BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN BAKAT KHUSUS
Bakat (aptitude) mengandung makna kemampuan bawaan yang merupakan potensi(
potential ability
) yang masih perlu pengembangan dan latihan lebih lanjut. Karenasifatnya yang masih potensial atau masih laten, bakat memerlukan ikhtiar pengembangandan pelatihan secara serius dan sistematis agar dapat terwujud ( Utami Munandar 1992 ).Bakat berbeda dengan kemampuan (ability) yang mengandung makna sebagai daya untuk melakukan sesuatu, sebagai hasil pembawaan dan latihan. Bakat juga berbada dengankapasitas (
capacity
) dengan sinonimnya, yaitu kemampuan yang dapat dikembangkan dimasa yang akan datang apabila latihan dilakukan secara optimal ( Conny Semiawan1987 ).Jadi, yang disebut bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan, baikyang bersifat umum maupun yang bersifat khusus( Conny Semiawan 1987 ). Bakat umum apabila kemampuan yang berupa potensi tersebut bersifat umum. Misalnya bakat intelektual secara umum, sedangkan bakat khusus apabilakemampuan bersifat khusus. Misalnya bakat akademik, social, dan seni kinestetik. Bakatkhusus biasanya disebut
talent
sedangkan bakat umum (intelektual) biasanya disebut
gifted
.Bakat adalah tingkat kemampuan yang tinggi yang berhasil dicapai seseorangdalam keterampilan tertentu, demikian menurut (Tedjasaputra, 2003). Menampilkan bakatdibutuhkan motivasi kuat yang disebut minat, yakni kebebasan seseorang memilih segalasesuatu yang disukai, disenangi dan ingin dilakukan. (Gardner 1993) mengganti istilah bakat dengan “ kecerdasan “ yang berupa kecerdasan umum maupun kecerdasan khusus.Sedikitnya ada sembilan kecerdasan atau bakat yang mungkin dimiliki seseorang,yakni
logical mathematical, linguistic/verbal, visual spatial, musical, bodily-kinesthetic,interpersonal,
intrapersonal, natural, dan moral/ spiritual
. Teori Gardner ini menjadi pegangan bahwa setiap orang memiliki bakat unik dan berbeda. Orang tidak dapat dipaksa berprestasi di luar bakat bakat khusus yang dimilikinya.
KELOMPOK VII – Bakat Khusus
3