Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Artikel Pendidikan Network - Pemanfaatan Media Massa Sebagai Sumber Pembelajaran Ips Di Tingkat Persekolahan

Artikel Pendidikan Network - Pemanfaatan Media Massa Sebagai Sumber Pembelajaran Ips Di Tingkat Persekolahan

Ratings: (0)|Views: 361 |Likes:
Published by gunadharma
pemanfaatan media massa sebagai sumber belajar
pemanfaatan media massa sebagai sumber belajar

More info:

Published by: gunadharma on May 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/20/2012

pdf

text

original

 
5/2/10 4:17 PMArtikel Pendidikan Network - PEMANFAATAN MEDIA MASSA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS DI TINGKAT PERSEKOLAHANPage 1 of 6http://re-searchengines.com/mangkoes6-04-2.html
Artikel:PEMANFAATAN MEDIA MASSA SEBAGAI SUMBERPEMBELAJARAN IPS DI TINGKAT PERSEKOLAHAN
Bahan ini cocok untuk Semua Sektor Pendidikan.Nama & E-mail (Penulis):arief a. mangkoesapoetra Saya Guru di SMAN 21 BandungTanggal: 14-05-2004Judul Artikel: PEMANFAATAN MEDIA MASSA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS DITINGKAT PERSEKOLAHANTopik: sumber pembelajaran
PEMANFAATAN MEDIA MASSA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS DI TINGKATPERSEKOLAHANOleh :Drs. ARIEF ACHMAD MSP., M.Pd.A. PendahuluanPendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) disebut juga sebagai synthetic science, karena konsep,generalisasi, dan temuan-temuan penelitian ditentukan atau diobservasi setelah fakta terjadi (Weltondan Mallan, 1988 : 66-67). Informasi faktual tentang kehidupan sosial atau masalah-masalahkontemporer yang terjadi di masyarakat dapat ditemukan dalam liputan (exposure) media massa(Wronski, 1971 : 430-434), karena media massa diyakini dapat menggambarkan realitas sosialdalam berbagai aspek kehidupan. Meskipun untuk itu, informasi atau pesan (message) yangditampilkannya-sebagaimana dapat dibaca disurat kabar atau majalah, didengarkan di radio, dilihatdi televisi atau internet-telah melalui suatu saringan (filter) dan seleksi dari pengelola media itu untukberbagai kepentingannya (misalnya : untuk kepentingan bisnis atau ekonomi, kekuasaan atau politik,pembentukan opini publik, hiburan [entertainment] hingga pendidikan).Terlepas dari berbagai kepentingan yang melatarbelakangi pemunculan suatu informasi atau pesanyang disajikan oleh media massa, kiranya tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pada masa kinipertemuan orang dengan media massa sudah tidak dapat dielakkan lagi. Tidaklah berlebihankiranya apabila abad ke-21 disebut sebagai abad komunikasi massa (Rakhmat, 1985 : 174). Bahkandalam pembabakan sejarah umat manusia, McLuhan (1964) menyatakannya sebagai babak neo-tribal (sesudah babak tribal dan babak Gutenberg), yakni masa di mana alat-alat elektronismemungkinkan manusia menggunakan beberapa macam alat indera dalam komunikasi. AdapunToffler (1981) menamakannya sebagai The Third Wave.Sementara itu, seiring dengan pesatnya perkembangan media informasi dan komunikasi, baikperangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software), akan membawa perubahanbergesernya peranan guru-termasuk guru IPS-sebagai penyampai pesan/informasi. Ia tidak bisa lagiberperan sebagai satu-satunya sumber informasi bagi kegiatan pembelajaran para siswanya. Siswadapat memperoleh informasi dari berbagai sumber-terutama dari media media massa, apakah darisiaran televisi dan radio (media elektronik), surat kabar dan majalah (media cetak), komputer pribadi,atau bahkan dari internet. Sehingga sistem pembelajaran yang cocok untuk mengelaborasi itu
 
5/2/10 4:17 PMArtikel Pendidikan Network - PEMANFAATAN MEDIA MASSA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS DI TINGKAT PERSEKOLAHANPage 2 of 6http://re-searchengines.com/mangkoes6-04-2.html
semua adalah sebagaimana digagas oleh Morris (1963 : 12) di bawah ini :Gambar 1. Sistem PembelajaranAdalah tidak berlebihan kiranya apabila Splaine (Shaver, 1991 : 300-309) menyebutkan bahwamedia massa sangat berpengaruh di dalam pendidikan IPS. Hal ini didasarkan pada berbagaitemuan penelitian yang menyiratkan, antara lain :1. Media massa, khususnya televisi, telah begitu memasyarakat;.2. Media massa berpengaruh terhadap proses sosialisasi;3. Orang-orang lebih mengandalkan informasi yang berasal dari media massa daripada dari oranglain;4. Para guru IPS perlu memberdayakan media massa sebagai sumber pembelajarannya; dan5. Para orang tua dan pendidik, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama, dapatmeminimalisasikan pengaruh negatif media massa dan mengoptimalkan dampak positifnya.Dari sini, maka dapatlah ditarik probematika sebagai berikut : Sudahkah guru-guru IPSmemberdayakan media massa sebagai sumber pembelajarannya secara efektif ?, dan Apakah parasiswa sudah memanfaatkan media massa sebagai sumber pembelajaran IPS? Tentu saja untukmenjawabnya diperlukan sebuah pembuktian empirik!.Namun, terdapat sebuah "amanat yuridis-formal" yang sudah semestinya diimplementasikan secarapraksis, yakni sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang No. 2 tahun 1989 tentang SistemPendidikan Nasional, pasal 35, yang menyatakan bahwa "Setiap satuan pendidikan jalur pendidikansekolah, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat harus menyediakansumber belajar"; kemudian di dalam Penjelasannya ditegaskan bahwa :Pendidikan tidak mungkin dapat terselenggara dengan baik bilamana para tenaga kependidikanmaupun para peserta didik tidak didukung oleh sumber belajar yang diperlukan untukpenyelenggaraan kegiatan belajar mengajar yang bersangkutan.B. Pengertian IPSHingga saat ini, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) hanyalah sebuah program pendidikan dan bukansub-disiplin ilmu tersendiri, sehingga tidak akan ditemukan baik dalam nomenklatur filsafat ilmu,disiplin ilmu-ilmu sosial (social sciences), maupun ilmu pendidikan (Somantri, 2001 : 89). SocialScience Education Council (SSEC) dan National Council for Social Studies (NCSS) menyebut IPSsebagai "Social Science Education" dan "Social Studies".Pada tahun 1992, NCSS telah mendefinisikan IPS sebagai berikut :Social studies is the integrated study of the social sciences and humanities to promote civiccompetence. Within the school program, social studies provides coordinated, systematic studydrawing upon such disciplines as anthropology, archaeology, economics, geography, history, law,philosophy, political science, psychology, religion, and sociology, as well as appropriate content fromthe humanities, mathematics, and natural sciences. The primary purpose of social studies is to helpyoung people develop the ability to make informed and reasoned decisions for the public good ascitizens of a culturally diverse, democratic society in an interdependent world. (Stahl dan Hartoonian,2003)Sementara itu berdasarkan hasil rumusan Forum Komunikasi II HISPIPSI di Yogyakarta (1991) danmenurut versi FPIPS dan Jurusan Pendidikan IPS, dapat diformulasikan pengertian IPS, sepertidapat dilihat dalam tabel di bawah ini.
 
5/2/10 4:17 PMArtikel Pendidikan Network - PEMANFAATAN MEDIA MASSA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS DI TINGKAT PERSEKOLAHANPage 3 of 6http://re-searchengines.com/mangkoes6-04-2.html
Tabel 1. Definisi IPS Berdasarkan Tingkat PendidikanPendidikan IPS untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah Pendidikan IPS untuk tingkatpendidikan tinggiPendidikan IPS adalah penyederhanaan adaptasi, seleksi, dan modifikasi dari disiplin akademis ilmu-ilmu sosial yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan pedagogis-psikologis untuk tujuaninstitusional pendidikan dasar dan menengah dalam kerangka mewujudkan tujuan pendidikannasional yang berdasarkan Pancasila Pendidikan IPS adalah seleksi dari struktur disiplin akademikilmu-ilmu sosial yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk mewujudkantujuan pendidikan dalam kerangka pencapaian tujuan pendidikan nasional yang berdasarkanPancasilaSumber : Somantri, 2001 : 103.Dengan demikian, maka untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah, IPS diimplemementasikansebagai Social Studies dan untuk tingkat pendidikan tinggi sebagai Social Science Education. Hal inidapat digambarkan sebagai berikut :Gambar 2. Implementasi IPS di tingkat pendidikan dasar, menengah, dan tinggiMenurut Depdikbud (1994), IPS yang diajarkan di tingkat pendidikan dasar mencakup bahan kajianlingkungan sosial, ilmu bumi, ekonomi, dan pemerintahan, serta bahan kajian sejarah. Sedangkanuntuk jenjang pendidikan menengah didasarkan pada bahan kajian pokok Geografi, Ekonomi,Sosiologi, Antropologi, Tata Negara, dan Sejarah.C. Pengertian Sumber PembelajaranMenurut Association for Educational Communications and Technology (AECT, 1977), sumber pembelajaran adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secaraterpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuanmeningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran. Sumber pembelajaran dapatdikelompokan menjadi dua bagian, yaitu :1. Sumber pembelajaran yang sengaja direncanakan (learning resources by design), yakni semuasumber yang secara khusus telah dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untukmemberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal; dan2. Sumber pembelajaran yang karena dimanfaatkan (learning resources by utilization), yakni sumber belajar yang tidak secara khusus didisain untuk keperluan pembelajaran namun dapat ditemukan,diaplikasikan, dan dimanfaatkan untuk keperluan belajar-salah satunya adalah media massa.D. Media Pendidikan dan Sumber Pembelajaran IPSMedia pendidikan adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebihmengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pembelajarannya(Hamalik, 1985 : 23).Sebagai sumber pembelajaran IPS, media pendidikan diperlukan untuk membantu guru dalammenumbuhkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran IPS. Diversifikasi aplikasi media ataumulti media, sangat direkomendasikan dalam proses pembelajaran IPS, misalnya melalui :pengalaman langsung siswa di lingkungan masyarakat; dramatisasi; pameran dan kumpulan benda-benda; televisi dan film; radio recording; gambar; foto dalam berbagai ukuran yang sesuai bagipembelajaran IPS; grafik, bagan, chart, skema, peta; majalah, surat kabar, buletin, folder, pamfletdan karikatur; perpustakaan, learning resources, laboratorium IPS; serta ceramah, tanya jawab,cerita lisan, dan sejenisnya (Rumampuk, 1988 : 23-27; Mulyono, 1980 : 10-12).

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
sangplis liked this
D.Nugraha.SB liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->