2
berubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa (
s
tudent center
)sehingga guru harus lebih memotivasi dan memberikan kesempatan kepadasiswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran.Sebagai bentuk pelaksanaan model PAKEM tersebut, proses pembelajaran yang dilaksanakan dikelas VI SDN Cemarajaya II khususnya pada mata pelajaran IPA, menggunakan metode ³interaktif´. Penerapanmetode interaktif ini memberikan peluang kepada peserta didik untuk berani bertanya kepada guru dan menyampaikan gagasannya, baik melalui forumtanya jawab yang sengaja disediakan oleh guru maupun secara spontanitasoleh siswa dalam pembelajaran.Penerapan metode interaktif juga sejalan dengan PP No. 19 tahun2005 Bab IV Pasal 19 ayat 1 (war2nyahoo.blogspot.com/2010/02) yangmenyatakan bahwa µProses pembelajaran pada satuan pendidikandiselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,memotivasi peserta didik untuk berpatisipasi aktif serta memberikan ruangyang cukup bagi prakarsa, keatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat,minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.¶
Meskipun pelaksanaan pembelajaran di kelas telah menggunakanmetode interaktif, namun pencapaian hasil belajar siswa ternyata belummaksimal. Hal tersebut ditandai dengan masih rendahnya nilai yang dicapaisiswa dalam pembelajaran. Berdasarkan rata-rata nilai ulangan IPA yangtelah dilaksanakan, diperoleh data bahwa dari keseluruhan siswa kelas VIyang berjumlah 31 orang, 14 siswa (45%) masih mendapat nilai di bawah 6,
Add a Comment