Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kasus Bank Century Uwa

Kasus Bank Century Uwa

Ratings: (0)|Views: 281 |Likes:
Published by Hanif

More info:

Published by: Hanif on May 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/22/2011

pdf

text

original

 
Kasus bank century, Opini Publik dan Pendalaman DemokrasiAhluwaliaBoediono-Sri Mulyani(
inilah.com/Agung Rajasa
)
INILAH.COM, Jakarta - Opini publik telah membuat Wapres Boediono danMenkeu Sri Mulyani kewalahan menghadapi situasi belakangan ini. Berbagaiupaya politik pencitraan mereka hanya menambah kecurigaan publik. Mengapa?
Opini publik terus mendesak agar Pansus Hak Angket Bank Century dan KomisiPemberantasan Korupsi menuntaskan kasus Bank Century selambatnya pada 100 hari pemerintahan SBY nanti.Kasus Bank Century diharapkan publik makin mendekati titik final dari proses penuntasan. Departemen Keuangan sudah menerbitkan buku putih soal Bank Century.Memang, sebagian kecil aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, ITB, IPB, danUGM sudah terkooptasi istana. Kemudian ada bentrok antara mahasiswa dan wartawantadi malam (11/1) di depan gedung KPK. Namun semua itu tak bisa membelokkan isusentral: Bank Century gate harus dituntaskan. Dan malah semua itu dinilai sebagai pekerjaan sia-sia dalam upaya pengalihan isu skandal Bank Century."Berbagai politik pengalihan isu makin menyulitkan para elit seperti Sri Mulyani danBoediono, karena politik pencitraan mereka dengan menerbitkan buku putih, melobikepada pers, dsb, sudah gagal. Ada
moral hazard 
yang tak bisa ditutup-tutupi dan banyak argumentasi yang basi, lemah dan tidak rasional. Semakin gencar politik pencitraan,manuver dan ofensif lainnya, makin curiga pula publik kita," kata DarmawanSinayangsah, Direktur Freedom Foundation dan mantan aktivis FISIP UI.Pengamat politik dari Universitas Airlangga, yakni Airlangga Pribadi menyatakan isuArthalyta Ayin di Rutan Pondok Bambu dan bentrok mahasiswa dan wartawan di KPK, juga bagian dari pengalihan isu yang dilakukan oleh kelompok kepentingan elite. "Inidilakukan agar publik kehilangan fokus terhadap kasus korupsi di Bank Century," kataAirlangga.Dalam suasana seperti ini banyak kelompok kepentingan yang bermain sehinggamemunculkan skenario kemungkinan yang akan terjadi, termasuk sering tidak tereksposnya desakan dan demo mahasiswa soal Bank Century oleh media.Kasus Bank Century merupakan isu paling krusial dalam kasus korupsi dewasa ini.Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, ada dua jenis korupsi, yaitu korupsi ditingkat kebijakan dan korupsi di tata pelaksanaan. Merujuk pada referensi ini, kasus Bank Century adalah kolaborasi keduanya.
 
"Kalau kasus Bank Century, saya kira dua-duanya. Atas nama krisis dan atas namarampok duit. Jadi memang hebat juga," tuturnya ketika membuka peluncuran buku
 Korupsi Mengorupsi ndonesia
di Financial Building Grha Niaga, Selasa (12/1).Kalla melihat, akibat korupsi karena kebijakan jauh lebih besar daripada korupsi ditingkat tata pelaksanaan. Akibatnya, bisa tak selesai dalam satu generasi. Bayangkan jika penyebab kasus Bank Century adalah kolaborasi keduanya.Jadi, kata Kalla, apa pun faktanya, kalau kita ingin selesaikan, maka (pemberantasankorupsi) mulai dari (pejabat) atas, baik dari korupsi karena kebijakan ataupun pelaksanaan. Dengan demikian kasus Bank Century juga menjadi medan bagi pendalaman demokrasi dan pemberantasan korupsi sistemik, agar ke depan tidak terjadilagi kasus serupa yang membuat bangsa kita tersandera skandal yang tercela itu. [mor]
Jakarta
- Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa membantahrendahnya penyaluran kredit perbankan tahun ini disebabkan masih berlarutnya kasusBank Century yang tak kunjung usai."Masyarakat kita sudah sangat dewasa, politik ya politik, ekonomi ya ekonomi," ujar Hatta di Kantor Menko Perekonomian, lapangan banteng, Jakarta, Selasa (29/12/2009)Menurut Hatta, faktor penyebab rendahnya penyaluran kredit lebih kepada alasan teknisseperti masalah infrastruktur. "Makanya kita harus memperlancar sumbatan-sumbatanitu. Saya kok melihat faktor itu kecil daripada faktor-faktor teknik seperti infrastruktur,"ungkap dia.Untuk itu, Hatta optimistis penyaluran kredit tahun depan akan meningkat sekitar 5,5 -5,6 persen terkait terus meningkatnya pertumbuhan ekonomi tahun depan."Untuk kuartal 4 tahun ini kami optimis di atas 4,5 persen sehingga average-nya 4,3 persen. Kan kalau di akhir- akhir tahun belanja pemerintah tinggi dan tingkat konsumsi juga tinggi ekspor membaik," tandasnya.Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramonomenilai tingginya
undisbursed loan
(kredit yang belum dicairkan) perbankan nasional berpotensimenghambat pertumbuhan kredit nasional tahun 2010. Hingga saat ini,
undisbursed loan
perbankan nasional mencapai Rp 270 triliun.Menurutnya, tingginya
undisbursed loan
tersebut dikarenakan debitur banyak memilihuntuk mengambil langkah
wait and see
. Ini terkait masih berlarutnya kasus Century yangtak kunjung usai."Penundaan kredit memang biasa dilakukan saat terjadi peristiwa politik besar. Investor cenderung
wait and see
," ujar Sigit usai penandatanganan kontrak Bank Operasi dan
 
Bank Persepsi di kantor Dirjen Perbendaharaan Negara komplek Departemen Keuangan.Ia menilai, jika
undisbursed loan
ini terus bergerak naik, maka pertumbuhan kredit tahun2009 tidak akan mencapai target seperti yang dicanangkan pada awal tahun. Bank Indonesia (BI) sebelumnya menargetkan pertumbuhan kredit perbankan tahun 2009mencapai 20%. Nyatanya, sampai saat ini pertumbuhan baru bergerak di kisaran 8-9%.Kasus Bank Century yang diawali dari pengucuran dana sejumlah Rp6,7 miliar olehmenteri keuangan Sri Mulyani yang hingga kini tidak kunjung terselaikan, melainkansemakin runyam. Saat itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah mengucurkan danasebesar Rp6,7 triliun kepada Bank Century atas rekomendasi pemerintah dan Bank Indonesia.Analis Fakultas Ekonomi UISU, Sofyan membenarkan hal ini, karena Bank Indonesiayang saat itu dalam masa jabatan Boediono, dengan mudah memberikan dana talangantersebut padahal, dana yang disetujui DPR hanya sebesar Rp1,3 triliun."Faktanya memang seperti itu, padahal pada saat itu banyak yang tidak menyetujui perihal dana talangan tersebut," tegasnya.Kasus Bank Century ini telah memperlihatkan kepada kita bahwa bank kecilmendapatkan dukungan besar dari otoritas keuangan dan bank sentral. Hal ini juga tidak terlepas argumentasi yang muncul dari berbagai pihak terkait dalam proses penyelamatanBank Century telah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dalam UU LPS dan perintahdari komite stabilitas sistem keuangan.Sampai dengan saat ini, kasus Bank Century sedang ditangani oleh Panitia Khusus(Pansus) Hak Angket Bank Century dan terfokus pada penyelidikan proses penggabungan (merger) Bank Century dalam rapat dengan mantan anggota DewanGubernur Bank Indonesia.
VIVAnews -
Pemilik PT Bank Century Tbk yang sudah divonis empat tahun penjara,Robert Tantular, menuding Pemegang Saham pengendali Bank Century Rafat Ali Rizvi,sebagai biang keladi gagalnya kliring karena likuiditas."Surat-surat berharga adalah tanggung jawab Rafat," kata Robert Tantular usai diperiksadi Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat 4 Desember 2009.Robert diperiksa selama delapan jam. Dia diperiksa sebagai saksi dari tersangkaKomisaris bank Century Hesyam Al-Waraq dan Pemegang Saham pengendali Bank Century Rafat Ali Rizvi.RObert mengaku sudah menyerahkan bukti-bukti mengenai kegagalan kliring Centurykepada jaksa penyidik. Bukti yang sama juga sudah pernah diserahkan kepada penyidik  polisi saat dia ditetapkan sebagai tersangka.

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
windroz liked this
Andy Septiyandi liked this
liefang98 liked this
adhammustofaaja liked this
agi ginanjar liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->