3
|Kemiskinan
BAB IIKAJIAN PUSTAKA2.1 Definisi dan Teori Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasauntuk dipunyai seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum,hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup . Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampumengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orangmemahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnyamelihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminyadari sudut ilmiah yang telah mapan. Istilah "negara berkembang" biasanyadigunakan untuk merujuk kepada negara-negara yang "miskin".Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
y
G
ambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan.Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang- barang dan pelayanan dasar.
y
G
ambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial,ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalammasyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilansosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakupmasalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidangekonomi.
y
G
ambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai.Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.
Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian: kemiskinan relatif,kemiskinan kultural dan kemiskinan absolut. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawahkemampuan masyarakat sekitarnya. Sedang miskin kultural berkaitan erat dengan