkan bahwa NIT bersedia bergabung dengan RI menjadinegara kesatuan.Melihat dukungan untuk kembali ke NKRI semakin luas, makadiselenggarakanlah pertemuan antara Moh. Hatta dari RIS, Sukawati dari NegaraIndonesia Timur dan Mansur dari Negara Sumatera Timur. Akhirnya pada tanggal 19Mei 1950 diadakanlah konferensi antara wakil-wakil RIS yang juga mewakili NIT danSumatera Timur dengan RI di Jakarta. Dalam konferensi ini dicapai kesepakatan untukkembali ke Negara Kesatuan RI. Kesepakatan ini sering disebut dengan PiagamPersetujuan, yang isinya sebagai berikut.1). Kesediaan bersama untuk membentuk negara kesatuan sebagai penjelmaan darinegara RIS yang berdasarkan Proklamasi 17 Agustus 1945.2). Penyempurnaan Konstitusi RIS, dengan memasukkan bagian-bagian penting dariUUD RI tahun 1945.Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan kembali ke NKRI maka proses kembalike NKRI tersebut dilakukan dengan cara mengubah Undang-Undang Dasar RISmenjadi Undang- Undang Dasar Sementara RI. Undang Dasar Sementara RI inidisahkan pada tanggal 15 Agustus 1950 dan mulai berlaku tanggal 17 Agustus 1950.Dengan demikian sejak saat itulah Negara Kesatuan RI menggunakan UUD Sementara(1950) dan demokrasi yang diterapkan adalah Demokrasi Liberal dengan sistemKabinet Parlementer. Jadi berbeda dengan UUD 1945 yang menggunakan SistemKabinet Presidensiil.
B
.Pemilihan Umum I Tahun 1955 di Tingkat Pusat dan Daerah
Semenjak Indonesia menggunakan sistem Kabinet Parlementer keadaan politiktidak stabil. Partai-partai politik tidak bekerja untuk kepentingan rakyat akan tetapihanya untuk kepentingan golongannya saja. Wakil-wakil rakyat yang duduk di Parlemenmerupakan wakil-wakil partai yang saling bertentangan. Keadaan yang demikian rakyatmenginginkan segera dilaksanakan pemilihan umum. Dengan pemilihan umumdiharapkan dapat terbentuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sehingga dapatmemperjuangkan aspirasi rakyat sehingga terbentuk pemerintahan yang stabil.Pemilihan Umum merupakan program pemerintah dari setiap kabinet, misalnyakabinet Alisastroamijoyo I bahkan telah menetapkan tanggal pelaksanaan pemilu. Akantetapi Kabinet Ali I tersebut sudah jatuh sebelum melaksanakan Pemilihan Umum. Akhirnya pesta demokrasi rakyat tersebut baru dapat dilaksanakan pada masapemerintahan Kabinet Burhanuddin Harahap. Pelaksanaan Pemilihan Umum sesuaidengan rencana yang telah ditetapkanPanitia Pemilihan Umum Pusat dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni :1. gelombang I, tanggal 29 September 1955 untuk memilih anggota- anggota DewanPerwakilan Rakyat (DPR), dan2. gelombang II, tanggal 15 Desember 1955 untuk memilih anggota- anggotaKonstituante (Badan Pembuat Undang- Undang Dasar).

Activity (43)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Muslimuncu Ayah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->