Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
42Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MODEL2 PEMBELAJARAN INOVATIF

MODEL2 PEMBELAJARAN INOVATIF

Ratings: (0)|Views: 1,876 |Likes:
Published by Mochammad Haikal

More info:

Published by: Mochammad Haikal on Apr 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2013

pdf

text

original

 
0
PROGRAM PENINGKATAN KUALITASSERIBU GURU SEKOLAH DASAR
MODEL-MODEL PEMBELAJARANKREATIF DAN INOVATIF
KERJASAMA UM PERTAMINA
IN-SERVICE TRAINING SERIBU GURU SEKOLAH DASAR
The Learning University 
 
1
BAB I
TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
Dalam psikologi pendidikan, salah satu masalah penting yang menjadi kajian adalah masalahbelajar. Belajar merupakan kegiatan mengonstruksi atau menginterpretasi sesuatu (bisa objek,sumber pengetahuan) sehingga terjadi tambahan jaringan pengetahuan (skema) di dalam diripebelajar yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku. Kegiatan belajar tidak hanya terjadi di kelas tetapi berlangsung di mana saja, kapan saja, dan pada saat apa saja dalamkehidupan sehari-hari. Belajar tidak hanya melibatkan yang “benar” saja tetapi juga melibatkanyang tidak benar (salah). Apabila siswa salah dalam menyelesaikan masalah, tidak berarti iatidak belajar tetapi ia belajar dan masih salah, karena itu perlu pengarahan sehingga menjadibenar. Belajar juga tidak harus bersifat disengaja atau secara sadar, tetapi dapat juga terjadisecara tidak disengaja. Demikian pula belajar tidaklah selalu dalam hal pengetahuan atauketerampilan tetapi juga berkenaan dengan sikap dan perasaan.Unsur utama dalam belajar adalah terjadinya perubahan dalam diri pebelajar, dapatdisengaja atau tidak, dapat lebih baik atau lebih buruk. Agar berkualitas sebagai belajar, makaperubahan harus dilahirkan dari pengalaman, oleh interaksi antara orang dan lingkungannya.Perubahan yang semata-mata karena kematangan tidaklah termasuk berkualitas dalam belajar.Perubahan-perubahan sementara yang diakibatkan oleh penyakit, kelelahan, kelaparan bukanlahtermasuk dalam belajar.Jadi belajar merupakan suatu perubahan dalam diri seseorang yang terjadi karenapengalaman. Selanjutnya yang menjadi masalah adalah perubahan yang terjadi dalam aspek apa?Bab ini akan menguraikan beberapa pandangan berbeda dalam menyikapi perubahan ini (yangdisebut Teori Belajar), yang meliputi:
behaviorisme, cognitivisme, humanisme
, dan
social-cognition
.
A.
 
Pandangan Behaviorisme
Pandangan Behaviorisme didasarkan pada hubungan stimulus respon (S-R). Behaviorismebersumber dari pandangan John Locke mengenai jiwa anak yang baru lahir, ialah jiwanya dalamkeadaan kosong, seperti meja lilin putih bersih yang disebut dengan tabularasa. Dengan demikianpengaruh dari luar jiwa anak sangat menentukan perkembangan jiwa anak dan pengaruh luar itu
 
2
dapat dimanipulasi (ditreatment secara leluasa). Dalam pandangan behaviorisme belajarmerupakan perubahan dalam tingkah laku seseorang dalam berbuat pada situasi tertentu.Perubahan tingkah laku yang dimaksud dalam pandangan behaviorisme adalah tingkah laku yangdapat diamati. Terjadinya perubahan tingkah laku yang dapat diamati sebagai indikasi telahterjadinya kegiatan belajar. Berpikir dan emosi tidak mnjadi perhatian, karena keduanya tidak dapat diamati.Pendangan behaviorisme menganggap jiwa manusia itu pasif, yang dikuasai oleh stimulus-stimulus atau perangsang-perangsang dari luar yang ada di lingkungan sekitar. Oleh karena itutingkah laku manusia itu dapat dimanipulasi, dapat dikontrol atau dikendalikan. Caramengendalikan tingkah laku manusia dengan mengontrol perangsang-perangsang yang ada dilingkungannya. Tingkah laku manusia mempunyai hukum-hukum seperti yang berlaku dalamhukum-hukum pada gejala alam, umpamanya hukum sebab akibat. Metode-metode kealamandapat dipakai dalam tingkah laku manusia, sehingga sifat hubungannya sangat mekanistis.Dalam pendangan behaviorisme, diajukan rumus matematis dari tingkah laku, TL = fLk,yakni tingkah laku itu merupakan fungsi lingkungan. Artinya tingkah laku itu bergantung padalingkungan. Jika lingkungan itu berubah, maka tingkah laku juga berubah. Jika kitamenginginkan tingkah laku tertentu, maka kita dapat mengubah lingkungan sedemikian rupasehingga membentuk tingkah laku yang diinginkan.Belajar dalam pandangan behaviorisme memiliki beberapa karakteristik yang selanjutnyadisebut ciri-ciri teori belajar behaviorisme antara lain sebagai berikut:a.
 
Mementingkan pengaruh lingkungan (enviromentalistis)b.
 
Mementingkah bagian-bagian (elementaris)c.
 
Mementingkan peranan reaksi (respon)d.
 
Mementingkan mekanisme terbentuknya hasil belajare.
 
Mementingkan hubungan sebab akibat pada waktu yang laluf.
 
Mementingkan pembentukan kebiasaang.
 
Ciri khusus dalam pemecahan masalah dengan “trial and error” (mencoba dan gagal”)Tokoh-tokoh yang mengembangkan pandangan behaviorisme antara lain: Watson, Torndike,Skiner, dan Pavlov.

Activity (42)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nurkholismath liked this
Hendra Irawan liked this
Aldhin Kusnanto liked this
Hairul Anwar liked this
heiz88 liked this
mahliga110789 liked this
ruqhy TRAPSILO liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->