Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
179Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis faktor-faktor penyebab kemiskinan - Suatu pendekatan kuantitatif - Puguh Bodro IRAWAN 01.05.2005

Analisis faktor-faktor penyebab kemiskinan - Suatu pendekatan kuantitatif - Puguh Bodro IRAWAN 01.05.2005

Ratings:

3.33

(3)
|Views: 12,480 |Likes:
Published by Puguh Bodro IRAWAN
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN
Suatu Pendekatan Kuantitatif (Mei 2005) Oleh Puguh Bodro Irawan E-mail: irawanpb@gmail.com
1. Pendahuluan
Kemiskinan harus dipahami sebagai suatu masalah sosial yang bersifat multi-dimensional. Kemiskinan bukan semata-mata karena pendapatan yang kurang. Kompleksitas masalah kemiskinan mencerminkan kesengsaraan dan tertekannya harga diri manusia karena ketiadaan pendapat, kekuasaan dan pilihan untuk memperbaiki taraf hidupnya. Oleh karena itu, profil kemiskinan secara kes
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN
Suatu Pendekatan Kuantitatif (Mei 2005) Oleh Puguh Bodro Irawan E-mail: irawanpb@gmail.com
1. Pendahuluan
Kemiskinan harus dipahami sebagai suatu masalah sosial yang bersifat multi-dimensional. Kemiskinan bukan semata-mata karena pendapatan yang kurang. Kompleksitas masalah kemiskinan mencerminkan kesengsaraan dan tertekannya harga diri manusia karena ketiadaan pendapat, kekuasaan dan pilihan untuk memperbaiki taraf hidupnya. Oleh karena itu, profil kemiskinan secara kes

More info:

Published by: Puguh Bodro IRAWAN on Apr 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2014

pdf

text

original

 
Catatan Puguh B Irawan, Jakarta, 01.05.2005 
 Analisis Faktor-faktor Penyebab Kemiskinan
 – 
Puguh B Irawan (01.05.2005) 1
 A 
NALISIS
F
 AKTOR 
-
FAKTOR 
P
ENYEBAB
EMISKINAN
1
 
 Suatu Pendekatan Kuantitatif 
OlehPuguh Bodro Irawan
2
 
The main aim of this paper is to provide practical ways in analyzing the poverty determinants in developing countries like Indonesia, using quantitative-based approach. It is intended to enhance the basic knowledge of those who is interested in understanding the basic features of poverty and its determining factors. The paper also emphasizes on the possible utilizations of poverty analysis outcomes as an instrument for decision making process in poverty eradication programs. Several practical examples and illustrations using the available quantitative data from Indonesia are presented for a better understanding of poverty analysis.
1. Pendahuluan
Kemiskinan harus dipahami sebagai suatu masalah sosial yang bersifat multi-dimensional. Kemiskinan bukan semata-mata karena pendapatan yang kurang.Kompleksitas masalah kemiskinan mencerminkan kesengsaraan dan tertekannyaharga diri manusia karena ketiadaan pendapat, kekuasaan dan pilihan untukmemperbaiki taraf hidupnya. Oleh karena itu, profil kemiskinan secara keseluruhandicirikan oleh pendapatan rendah, kondisi kesehatan buruk, pendidikan rendah dankeahlian terbatas, akses terhadap tanah dan modal rendah, sangat rentan terhadapgejolak ekonomi, bencana alam, konflik sosial dan resiko lainnya, partisipasi rendahdalam proses pengambilan kebijakan, serta keamanan individu yang sangat kurang.Profil kemiskinan tersebut penting sebagai bahan kajian deskriptif yangmemberikan informasi tentang keterkaitan kemiskinan (
correlates of poverty 
) dengankarakteristik lainnya. Secara umum, profil kemiskinan dapat ditelaah dengan suatukajian dua peubah (
bi-variate analysis 
) yang membandingkan status kemiskinanrumahtangga atau individu menurut masing-masing kategori di dalam setiapkarakteristik tertentu dari rumahtangga atau individu tersebut. Misalnya, insidenkemiskinan yang diindikasikan oleh persentase rumahtangga miskin cenderung lebihtinggi di antara rumahtangga yang dikepalai oleh mereka dengan pendidikan tidaktamat SD daripada kepala rumahtangga dengan pendidikan tamat SLTA ke atas.
1
 
Sebagai salah satu materi/modul untuk “
Pelatihan Dasar-dasar Analisis dan Diagnosis Kemiskinan di Indonesia
”, Lembaga Penelitian SMERU dan World Bank Institute, Jakarta, 9
-13 Mei 2005.
2
Penulis adalah peneliti senior bidang sosial-ekonomi, dengan spesialisasi masalah-masalahkemiskinan, ketimpangan, ketenagakerjaan dan pembangunan manusia. Penulis menghargai sekalibantuan dari
Ahmad Avenzora
dan
Achmad Sukroni
untuk menyiapkan kajian data yang digunakandalam makalah ini dan sebagai materi praktek interpretasi data dari peserta pelatihan. Alamat e-mail:irawanpuguhb@yahoo.com. 
 
 Analisis Faktor-faktor Penyebab Kemiskinan
 – 
Puguh B Irawan (01.05.2005) 2
Informasi tentang profil kemiskinan seperti ini mudah dipahami untuk melihat faktor-faktor yang berkaitan dengan kemiskinan.Akan tetapi, kajian dua peubah seperti ini terbatas dalam kegunaannya karenakajian hanya menunjukkan hubungan antara tingkat kemiskinan dengan satukarakteristik tertentu pada suatu waktu tertentu pula. Kajian ini cenderungmenyederhanakan kompleksitas faktor-faktor korelasi dari kemiskinan. Perlu dicatatbahwa korelasi berarti hubungan antara dua faktor, tetapi tidak selalu berarti bahwafaktor yang satu menyebabkan perubahan atas faktor yang lainnya (
causality 
).Walaupun begitu, profil kemiskinan memberikan dasar awal penting yang diperlukandalam analisis determinan kemiskinan. Kajian tentang faktor-faktor penyebabkemiskinan (
determinants of poverty 
) dapat dilakukan dengan mengaplikasikananalisis peubah ganda (
multi-variate analysis 
). Pada prinsipnya, analisis peubah gandamemperkaya analisis profil kemiskinan dengan cara mengidentifikasikan faktor-faktorpenyebab dari karakteristik-karakteristik rumahtangga tertentu terhadap tingkatkesejahteraan rumahtangga tersebut.
2. Tujuan Modul
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan cara-cara dalam melakukan analisiskemiskinan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Prosedur analisis yangdipaparkan di sini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dasar bagi pesertapelatihan dalam memahami faktor-faktor yang berkaitan dengan kemiskinan danpenyebabnya. Modul ini juga menekankan pentingnya pemanfaatan hasil analisis datauntuk instrumen dalam proses pengambilan kebijakan penanggulangan kemiskinan.Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa contoh konkret interpretasi dan ilustrasidari data kuantitatif tersedia di Indonesia diberikan untuk memudahkan para analisdan peneliti dalam memahami modul ini. Metode analisis yang digunakan di siniadalah terutama analisis deskriptif.Pemaparan dalam tulisan ini disusun secara sistematis dalam beberapa bagian.Setelah diawali dengan tinjauan umum pada bagian pertama dan tujuan modul padabagian kedua, bagian ketiga menguraikan ketersediaan data yang diperlukan dalamkajian determinan kemiskinan di Indonesia. Bagian keempat adalah tentang kajianprofil kemiskinan, yang meliputi pemahaman tentang berbagai indikator sosial-demografi dan ekonomi yang berkaitan dengan kemiskinan di tingkat rumahtanggadan tingkat komunitas atau wilayah. Dan bagian kelima tentang prinsip-prinsip dasardalam melakukan kajian tentang faktor-faktor korelasi dan penyebab (determinan)kemiskinan, dan bagaimana menginterpretasikan hasil analisis data.
 
 Analisis Faktor-faktor Penyebab Kemiskinan
 – 
Puguh B Irawan (01.05.2005) 3
3. Data yang Tersedia untuk Kajian Kuantitatif Kemiskinan di Indonesia
Salah satu sumber data terpenting dalam kajian masalah kemiskinan di Indonesiaadalah hasil Survei Sosial-Ekonomi Nasional (SUSENAS). Pengumpulan data SUSENASoleh BPS terdiri dari dua macam, yaitu SUSENAS Kor (data pokok) yang dikumpulkansetiap tahun dan SUSENAS Modul Konsumsi pada setiap tiga tahun. SUSENAS ModulKonsumsi memuat informasi sangat rinci tentang pengeluaran konsumsi rumahtanggauntuk sekitar 354 jenis barang dan jasa, yang terdiri dari makanan (214 jenis) dankelompok barang bukan makanan (140 jenis). Cakupan data SUSENAS ModulKonsumsi adalah sekitar 65.000 rumahtangga sampel yang tersebar di seluruhIndonesia, dan data ini dapat digunakan untuk estimasi kemiskinan sampai tingkatpropinsi. Pemanfaatan data SUSENAS Modul Konsumsi hanya terbatas untuk kajianprofil kemiskinan, termasuk informasi tentang garis kemiskinan, angka kemiskinan(jumlah dan persentase penduduk miskin), indeks ketimpangan dan keparahankemiskinan, distribusi pengeluaran, koefisien Gini, dan pola konsumsi rumahtangga.SUSENAS Kor mengumpulkan informasi pokok tentang demografi, kesehatan,balita, pendidikan, perilaku hidup sehat, ketenagakerjaan, fertilitas & KB, perumahan,dan pengeluaran konsumsi rumahtangga secara umum menurut kelompok barang.Sejak tahun 1993, SUSENAS Kor dirancang dengan ukuran sampel sebesar 202.000rumahtangga dan dapat menyajikan estimasi kemiskinan sampai tingkatkabupaten/kota. Sumber data ini memungkinkan untuk digunakan dalam kajiantentang profil kemiskinan, karakteristik sosial-demografi, ketenagakerjaan danekonomi dari rumahtangga miskin, dan analisis cukup mendalam tentang faktor-faktor penyebab (determinan) kemiskinan. Selain itu, data hasil Sensus Potensi Desa(PODES) juga dapat digunakan untuk kajian profil kemiskinan untuk tingkat komunitasatau wilayah. PODES dikumpulkan oleh BPS setiap menjelang dilaksanakannya suatusensus, seperti Sensus Penduduk 2000, Sensus Pertanian 2003, Survei Penduduk AntarSensus (SUPAS) 2005, dan Sensus Ekonomi 2006 mendatang. Data PODES mencakupseluruh desa/kelurahan di Indonesia, dan memuat berbagai informasi tentang kondisitopografi, demografi, sosial-budaya, ekonomi, lingkungan, infrastruktur dasar, dan juga termasuk jumlah keluarga miskin di setiap desa/kelurahan. Sumber-sumber datalain untuk kajian profil kemiskinan adalah Sensus Pertanian untuk melihat jumlahpetani gurem dan buruh tani, dan Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) untukmeneliti angka pengangguran terbuka, setengah pengangguran, pekerja sektorinformal, dan pekerja dengan pendapatan rendah (misalnya, dengan tingkat upah dibawah garis kemiskinan).
4. Kajian Profil Kemiskinan
Profil kemiskinan dapat ditinjau dari beragam indikator, seperti angka kemiskinan,pola distribusi pendapatan penduduk, dan karakteristik sosio-demografi dan ekonomidari rumahtangga atau penduduk miskin, termasuk pola konsumsi dan strategi

Activity (179)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Mulyadi Sutopo liked this
Ratih Zahra liked this
Arfanda Siregar liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->